Bahas AI, Universitas Bakrie Ingatkan Warganet Kritis Terhadap Informasi yang Beredar

4 minggu ago  ·  3 min read
By John Hernandez - pesonatropis.com
khrisna-gen-1783706362-d22f549961

Latest Program: Universitas Bakrie Bahas AI dan Kritis Informasi

Pesonatropis.com – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin mendominasi berbagai aspek kehidupan masyarakat modern. Perkembangan teknologi ini tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga membentuk ulang interaksi sosial di ruang digital. Seiring dengan pesatnya adopsi AI, muncul pula tantangan baru yang berkaitan dengan budaya viral di media sosial. Tantangan tersebut menuntut masyarakat untuk lebih selektif dan kritis dalam menyikapi informasi yang beredar luas di berbagai platform.

Perkembangan ini menjadi pembahasan utama dalam Webinar Contemporary Digital Culture 2026. Acara yang diselenggarakan oleh Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie ini berlangsung pada hari Jumat, tanggal 10 Juli. Webinar tersebut menghadirkan perspektif mendalam tentang bagaimana teknologi mengubah dinamika sosial dan budaya masyarakat kontemporer. Melalui Latest Program ini, publik diajak untuk memahami peran penting AI dalam kehidupan sehari-hari.

AI sebagai Bagian Tak Terpisahkan dari Kehidupan Sehari-hari

Dr. Hany Nurahmawati, Ph.D., seorang dosen sekaligus Communication Specialist, menjadi narasumber utama dalam acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa kehadiran internet, media sosial, dan AI telah mengubah kehidupan manusia menjadi jauh lebih kompleks dari sebelumnya. Menurut Hany, generasi muda yang terus mengejar perkembangan dunia digital tidak bisa dilepaskan dari peran AI dalam kehidupan mereka.

“Anak muda yang mengejar dunia digital sekarang tidak bisa dilepaskan dari AI,” kata Hany dalam paparannya.

Dalam presentasi bertajuk “Post Human Rituals: How AI is Reshaping Cyber Culture, Belonging, and Meaning”, Hany menyampaikan pandangannya bahwa AI kini telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Teknologi ini bukan lagi sekadar pelengkap media sosial, melainkan telah mengubah cara manusia berinteraksi, merasa memiliki, dan menemukan makna dalam kehidupan digital. Hal ini sejalan dengan tujuan Latest Program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Perubahan Pola Pencarian Informasi

Salah satu perubahan signifikan yang diidentifikasi oleh Hany adalah pergeseran kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi. Dulu, ketika membutuhkan jawaban atas pertanyaan tertentu, orang-orang cenderung menggunakan mesin pencari seperti Google. Namun, kini banyak generasi muda yang langsung bertanya kepada aplikasi berbasis AI seperti Meta AI, Gemini, Siri, hingga ChatGPT.

Perubahan ini mencerminkan bagaimana AI tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga menjadi sumber informasi primer bagi banyak orang. Hal ini membawa implikasi penting terhadap cara kita mengevaluasi kebenaran informasi yang diterima. Masyarakat perlu memahami bahwa AI dapat memberikan jawaban cepat, namun tidak selalu akurat tanpa verifikasi lebih lanjut.

Kebijakan Internasional sebagai Referensi

Hany juga memberikan contoh konkret dari kebijakan yang diterapkan di berbagai negara. Ia menyoroti kebijakan di Prancis yang memperbolehkan mahasiswa memanfaatkan AI saat menyelesaikan tugas kuliah. Namun, ada ketentuan penting yang harus dipatuhi, yaitu hasil kerja yang menggunakan AI tidak boleh disalin mentah-mentah tanpa modifikasi atau verifikasi lebih lanjut.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa AI diakui sebagai alat bantu yang berharga, namun tetap memerlukan keterlibatan aktif manusia dalam proses pembelajaran dan verifikasi informasi. Melalui Latest Program, Universitas Bakrie ingin mendorong masyarakat untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam memanfaatkan teknologi AI.

Menyikapi Era Digital dengan Kritis

Dengan semakin merajalelanya AI dan budaya viral di media sosial, masyarakat dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik. Informasi yang beredar dengan cepat di berbagai platform tidak selalu akurat atau dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, penting bagi publik untuk tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap konten yang mereka konsumsi.

Webinar Contemporary Digital Culture 2026 menjadi wadah yang tepat untuk membahas isu-isu penting ini. Melalui diskusi yang mendalam, peserta dapat memahami bagaimana AI membentuk ulang budaya digital dan apa yang perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Latest Program ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman dan perspektif mereka.

Sebagai institusi pendidikan yang peduli dengan perkembangan ilmu komunikasi, Universitas Bakrie terus berupaya memberikan wawasan terkini kepada masyarakat. Melalui acara-acara seperti webinar ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi transformasi digital yang terus berlangsung. Dengan pendekatan kritis terhadap informasi, kita dapat memanfaatkan AI secara optimal tanpa kehilangan kemampuan berpikir mandiri.

MORE FROM THIS CATEGORY