Perluas Kiprah di Pasar Global, Sarinah Hadirkan 43 Brand Lokal ke MASA Singapore 2026
Pesonatropis.com – PT Sarinah (Persero) melangkah lebih jauh dalam memperkuat kehadirannya di kancah industri kreatif internasional dengan mengikuti acara MASA Singapore 2026. Acara ini, yang dikenal sebagai A Movement Across Time, menjadi platform untuk memperkenalkan ekspresi kreatif dari pelaku industri Indonesia ke panggung global. MASA tidak hanya memperlihatkan karya-karya dari sektor fesyen, desain, seni, dan kuliner, tetapi juga menggabungkan elemen musik serta hospitality. Pertemuan ini berlangsung di dua lokasi utama, yaitu Takashimaya Shopping Centre dan Gardens by the Bay, Singapura, selama 2 hingga 5 Juli 2026.
Peran Sarinah sebagai Penjembatannya
MASA Singapore 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan berbagai komunitas dan produsen kreatif dari Indonesia ke luar negeri. Sarinah, sebagai pengelola acara, berperan aktif dalam memperluas akses brand lokal ke pasar internasional. Dengan membawa 43 merek terpilih, perusahaan ini berharap dapat memperkenalkan wajah baru Indonesia melalui inovasi dan kreativitas yang mencerminkan identitas budaya. Acara ini tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menyajikan pengalaman yang menggambarkan nilai-nilai unik yang terkandung dalam setiap karya.
Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Raisha Syarfuan, menegaskan bahwa partisipasi perusahaan ini dalam MASA merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Sarinah sebagai pusat ekonomi kreatif yang berkembang. “Singapura dipilih karena menjadi hub regional yang sangat strategis. Di sana terdapat beragam komunitas, pelaku industri kreatif, serta konsumen global yang menghargai kualitas, desain, dan cerita di balik sebuah produk,” ujarnya dalam keterangan resmi.
“Kami percaya bahwa setiap karya yang kami bawa ke MASA Singapore 2026 membawa identitas Indonesia, dan melalui Sarinah, cerita-cerita tersebut dapat menjangkau audiens yang lebih luas di pasar internasional,” tambah Raisha.
Acara ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan brand-brand lokal bukan hanya sebagai komoditas yang kompetitif, tetapi juga sebagai representasi dari kekayaan budaya dan kreativitas Indonesia. Raisha menjelaskan bahwa Sarinah berkomitmen untuk menampilkan produk-produk yang dianggap memiliki nilai sejarah, estetika, serta keahlian dalam craftsmanship. “Kami ingin menunjukkan bahwa brand lokal Indonesia tidak hanya memiliki daya saing, tetapi juga mampu menginspirasi pengalaman baru bagi konsumen global,” katanya.
Kurasi Merek yang Mewakili Kategori Beragam
Dalam ajang MASA Singapore 2026, Sarinah membawa 43 merek yang terpilih secara ketat, berasal dari delapan kategori produk. Merek-merek ini dipilih karena mampu memadukan inovasi dengan tradisi, serta menunjukkan keunikan seni dan keterampilan lokal. Dari kategori fesyen hingga hospitality, setiap brand yang diperkenalkan dirancang untuk memperkaya pemahaman dunia internasional tentang keberagaman Indonesia.
Kurasi merek ini juga mencakup produk-produk yang menonjolkan keberlanjutan dan keterlibatan masyarakat lokal. “Dengan menampilkan 43 brand dari berbagai sektor, kami ingin menunjukkan bahwa ekonomi kreatif Indonesia berkembang secara holistik dan berkelanjutan,” kata Raisha. Selain itu, partisipasi Sarinah dalam MASA Singapore 2026 diharapkan mampu mendorong kolaborasi antara pelaku industri dalam negeri dengan pasar global.
Visi MASA sebagai Gerakan Budaya Global
MASA Singapore 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga alat untuk membangun jembatan antara budaya Indonesia dan komunitas internasional. Acara ini memperlihatkan bagaimana seni, musik, dan desain dapat menciptakan pengalaman yang mendalam bagi audiens. Raisha menjelaskan bahwa Sarinah berusaha menghadirkan produk yang mampu menjawab kebutuhan pasar modern sekaligus mempertahankan nilai-nilai tradisional.
