De Gadjah Ketua HKTI Bali, Koster Minta Percepatan Kedaulatan Pangan

3 minggu ago  ·  2 min read
By Robert Johnson - pesonatropis.com
khrisna-gen-1783706609-d9a5480a53

De Gadjah Resmi Jadi Ketua HKTI Bali

Pesonatropis.com – DENPASAR — Pelantikan De Gadjah sebagai Ketua HKTI Bali menandai babak baru bagi pengembangan pertanian di pulau Dewata. Made Muliawan Arya, yang lebih dikenal dengan nama De Gadjah, secara resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia periode 2026-2031. Upacara pelantikan berlangsung khidmat di Wantilan DPRD Provinsi Bali pada Jumat, 10 Juli, dihadiri Gubernur Wayan Koster dan berbagai tokoh penting.

Sudaryono, Ketua Dewan Pengurus Nasional HKTI sekaligus Wakil Menteri Pertanian, memimpin prosesi pelantikan ini. Kehadiran Gubernur Koster menunjukkan komitmen pemerintah Bali terhadap sektor pertanian. Dalam sambutannya, Koster menekankan pentingnya percepatan kedaulatan pangan melalui dukungan penuh dari HKTI Bali.

Produksi Pangan Bali Mampu Penuhi Kebutuhan Lokal

Gubernur Koster menyampaikan bahwa produksi pertanian Bali saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat secara keseluruhan. Beberapa komoditas bahkan mengalami surplus, termasuk beras, jagung, bawang merah, dan cabai. Namun, masih terdapat defisit pada bawang putih yang sebagian besar masih diimpor dari luar daerah.

Perhitungan kami, produksi petani kita mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Bali. Bahkan beberapa di antaranya ada yang surplus seperti beras, jagung, bawang merah dan cabai.

Fenomena defisit bawang putih ini lebih disebabkan oleh preferensi konsumen yang memilih bawang putih impor karena harganya lebih kompetitif. Kondisi ini membuka peluang bagi HKTI dan pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan strategi peningkatan daya saing produk lokal.

Visi De Gadjah untuk Pertanian Bali

Masa kepemimpinan De Gadjah selama lima tahun ke depan menjadi momen krusial bagi pengembangan pertanian Bali. Sebagai Ketua DPD Gerindra Bali, ia membawa pengalaman politik dan organisasi yang berharga. Harapannya, De Gadjah dapat menjadi jembatan antara petani lokal dengan berbagai program pemerintah untuk memastikan kebutuhan petani terpenuhi.

Kedaulatan pangan bukan sekadar konsep teoritis, melainkan kebutuhan mendesak yang harus diwujudkan melalui aksi nyata. Bali memiliki potensi besar untuk menjadi contoh keberhasilan, mengingat kondisi geografis dan iklim yang mendukung aktivitas pertanian. Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Bali dapat mencapai target ketahanan pangan yang lebih baik di masa mendatang.

Periode 2026-2031 akan menjadi tahun-tahun penting bagi transformasi pertanian Bali menuju kemandirian yang lebih berkelanjutan. De Gadjah diharapkan dapat menghasilkan terobosan-terobosan baru melalui kombinasi keahlian di bidang pertanian dan pemahaman politik yang dimilikinya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan terkini dari Bali, pembaca dapat mengakses konten-konten menarik lainnya melalui platform Google News yang menyediakan update secara real-time dari JPNN.com Bali.

MORE FROM THIS CATEGORY