Akhir Pelarian Pelaku Pengeroyokan Maut di Bandung, Diciduk saat Sembunyi di Cianjur
Polrestabes Bandung Sukses Tangkap Pelaku
Pesonatropis.com – Setelah beberapa bulan berlarian, polisi akhirnya berhasil menangkap salah satu pelaku pengeroyokan yang menyebabkan kematian seorang pria di Jalan Terusan Pasirkoja, Kota Bandung, pada Januari lalu. Tersangka, yang masih berusia di bawah umur, ditangkap di Kabupaten Cianjur. Ini adalah penghentian investigasi kasus kekerasan yang berdampak fatal tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengungkapkan bahwa penangkapan terjadi pada Sabtu (4/7/2026) setelah tim kepolisian melakukan pencarian intensif. Menurut Anton, pelaku adalah anggota dari kelompok geng motor yang sering terlibat dalam aksi kekerasan di kota tersebut. “Kami dari Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil menangkap salah satu pelaku yang teridentifikasi memang banyak terlibat beberapa kejadian-kejadian di Kota Bandung yang masih di bawah umur,” jelas Anton di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (7/7/2026).
Profil Pelaku dan Latar Belakang Kasus
Menurut informasi yang disampaikan, pelaku berusia 17 tahun dan tinggal di Kabupaten Bandung. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa tersangka dan rekan-rekannya melarikan diri setelah melakukan aksi pengeroyokan maut pada 29 Januari 2026. Dalam kejadian tersebut, korban meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.
Kasat Reskrim juga menjelaskan bahwa selama beberapa bulan, tim penyelidik terus memburu pelaku. Meski mulai lari, tersangka tetap menjadi fokus utama karena keterlibatannya dalam serangkaian kasus kekerasan. “Pihak kami telah melacak keberadaannya hingga ke pelosok Kabupaten Cianjur,” tambah Anton.
Penangkapan di Naringgul dan Proses Selanjutnya
Pelaku akhirnya ditemukan di Naringgul, Kabupaten Cianjur, saat sedang bersembunyi di rumah keluarganya. Menurut Anton, penangkapan dilakukan setelah tim melakukan operasi penyisiran di area tersebut. “Ditangkapnya di wilayah Kabupaten Cianjur, di Naringgul. Dia sembunyi di situ, di rumah keluarganya,” tuturnya.
Kasus ini berawal dari kejadian pengeroyokan yang terjadi pada 29 Januari 2026. Saat itu, MN, seorang pria yang berusia 35 tahun, menjadi korban serangan dari sekelompok pelaku yang tergabung dalam geng motor. Dalam aksi tersebut, korban mengalami luka parah hingga akhirnya meninggal dunia. Sejumlah saksi menyebutkan bahwa pelaku menggunakan senjata tajam dan batu untuk menyerang korban.
Kasat Reskrim menyatakan bahwa pihaknya sedang mengejar pelaku lain yang terlibat dalam kejadian tersebut. “Kami masih dalam proses mengidentifikasi jumlah pelaku dan kelompok yang terlibat,” ujarnya. Ia menambahkan, bahwa tersangka ini merupakan salah satu dari empat orang yang dugaan kuat terlibat dalam aksi pembunuhan.
Kelompok Geng Motor dan Keterlibatannya dalam Kekerasan
Kelompok geng motor ini telah terlibat dalam beberapa aksi kekerasan di Kota Bandung. Selain pengeroyokan MN, mereka juga pernah menyerang pengendara lain di jalur Jalan Raya Ir. H. Juanda. Menurut Anton, kegiatan para pelaku tidak hanya terbatas pada perampokan, tetapi juga mencakup penganiayaan hingga pembunuhan. “Kelompok ini kerap melakukan aksi dengan cara kasar, baik secara individu maupun bersama-sama,” kata dia.
Penyelidikan terhadap kelompok ini dimulai setelah korban MN ditemukan tewas di Jalan Terusan Pasirkoja. Dalam proses investigasi, polisi berhasil mengumpulkan bukti bahwa para pelaku menggunakan kekerasan berkelompok untuk menyerang korban. “Kami yakin ada pola kriminal yang terstruktur dalam tindakan mereka,” jelas Anton.
Kondisi Korban dan Peran Keluarga
Korban, MN, sebelumnya bekerja sebagai tukang ojek dan tinggal di sebuah rumah sederhana di Bandung. Menurut saksi, korban tidak memiliki riwayat konflik dengan para pelaku sebelum kejadian. “Korban hanya sedang menunggu pelanggan di depan rumahnya saat terjadi serangan,” ujar seorang tetangga korban.
Keluarga korban terlihat sedih dan kecewa setelah tersangka berhasil melarikan diri. Mereka berharap penangkapan ini bisa memberikan keadilan. “Kami berharap semua pelaku bisa ditangkap agar korban tidak merasa ditelantarkan,” kata ibu korban. Selain itu, keluarga juga meminta pihak kepolisian untuk mempercepat proses hukum.
Kemungkinan Penyebab Pelarian Pelaku
Pelarian pelaku selama beberapa bulan diduga dikarenakan kekhawatiran akan pemeriksaan lebih lanjut. Selama ini, para pelaku berusaha menghindari pelaku kekerasan dengan berpindah ke wilayah lain. “Mereka mungkin merasa aman karena lokasi sembunyi mereka cukup jauh dari Bandung,” kata Anton.
Polrestabes Bandung juga mengungkapkan bahwa para pelaku dikenal sebagai pelaku yang tidak takut mengambil risiko. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka terus melakukan aksi kekerasan, termasuk serangan terhadap korban MN. “Kasus ini menjadi contoh bagaimana kekerasan berkelompok bisa terjadi di Kota Bandung,” jelas Anton.
Kondisi Saat Ini dan Harapan Masa Depan
Saat ini, pelaku yang ditangkap telah dikenai tindakan tegas oleh pihak kepolisian. Tim penyidik sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk menuntut pelaku secara hukum. “Kami akan memberikan sanksi maksimal sesuai dengan perbuatan mereka,” kata Anton.
Kasus pengeroyokan maut ini menimbulkan perhatian publik terhadap keamanan di Kota Bandung. Para warga mengharapkan pihak kepolisian bisa mengambil tindakan cepat untuk mengurangi aksi kekerasan berkelompok. “Kami mendukung upaya polisi untuk menangkap semua pelaku,” ujar seorang warga sekitar.
Menurut Anton, penangkapan pelaku ini adalah awal dari investigasi lebih lanjut. “Kami masih memburu pelaku lain yang belum ditangkap,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus berupaya memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.

