New Policy: Koster Nyatakan Komitmen Bali untuk Dukung Prabowo
Pesonatropis.com – Komitmen Pemerintah Provinsi Bali terhadap New Policy yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto telah menjadi fokus utama Gubernur Wayan Koster. Dalam keterangan resminya, Koster menegaskan bahwa Bali siap menjadi mitra aktif dalam mewujudkan kebijakan nasional ini, dengan menjalankan langkah konkret untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lancar.
Komitmen Bali dalam New Policy
Koster menegaskan bahwa sistem pemerintahan terintegrasi membutuhkan keterlibatan daerah dalam setiap aspek kebijakan strategis. “Kita adalah satu sistem, yang mencakup Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Di mana daerah memiliki kewajiban mutlak untuk melaksanakan kebijakan New Policy yang dipimpin oleh Presiden Prabowo,” jelasnya dalam wawancara eksklusif.
Menurut Koster, keberhasilan New Policy bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut bahwa Pemprov Bali telah bergerak cepat dalam menyediakan fasilitas lahan untuk tiga program prioritas nasional, yang merupakan bagian dari implementasi kebijakan ini.
Program Prioritas Pemprov Bali
Satu dari tiga program tersebut adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi fokus utama pemerintah nasional. Koster menjelaskan bahwa Bali telah mengajukan permohonan penyediaan lahan seluas 7,1 hektare kepada Kepala Badan Gizi Nasional sejak 20 Mei 2025. Lahan ini akan digunakan untuk mendirikan pusat distribusi makanan bergizi, yang diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat miskin.
Dua program lainnya mencakup pengembangan energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan. Koster menekankan bahwa New Policy tidak hanya berfokus pada program MBG, tetapi juga menjangkau sektor-sektor strategis lainnya. “Kami memastikan bahwa setiap kebijakan New Policy di Bali terukur dan berdampak nyata bagi rakyat,” tambahnya.
Koordinasi dan Sinergi Pemprov Bali
Untuk mempercepat pelaksanaan New Policy, Pemprov Bali aktif melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga terkait. Koster mengatakan bahwa para pejabat daerah terus berkomunikasi dengan Kementerian Pangan, Kementerian Perdagangan, dan lembaga keuangan guna memastikan logistik serta dana yang cukup untuk program tersebut.
Koster juga menyebut bahwa keberhasilan New Policy bergantung pada transparansi dan akuntabilitas. “Kami berkomitmen untuk menjalankan semua program secara terbuka, agar masyarakat bisa melihat hasilnya langsung,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, Bali diharapkan menjadi contoh dalam menjalankan kebijakan nasional secara efektif.
Di sisi lain, Koster membahas isu miring yang sering beredar di media sosial. Ia menyatakan bahwa Pemprov Bali telah berupaya mematahkan narasi yang tidak jelas sumbernya. “Kami sudah mengambil langkah nyata sejak lama, jadi tidak perlu menunggu pernyataan dari luar untuk membuktikan komitmen kita,” jelasnya.
Sebagai bagian dari New Policy, Bali juga fokus pada pengembangan daerah terpencil melalui program energi terbarukan. Koster menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memperluas akses listrik, sehingga masyarakat pedesaan bisa menikmati manfaat dari pembangunan yang lebih merata.
Dalam rangka mewujudkan New Policy, Pemprov Bali terus mendorong kerja sama lintas sektor. “Kami tidak hanya mengandalkan kewenangan lokal, tetapi juga membangun sinergi dengan institusi pusat untuk memastikan program ini berjalan optimal,” tambah Koster. Pendekatan ini diperlukan agar kebijakan nasional bisa berdampak maksimal di provinsi ini.

