Oxford United Tak Ikut Piala Presiden 2026, Erick Thohir Beri Penjelasan Begini
Pesonatropis.com – Dalam penyelenggaraan Piala Presiden 2026, klub Oxford United yang sebelumnya menjadi salah satu peserta pada edisi sebelumnya tidak lagi terlibat. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang memberikan penjelasan mengenai alasan keputusan tersebut. Menurut Erick, kehadiran Oxford United di tahun ini dipertimbangkan berdasarkan strategi penyelenggaraan agar turnamen lebih menarik dan menawarkan pertandingan dengan tim-tim yang memiliki sejarah bermain di luar negeri.
Latar Belakang Kehadiran Oxford United di Piala Presiden 2025
Sebelumnya, Oxford United memang berpartisipasi dalam Piala Presiden 2025, yang menjadi ajang pramusim pertama sejak berdirinya turnamen tersebut. Klub asal Inggris ini sekaligus menjadi salah satu dari dua tim asing pertama yang mengikuti kompetisi ini, bersama Port FC dari Thailand. Dalam edisi 2025, Oxford United menunjukkan performa yang cukup baik, hingga mencapai babak final. Namun, mereka gagal menjadi juara setelah kalah dari Port FC dengan skor 1-2.
Kehadiran Oxford United di Piala Presiden 2025 memang mendapat perhatian khusus, terutama karena mereka diperkuat dua pemain Timnas Indonesia, yakni Ole Romeny dan Marselino Ferdinan. Kedua pemain tersebut menjadi faktor penting dalam permainan klub tersebut, meski hasil akhir tidak memuaskan. Erick Thohir, selaku pemilik Oxford United, menyatakan bahwa keikutsertaan klub ini bukan hanya sekadar ajang pertandingan, tetapi juga peluang bagi tim-tim asing untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi.
Peningkatan Jumlah Peserta dan Penyesuaian Struktur Turnamen
Pada Piala Presiden 2026, jumlah peserta meningkat dari enam klub menjadi delapan. Perubahan ini dilakukan untuk memperkaya pengalaman para tim serta memperluas daya tarik turnamen. Dari delapan klub yang terlibat, lima di antaranya berasal dari Indonesia, yakni Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Arema FC. Sementara itu, Port FC dari Thailand tetap menjadi peserta, sebagaimana di edisi sebelumnya.
Adapun klub yang menggantikan Oxford United adalah Tampines Rovers dari Singapura dan DPMM FC asal Brunei Darussalam. Erick Thohir menjelaskan bahwa keputusan untuk mengganti Oxford United dilakukan setelah evaluasi terhadap struktur turnamen. Ia mengatakan bahwa penyelenggaraan 2026 lebih menekankan pada keseimbangan antara tim lokal dan tim internasional, sehingga peserta baru dianggap lebih relevan untuk menyukseskan format ini.
“Memang, kan, Piala Presiden ini harus menarik. Kami juga melakukan improvisasi tahun ini dengan melibatkan klub-klub legendaris dan tim dari luar negeri sebagai tontonan yang lebih menarik,” ujar Erick Thohir saat jumpa pers di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin (6/7).
Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir juga menegaskan bahwa keikutsertaan tim-tim asing bukan hanya untuk menambah keragaman, tetapi juga sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pertandingan. “Ini kesempatan bagi semua klub di Indonesia, selain bersaing dalam sejarah mereka, juga bisa berlatih untuk mencapai titik tertentu, sambil berhadapan dengan tim internasional seperti Port FC yang kemarin juara,” tambahnya.
Keputusan untuk mengganti Oxford United menjadi tim dari Singapura dan Brunei Darussalam menimbulkan penyesuaian dalam latar belakang pertandingan. Tampines Rovers, yang merupakan klub profesional di Liga Premier Singapura, memiliki pengalaman dalam kompetisi internasional. Sementara DPMM FC, yang bermain di Liga Premier Brunei, juga dikenal sebagai tim dengan daya tahan dan mental bertanding yang kuat. Dengan adanya kedua klub ini, Erick Thohir mengharapkan Piala Presiden 2026 dapat menjadi platform yang lebih kompetitif dan menantang.
Proyeksi Piala Presiden 2026 dan Target Kompetisi
Erick Thohir menyatakan bahwa Piala Presiden 2026 memiliki ambisi untuk menjadi salah satu ajang yang paling bergengsi di Asia Tenggara. Ia menekankan bahwa turnamen ini tidak hanya bertujuan memperkuat hubungan antar klub, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sepak bola Indonesia secara nasional dan internasional.
Dalam konteks ini, Erick mengungkapkan bahwa kehadiran klub-klub asing dapat memberikan pengalaman berharga bagi tim-tim lokal. “Klub internasional seperti Tampines Rovers atau DPMM FC bisa membantu para pemain dan pelatih Indonesia memahami gaya bermain serta strategi pertandingan yang berbeda,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya melibatkan tim-tim dengan kualifikasi yang seimbang, agar pertandingan tidak terasa dominan oleh satu pihak.
Menurut Erick, penyelenggaraan Piala Presiden 2026 juga merupakan uji coba untuk menilai seberapa siap Indonesia dalam menghadapi kompetisi tingkat Asia. “Kami ingin melihat kemampuan tim-tim lokal dalam menghadapi lawan dari negara lain, sehingga bisa menjadi dasar untuk mengembangkan sepak bola nasional ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan turnamen ini akan menjadi indikator penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia di masa depan.
Kehadiran Oxford United dalam Piala Presiden 2025 sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola. Sebagai klub yang dikenal memiliki kualitas teknik dan struktur tim yang solid, keberadaannya di kompetisi ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan eksposur sepak bola Indonesia di kancah internasional. Namun, keputusan untuk menggantinya di tahun ini terasa seperti perubahan arah yang sengaja diambil oleh penyelenggara.
Pengaruh Absensi Oxford United Terhadap Piala Presiden 2026
Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan penyesuaian peserta yang dilakukan Erick Thohir. Mereka berargumen bahwa Oxford United memiliki reputasi yang sudah terbentuk dan bisa menjadi bagian penting dari keberhasilan turnamen. Namun, Erick menjelaskan bahwa penyesuaian ini lebih fokus pada keberlanjutan dan kualitas kompetisi. “Kami ingin memastikan bahwa Piala Presiden 2026 tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga secara teknik dan strategis,” katanya.
Kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pertandingan, karena tim-tim baru seperti Tampines Rovers dan DPMM FC memiliki latar belakang yang berbeda. Dengan melibatkan klub dari Singapura dan Brunei, turnamen ini bisa menjadi jembatan untuk menguatkan pertukaran pemain serta pengalaman bermain di luar negeri. Erick Thohir menegaskan bahwa keputusan ini tidak terburu-buru, dan telah dipertimbangkan secara matang.
Menurut laporan, banyak pemain muda Indonesia yang menilai keikutsertaan Oxford United sebagai peluang untuk menunjukkan kemampuan mereka. Namun, dengan adanya perubahan ini, harapan tersebut sekarang berpindah ke klub baru. Erick Thohir juga berharap, Piala Presiden 2026 bisa menjadi momentum untuk mengukir sejarah baru di Asia Tenggara, terutama dalam pengembangan sepak bola nasional.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.

