Sport

Topics Covered: PSSI Utus Asisten Pelatih Johnny Jansen Ikut Pelatihan FIFA di Thailand

PSSI Utus Asisten Pelatih Johnny Jansen Ikut Pelatihan FIFA di Thailand Program Peningkatan Kompetensi Pelatih di Thailand Topics Covered - Sejumlah pelatih

Desk Sport
Published Juni 9, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

PSSI Utus Asisten Pelatih Johnny Jansen Ikut Pelatihan FIFA di Thailand

Program Peningkatan Kompetensi Pelatih di Thailand

Topics Covered – Sejumlah pelatih sepak bola Indonesia kini tengah mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak bola Internasional (FIFA) di Thailand. Program ini menjadi bagian dari upaya PSSI untuk meningkatkan kualifikasi dan kapasitas para pelatih di sektor kepelatihan. Salah satu peserta yang turut terlibat dalam pelatihan tersebut adalah asisten pelatih Bali United, I Gde Mahatma Dharma, yang lebih dikenal dengan nama Dede. Menurut informasi terbaru, Dede menghadiri program FIFA Coach Educator Development sejak awal bulan Juni 2026.

Acara pelatihan ini berlangsung selama beberapa hari, mulai dari Senin (1/6) hingga Sabtu (6/6) lalu. Selama periode tersebut, Dede berkesempatan untuk menimba ilmu dari para pelatih senior yang telah terakreditasi FIFA. Melalui surat penugasan resmi PSSI Nomor 2593/UDN/1507/V-2026, Dede ditunjuk sebagai anggota Delegasi Coach Educator (CE) bersama dengan Ridho Jaya Maulana. Tugas khusus yang diberikan kepada Dede meliputi peran sebagai interpreter, yang membantunya berkomunikasi dengan pelatih-pelatih senior lainnya.

“Program ini memberikan kesempatan bagi para pelatih untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan mereka, serta membangun jaringan antar pelatih di tingkat internasional,” ungkap salah satu peserta pelatihan.

Kolaborasi dengan Federasi Sepak Bola Thailand

Sebagai bagian dari program FIFA, pelatihan ini juga melibatkan perwakilan pelatih dari Federasi Sepak Bola Thailand. Interaksi antara pelatih Indonesia dan para pengajar dari Thailand menjadi fokus utama selama empat hari di Cohort, Thailand. Tujuan dari kolaborasi ini adalah memperkuat kompetensi para pelatih dalam aspek teknis dan pedagogis, serta mengadopsi metode pengajaran terkini yang selaras dengan standar internasional.

Dede tidak sendirian dalam mewakili Bali United. Dalam delegasi tersebut, juga terdapat Ridho Jaya Maulana, yang menjalani pelatihan sebagai bagian dari tim khusus yang ditunjuk oleh PSSI. Keduanya akan berperan dalam memastikan komunikasi yang efektif selama program berlangsung. Selain itu, para pelatih senior lainnya yang turut terlibat dalam program ini akan bertindak sebagai Coach Educator Developer (CED), yaitu individu yang bertugas memperkenalkan konsep pelatihan kepada peserta dari negara lain.

Beberapa nama pelatih yang menjadi bagian dari program ini antara lain Aldi Iqbal Tawakal, Mundari Karya, Kartono Pramdhan, Firmansyah Agus Purnomo, Marwal Iskandar, Bambang Nurdiansyah, dan John Arwandi. Mereka merupakan tokoh-tokoh sepak bola yang telah memperoleh pengalaman berharga selama bertahun-tahun di lapangan. Kehadiran mereka dalam pelatihan ini menunjukkan komitmen PSSI untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendalam dan berkelanjutan.

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Pelatihan FIFA Coach Educator Development bertujuan untuk membangun kapasitas pelatih dalam mengembangkan teknik, taktik, dan pendidikan sepak bola di tingkat lokal maupun nasional. Dengan mengikuti program ini, para peserta diharapkan mampu memperluas wawasan tentang metode pembelajaran modern, penggunaan teknologi dalam pelatihan, serta pemahaman terhadap standar kualifikasi yang berlaku di tingkat FIFA.

Bagi Dede, ini adalah kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan sebagai pelatih profesional. Sebagai asisten pelatih Johnny Jansen, ia bertugas mendukung tim utama Bali United, tetapi kini fokusnya bergeser ke pengembangan diri melalui pelatihan yang dirancang oleh FIFA. Dede dan Ridho Jaya Maulana akan berperan sebagai jembatan antara pelatih senior Thailand dan peserta lainnya, termasuk para pelatih dari federasi sepak bola lainnya yang ikut serta.

Pelatihan ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan sejumlah pelatih Indonesia kepada masyarakat internasional. Para peserta, termasuk Aldi Iqbal Tawakal dan Mundari Karya, akan membagikan pengalaman mereka sekaligus belajar dari para pelatih dari negara-negara lain. Mereka diharapkan mampu membangun koneksi yang bermanfaat untuk ke depannya, baik dalam konteks pembelajaran maupun kerja sama internasional.

Langkah Strategis PSSI

Langkah PSSI dalam mengirimkan pelatih ke pelatihan FIFA menunjukkan strategi jangka panjang dalam mengembangkan sepak bola Indonesia. Dengan menghadirkan pelatih dari berbagai latar belakang, program ini dirancang untuk menguatkan kapasitas kepelatihan nasional dan mengurangi ketergantungan pada pelatih asing. Selain itu, keikutsertaan Dede dalam program ini juga menjadi bentuk penghargaan atas kontribusinya sejauh ini terhadap Bali United.

Program pelatihan ini dilakukan secara berkala, dengan jadwal yang disesuaikan dengan kebutuhan pemain dan pelatih di Indonesia. PSSI menjadikan Thailand sebagai lokasi pelatihan karena keberhasilan federasi sepak bola tersebut dalam menciptakan sistem kepelatihan yang berkualitas. Dengan bergabung dalam program ini, para pelatih Indonesia bisa menyerap pengalaman dan keterampilan dari negara dengan sejarah sepak bola yang luas.

Kehadiran Dede di Thailand bukan hanya sekadar mengikuti pelatihan, tetapi juga menjadi bagian dari peran strategis PSSI dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan lokal. Selama pelatihan, ia akan mempelajari berbagai metode pengajaran yang bisa diterapkan dalam program pelatihan Bali United, sehingga memperkuat visi tim untuk menjadi salah satu klub yang berkompetisi di level nasional.

Sebagai tambahan, pelatihan ini juga membuka peluang bagi pelatih-pelatih Indonesia untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan teknis dan kebijakan dalam kompetisi sepak bola. Dengan memiliki sertifikasi FIFA, mereka bisa menjadi pemandu utama dalam mengembangkan sepak bola di Indonesia, terutama di tingkat muda atau sekolah sepak bola.

Harapan besar ditempatkan pada peserta pelatihan ini, agar setelah kembali ke Indonesia, mereka mampu membagikan ilmu dan pengalaman yang didapat. P

Leave a Comment