Viral Petani Diangkut Drone Sejauh 1,5 Km di Tuban – Begini Penjelasan Pemiliknya

4 minggu ago  ·  4 min read
By Patricia Jones - pesonatropis.com
155fc5fc-f9d0-4cfa-ad0e-5f1271f07459-0

Viral Petani Diangkut Drone Sejauh 1,5 Km di Tuban, Begini Penjelasan Pemiliknya

Video Viral Menunjukkan Teknologi Pertanian Inovatif di Tuban

Pesonatropis.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pekerja pertanian diangkut menggunakan drone menyebar cepat di platform media sosial. Rekaman tersebut diunggah oleh akun TikTok mbahkaruhon.tiktok.com dan telah dilihat oleh ribuan pengguna. Aksi unik ini menarik perhatian publik, terutama karena menunjukkan bagaimana teknologi modern digunakan untuk mengatasi tantangan operasional di sektor pertanian.

Direktur Perusahaan Pastikan Drone Miliknya Dipakai untuk Transportasi

Video yang viral tersebut menampilkan seorang pekerja diterbangkan dari lahan pertanian menuju area parkir kendaraan dengan jarak sekitar satu kilometer lima ratus meter. Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto, mengonfirmasi bahwa drone dalam video adalah milik perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Meski demikian, ia menegaskan bahwa orang yang diangkut bukanlah dirinya sendiri.

“Bukan saya yang naik drone. Yang naik drone itu kepala pekerja area, dia mitra saya,” ujar Budianto saat dihubungi pada Senin (6/7).

Penjelasan tentang Penggunaan Drone di Area Berlumpur

Budianto menjelaskan bahwa video tersebut direkam di salah satu lahan perkebunan yang dikelola perusahaan di kawasan Merakurak, Kabupaten Tuban. Wilayah ini dikenal memiliki medan yang sulit dilalui karena kondisi tanah berlumpur dekat pantai. “Akses jalannya enggak bisa (dilalui kendaraan) karena memang belum ada jalan,” tambahnya.

Menurut Budianto, penggunaan drone pertanian ini dimulai sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur. Lahan yang berada di daerah rawan banjir dan berlumpur sering kali mengganggu akses normal, sehingga memaksa perusahaan untuk mencari alternatif. Drone yang digunakan memiliki kapasitas besar dan dirancang khusus untuk keperluan pertanian, memungkinkan pengangkutan barang maupun orang dalam jarak yang relatif jauh.

Proses Operasional dan Manfaat Teknologi Drone

Perusahaan telah mengadaptasi drone sebagai alat transportasi yang efisien, terutama saat kondisi cuaca atau tanah tidak mendukung penggunaan kendaraan konvensional. “Dengan drone, kita bisa memastikan kebutuhan operasional tetap terpenuhi meski jalur utama rusak,” kata Budianto. Dia juga menyebutkan bahwa penggunaan teknologi ini telah memberikan dampak positif, seperti mengurangi risiko kecelakaan saat pekerja berjalan di medan berlumpur.

Menurut informasi yang didapat, drone ini dikendalikan secara manual oleh operator yang berada di lokasi parkir. Tali khusus menghubungkan drone dengan pekerja, memungkinkan transportasi vertikal dan horizontal sekaligus. Meski prosesnya membutuhkan koordinasi ekstra, Budianto mengatakan bahwa hal ini justru meningkatkan efisiensi kerja, terutama di musim hujan atau saat tanah tergenang air.

Keterlibatan Pekerja dan Kontribusi Mitra Perusahaan

Dalam video, pekerja yang diangkut menggunakan drone disebut sebagai kepala area yang bekerja sama dengan perusahaan. Posisi ini memerlukan pemahaman mendalam tentang teknologi drone dan kemampuan mengoperasikannya di lingkungan yang kurang ideal. Budianto menegaskan bahwa mitra ini telah menjalani pelatihan khusus untuk menguasai penggunaan perangkat tersebut.

Penjelasan Budianto menyoroti bahwa penggunaan drone bukanlah langkah yang spontan, melainkan hasil evaluasi terhadap tantangan sehari-hari di wilayah Merakurak. “Kita harus kreatif karena kondisi lahan selalu berubah. Drone jadi pilihan terbaik saat jalan masih tergenang,” ujarnya.

Kondisi Lapangan dan Kebutuhan Solusi Inovatif

Wilayah Merakurak memiliki karakteristik tanah yang mudah berlumpur, terutama setelah hujan deras. Dengan jarak antara lahan dan titik parkir yang mencapai 1,5 km, penggunaan drone menjadi solusi yang lebih praktis dibandingkan menyeberangi sungai atau jalan berlumpur dengan berjalan kaki. Budianto menjelaskan bahwa perusahaan juga menggunakan drone untuk mengangkut alat-alat pertanian, pupuk, atau bahan baku lainnya ke lokasi kerja.

Kebutuhan inovasi ini semakin mendesak karena pertanian di daerah tersebut memerlukan akses yang stabil. Tanpa drone, pekerja harus menempuh perjalanan panjang dengan risiko tertumbung lumpur atau kelelahan yang berlebihan. Teknologi ini tidak hanya memudahkan transportasi, tetapi juga meningkatkan produktivitas kerja.

Masa Depan Penggunaan Drone di Sektor Pertanian

Dengan keberhasilan implementasi drone di Tuban, Budianto berharap teknologi ini bisa diterapkan lebih luas di wilayah lain yang menghadapi masalah serupa. “Kalau bisa, kita ingin ekspansi ke area lain yang sulit dijangkau,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa perusahaan sedang merancang penggunaan drone dengan kapasitas lebih besar untuk mengangkut pekerja atau bahan dalam jumlah yang lebih banyak.

Bagi para pekerja, pengalaman menggunakan drone menjadi pengalaman baru. Mereka awalnya merasa heran, tetapi seiring waktu, hal ini justru menjadi bagian dari rutinitas. Budianto menekankan bahwa keberadaan drone bukan hanya untuk memudahkan transportasi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap kenyamanan dan keselamatan pekerja di lapangan.

Video ini menjadi bukti bagaimana teknologi modern bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah operasional di bidang pertanian. Dengan adanya drone, perusahaan tidak hanya bisa menjaga produktivitas, tetapi juga meminimalkan risiko kecelakaan dan biaya operasional yang lebih tinggi. Harapan Budianto adalah bahwa penggunaan drone akan menjadi bagian dari inovasi pertanian di masa depan, khususnya di daerah yang kurang terjangkau oleh infrastruktur tradisional.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News.

MORE FROM THIS CATEGORY