UMKM Binaan PT Astra International Tembus Ekspor, Omzet Petani Naik Jadi Rp 11,9 M

1 bulan ago  ·  4 min read
By David Johnson - pesonatropis.com
18575771-04c7-48bc-ac0f-297b767dc623-0

UMKM Binaan PT Astra International Tembus Ekspor, Omzet Petani Naik Jadi Rp 11,9 M

Pesonatropis.com – Banyuwangi, JPNN.com – Program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dijalankan PT Astra International di daerah ini berhasil membawa perubahan signifikan. Dengan pendampingan berkelanjutan, para pelaku usaha lokal serta kelompok tani mampu meningkatkan kapasitas operasional, menjelajahi pasar baru hingga ke luar negeri, dan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sebagai penggerak perekonomian desa. Salah satu capaian penting terjadi pada kelompok tani buah naga yang diasuh Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra di Desa Sumbermulyo.

Produksi Buah Nagatikungkap Peningkatan Kapasitas

Kelompok tani tersebut mendapat bantuan yang komprehensif, termasuk pelatihan teknik budidaya organik, perbaikan proses pascapanen sesuai standar ekspor, serta akses ke pasar yang lebih luas. Hasilnya, sertifikasi budidaya organik berhasil diperoleh, sehingga produk mereka semakin diminati. Produksi buah naga mengalami lonjakan hampir dua kali lipat, dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025. Omzet kelompok tani juga mengalami peningkatan drastis, berkali-kali meningkat dari Rp 1,9 miliar menjadi Rp 11,9 miliar dalam rentang waktu yang sama.

Selain dijual sebagai buah segar, hasil panen juga dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Contohnya, buah naga yang diolah menjadi sale dan buah naga dehidrasi. Proses pengolahan ini memberi nilai lebih kepada bahan baku, memungkinkan kelompok tani menjangkau segmen konsumen yang lebih luas. Kini, produk-produk tersebut tidak hanya dipasarkan secara domestik, tetapi juga diekspor ke Singapura dan Hong Kong. Pencapaian ini menunjukkan bagaimana pembinaan dari Astra membuka jalan bagi keberlanjutan usaha pertanian lokal.

Dalam konteks pembangunan ekonomi, program Astra memberi dampak yang signifikan. Para petani tak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat kelembagaan kelompok mereka. Bantuan dari Pusat Pengembangan UMKM (PPU) membantu mengembangkan sistem distribusi yang lebih efektif, serta memfasilitasi koneksi dengan pembeli eksportir. Dengan demikian, selain memperoleh pendapatan yang lebih stabil, petani juga belajar teknik manajemen yang bisa diterapkan dalam skala lebih besar.

Desa Sejahtera Astra (DSA) Kemiren: Transformasi Ekonomi Berbasis Budaya

Keberhasilan serupa terjadi di Desa Sejahtera Astra (DSA) Kemiren. Sejak menerima bantuan pendampingan dari Astra pada 2024, desa wisata yang berbasis budaya Osing ini berkembang menjadi pusat perekonomian masyarakat. Berbagai pelaku UMKM mulai berpartisipasi dalam memperkaya pengalaman wisatawan, sekaligus menciptakan peluang usaha baru. Misalnya, pengolahan produk lokal seperti kerajinan tradisional dan makanan khas berbasis bahan alami menguntungkan banyak pihak.

Proses transformasi DSA Kemiren menggambarkan bagaimana akses ke sumber daya ekonomi bisa mengubah struktur sosial dan ekonomi sebuah desa. Pemuda setempat aktif dalam mengembangkan inovasi, sementara ibu-ibu rumah tangga terlibat dalam produksi dan pengemasan. Selain itu, pelatihan tentang manajemen keuangan dan pemasaran online menjadi bagian penting dari program tersebut. Hal ini memastikan usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.

Kelompok tani dan UMKM di Banyuwangi kini menunjukkan peran penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi. Peningkatan omzet yang signifikan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga memperkuat daya saing sektor pertanian lokal. Keterlibatan pihak ekspor memperlihatkan bahwa hasil pertanian Indonesia bisa bersaing di tingkat internasional, selama didukung oleh pendekatan yang tepat.

Strategi Astra: Membentuk Ekosistem yang Saling Terhubung

Program yang dijalankan PT Astra International menekankan kolaborasi antara sektor pertanian, UMKM, dan pemerintah daerah. Pendekatan ini menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, di mana kebutuhan pasar dijembatani dengan kapasitas produksi yang optimal. Dengan adanya pengawasan pascapanen dan sertifikasi organik, kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk meningkat, sehingga nilai jual tumbuh pesat.

Salah satu aspek krusial dalam program ini adalah penguatan kelembagaan. Kelompok tani dibantu dalam mengatur kegiatan produksi, membagi risiko, serta mengelola pendapatan. Ini meminimalkan ketergantungan pada satu pihak, sekaligus membangun jaringan kerja yang lebih efisien. Selain itu, akses ke pembiayaan menjamin kelangsungan usaha, terutama bagi petani yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Keberhasilan yang diraih tidak terlepas dari komitmen Astra dalam membangun kemampuan sumber daya manusia. Pelatihan berkala dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar, baik lokal maupun global. Dengan adanya perubahan tata kelola, para petani dan pelaku usaha mampu menghadapi tantangan seperti persaingan, fluktuasi harga, dan keterbatasan infrastruktur. Pada akhirnya, program ini menjadi contoh bagaimana keterlibatan perusahaan multinasional bisa memberi kontribusi nyata untuk pengembangan desa.

Dalam konteks perekonomian nasional, ekspor dari Banyuwangi memberi angin segar bagi sektor pertanian. Produk buah naga yang menembus pasar Singapura dan Hong Kong mengartikan bahwa komoditas lokal Indonesia memiliki potensi untuk menarik perhatian konsumen internasional. Keberhasilan ini juga menginspirasi kelompok tani di wilayah lain untuk mengadopsi metode serupa.

Selain berdampak pada ekonomi, program Astra membantu memperkuat identitas budaya setempat. Di DSA Kemiren, wisata berbasis budaya Osing tak hanya menarik kunjungan, tetapi juga mengangkat nilai-nilai tradisional sebagai daya tarik utama. Kemajuan di Banyuwangi menjadi bukti bahwa pembinaan yang terstruktur

MORE FROM THIS CATEGORY