Wagub Giri Prasta Beber Arah Baru Investasi Bali, tak Sekadar Kejar Pertumbuhan

3 minggu ago  ·  4 min read
By William Garcia - pesonatropis.com
b5a30d6c-548d-4e85-a867-bf25b05c3c1b-0

Wagub Giri Prasta Beber Arah Baru Investasi Bali, Tak Sekadar Kejar Pertumbuhan

Pesonatropis.com – DENPASAR – Nyoman Giri Prasta, Wakil Gubernur Bali, menegaskan komitmen Pemprov Bali untuk mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kualitas investasi, transformasi ekonomi, dan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Konsultasi bersama Wakil Ketua DPD RI Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum, anggota DPD RI, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di The Meru Sanur, Kamis (2/7).

Strategi Transformasi Ekonomi Bali

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta menjelaskan bahwa arah pembangunan Bali saat ini fokus pada perubahan struktur ekonomi melalui pendekatan Ekonomi Kerthi Bali. Pendekatan ini dianggap sebagai model yang memadukan pertumbuhan ekonomi dengan pengelolaan sumber daya alam dan budaya secara bijak. Kebijakan tersebut didukung oleh empat strategi utama, yakni pengembangan ekosistem investasi satu pintu, percepatan transformasi digital, kolaborasi antar institusi vertikal, serta pemetaan peluang investasi berdasarkan karakteristik Bali.

Ekosistem investasi satu pintu, menurutnya, bertujuan untuk menyederhanakan proses pengambilan keputusan bagi investor. Dengan sistem ini, Pemprov Bali berharap mampu menarik lebih banyak modal masuk, terutama dari sektor-sektor strategis yang berkontribusi pada keberlanjutan daerah. Transformasi digital, sementara itu, dilihat sebagai sarana meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan menumbuhkan inovasi di berbagai sektor. Giri Prasta menekankan pentingnya kerja sama antar lembaga pemerintah, baik vertikal maupun horizontal, untuk memastikan kebijakan ini berjalan sinergis dan berdampak nyata.

Prioritas Investasi yang Berkelanjutan

Dalam menyusun prioritas investasi, Pemprov Bali mencoba menggabungkan kebutuhan ekonomi dengan nilai-nilai budaya dan lingkungan. Giri Prasta menjelaskan bahwa sektor-sektor seperti pertanian organik, energi bersih, serta industri yang berbasis budaya menjadi fokus utama. “Investasi di Bali harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Menurut Giri Prasta, pertanian organik dan energi bersih tidak hanya berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi dampak negatif dari pembangunan berlebihan. Sementara sektor industri berbasis budaya dianggap sebagai peluang besar untuk mengembangkan wisata yang unik dan berkelanjutan. Ia menyoroti peran ekonomi kreatif dan digital dalam memperkuat daya saing Bali di pasar global. “Dengan mengintegrasikan teknologi, kita bisa menciptakan inovasi yang memperkaya pengalaman wisatawan,” lanjutnya.

Peran Pariwisata Budaya dan Wellness Tourism

Di bidang pariwisata, Giri Prasta menyampaikan bahwa Pemprov Bali terus memperkuat kualitas dan daya saing wisata berbasis budaya yang bermartabat. Ia menegaskan bahwa pariwisata bukan hanya sekadar penghasil pendapatan, tetapi juga menjadi medium untuk melestarikan nilai-nilai tradisional serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Wellness tourism, yang menjadi bagian dari arah baru investasi, dilihat sebagai komponen penting dalam memperluas segmen pasar wisatawan yang memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan.

“Transformasi ini membutuhkan kolaborasi yang intens antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Kami ingin menciptakan ekosistem yang saling mendukung, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan lingkungan atau kekayaan budaya Bali,” ujar Giri Prasta. Ia juga menyebutkan bahwa kebijakan investasi yang diterapkan harus mencerminkan prinsip keseimbangan, baik dalam pengelolaan sumber daya maupun pembagian manfaat.

“Seluruh sektor ini harus saling bersinergi untuk mewujudkan perekonomian daerah yang tangguh, unggul, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Wagub Giri Prasta.

Upaya Membangun Infrastruktur Ramah Lingkungan

Di samping itu, Giri Prasta menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan. Ia menjelaskan bahwa proyek-proyek infrastruktur tidak hanya diukur berdasarkan kemudahan akses, tetapi juga ketersedian ruang hijau, pengelolaan limbah, dan pengurangan emisi. “Kita ingin menciptakan kota yang indah, tetapi juga bisa menampung pertumbuhan ekonomi secara bertahap,” katanya.

Komitmen ini sejalan dengan visi Bali sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan. Pemprov Bali, menurutnya, sedang menyiapkan berbagai program peningkatan kualitas lingkungan, seperti penghijauan kawasan wisata, pengelolaan air tanah secara terpadu, serta pengembangan transportasi ramah lingkungan. Selain itu, ada pula upaya memperkuat ekonomi lokal melalui pelatihan dan pengembangan SDM yang kompeten di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

Peluang dan Tantangan di Depan

Mengenai tantangan, Giri Prasta mengakui bahwa pergeseran fokus investasi ke arah berkelanjutan memerlukan perubahan paradigma. Ia menyebutkan bahwa banyak investor masih terbiasa mengutamakan pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi Bali ingin menarik mereka yang siap berinvestasi untuk jangka panjang. “Kita butuh investor yang mau berkontribusi pada keberlanjutan, bukan hanya mengharapkan keuntungan instan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran kementerian terkait dalam mendukung transformasi ini. Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, memberikan apresiasi terhadap upaya Bali dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan digital. “Bali bisa menjadi contoh nasional untuk integrasi antara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan,” kata Airlangga. Selain itu, Giri Prasta berharap kerja sama dengan DPD RI bisa menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif, terutama dalam mendistribusikan manfaat ekonomi ke masyarakat luas.

Dalam kesimpulan, arah baru investasi Bali bertujuan menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan daerah. Giri Prasta yakin, dengan pendekatan yang holistik, Bali bisa menjadi destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mampu mengembangkan ekonomi yang seimbang dan berkelanjutan. “Kami tidak ingin Bali hanya menjadi kota yang indah, tetapi juga menjadi kota yang berdaya saing dan berdampak positif untuk generasi mendatang,” tutupnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News.

MORE FROM THIS CATEGORY