Menurut Raisha, MASA memperlihatkan ekspresi kebudayaan Indonesia yang dinamis. “Masa ini membawa kisah-kisah yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, baik dalam bentuk karya seni, desain, maupun keahlian kerajinan,” ujarnya. Dengan partisipasi Sarinah, acara tersebut semakin menjadi ruang untuk menyebarluaskan narasi-narasi kreatif yang relevan dengan tren global.
Acara MASA Singapore 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan brand-brand lokal ke panggung yang lebih luas. Selain itu, Sarinah juga ingin memperkuat hubungan ekonomi dengan Singapura, yang merupakan pasar strategis karena terletak di tengah Asia Tenggara. “Singapura memiliki infrastruktur yang memadai, konsumen yang terbuka, serta kebijakan yang mendukung inovasi. Ini membuat acara tersebut menjadi sangat relevan untuk membangun jaringan bisnis dan kreatif,” tambah Raisha.
Dalam konteks globalisasi, MASA Singapore 2026 dianggap sebagai langkah penting untuk memperkenalkan kekuatan ekonomi kreatif Indonesia. Sarinah berharap acara ini menjadi media untuk menginspirasi pelaku industri lainnya. “Dengan menampilkan brand-brand yang memiliki cerita unik, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing di kancah global,” ujarnya. Lebih dari itu, Sarinah ingin membangun kepercayaan pelaku bisnis internasional terhadap kualitas dan keunikan produk lokal.
Menurut Raisha, MASA Singapore 2026 bukan hanya tentang memamerkan produk, tetapi juga tentang menceritakan bagaimana produk-produk tersebut dibuat. “Setiap karya yang kami bawa ke Singapore memiliki proses produksi yang menggambarkan keahlian dan dedikasi para pelaku industri,” ucapnya. Dengan demikian, acara ini menjadi bukti bahwa keberhasilan ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya tergantung pada produk, tetapi juga pada nilai-nilai yang diwakili oleh setiap karya.
Sarinah juga berupaya memperluas wawasan dan minat pasar internasional terhadap kekayaan seni dan budaya Indonesia. “Kami ingin menunjukkan bahwa brand lokal Indonesia tidak hanya kompetitif, tetapi juga mampu menawarkan pengalaman yang unik dan bernilai tinggi,” katanya. Partisipasi ini juga menjadi bentuk dukungan Sarinah terhadap pertumbuhan industri kreatif nasional, dengan harapan dapat membuka peluang kolaborasi dan ekspor yang lebih luas.
Dalam rangka memperkuat kiprah di pasar global, Sarinah memastikan bahwa semua brand yang dihadirkan memiliki kualitas yang terjaga. “Setiap brand yang dipilih harus mampu menunjukkan inovasi, keterampilan, serta keunikan yang mencerminkan identitas Indonesia,” ujarnya. Dengan menampilkan 43 merek yang terkurasi, acara ini diharapkan menjadi ajang untuk menyebarluaskan citra Indonesia sebagai negara yang mampu menghasilkan produk dengan nilai ekonomi dan budaya yang tinggi.
MASA Singapore 2026 menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan Sarinah untuk menyebarluaskan ekonomi kreatif Indonesia. Dengan dukungan pemerintah serta berbagai pihak terkait, Sarinah percaya bahwa brand lokal memiliki potensi untuk menjangkau pasar global. “Kami ingin menjadi penyambung lidah bagi para pelaku industri kreatif lokal, agar mereka dapat berbicara dengan dunia internasional secara lebih efektif,” katanya.
Menurut Raisha, MASA juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran masyarakat global terhadap keberagaman seni dan keterampilan yang ada di Indonesia. “Dengan menampilkan karya-karya yang beragam, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki produk yang menarik, tetapi juga memiliki proses produksi yang bermutu tinggi,” ujarnya. Partisipasi ini menegaskan komitmen Sarinah untuk terus memperluas jaringan kreatif dan ekonomi di tingkat internasional.
Silakan baca konten menarik

