Pupuk Kaltim Raih Penghargaan di Ajang AREA 2026

1 bulan ago  ·  4 min read
By Michael Taylor - pesonatropis.com
7f06166a-d399-4a15-a259-66519cc144fd-1

Pupuk Kaltim Memperoleh Penghargaan di Ajang AREA 2026

Pesonatropis.com – Kota Bontang, Jawa Barat – Perusahaan pemroduksi pupuk, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), berhasil meraih penghargaan Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2026 dalam kategori Social Empowerment. Penghargaan ini mengakui dedikasi perusahaan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah bagi lingkungan sekitar. Sejak tahun 2019, Pupuk Kaltim telah berulang kali mengantarkan prestasi serupa, menunjukkan komitmen terus-menerus dalam pengembangan program sosial yang berdampak luas.

Program Cendawan Juara: Membangun Ekonomi Berkelanjutan

Dalam ajang yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat (26/6), Pupuk Kaltim mengungkapkan inisiatif terbaru berupa program “Cerdas Dalam Wirausaha Jamur Unggulan untuk Masyarakat Sejahtera (CENDAWAN JUARA).” Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengintegrasikan budidaya jamur dengan peningkatan keterampilan warga lokal, serta penguatan kerja sama antar komunitas. Lokasi pelaksanaan program berada di Kelurahan Guntung, Kota Bontang, yang dipilih karena potensi lingkungan dan sumber daya alam yang mendukung ekosistem jamur organik.

Program CENDAWAN JUARA dirancang sebagai solusi inovatif dalam mengatasi tantangan ekonomi di daerah terpencil. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkuat struktur ekonomi lokal melalui pendekatan ekonomi sirkular, di mana limbah atau sisa bahan dari satu industri menjadi bahan baku untuk industri lain. Hal ini menciptakan lingkaran ekonomi yang berkelanjutan, mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Rezha Abdillah, VP TJSL Pupuk Kaltim, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk melatih masyarakat agar mampu membangun usaha mandiri yang berbasis sumber daya lokal.

“Melalui Cendawan Juara, Pupuk Kaltim mendorong pendekatan ekonomi sirkular dalam membangun usaha masyarakat yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tapi juga memberi manfaat nyata terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Rezha Abdillah seusai menerima penghargaan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Program ini diluncurkan pada tahun 2025 dan akan berlangsung hingga 2029, memberikan pendampingan jangka panjang bagi kelompok binaan. Rezha menegaskan bahwa konsep utama dari CENDAWAN JUARA adalah menciptakan sistem usaha yang tidak hanya berdiri sendiri, tetapi juga saling mendukung. “Kami percaya bahwa pengembangan usaha lokal harus dilengkapi dengan tata kelola yang baik dan keterlibatan aktif masyarakat,” tambahnya.

Dalam menjalankan program, Pupuk Kaltim menggandeng para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) serta komunitas setempat. Penguatan kelembagaan kelompok menjadi salah satu komponen kunci, karena mendorong kerjasama yang lebih kuat dan efisien. Selain itu, pelatihan teknis dan manajemen usaha juga diberikan secara rutin, sehingga masyarakat tidak hanya memahami teknik budidaya jamur, tetapi juga mampu mengelola usaha secara profesional. Hasilnya, usaha kecil yang dihasilkan dari program ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada pasar eksternal sekaligus meningkatkan daya tahan ekonomi wilayah.

Penghargaan di AREA 2026 menjadi pengakuan atas keberhasilan Pupuk Kaltim dalam menggabungkan inovasi teknologi dengan kearifan lokal. Rezha menyoroti bahwa program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan dapat berperan dalam pengembangan ekonomi hijau. “CENDAWAN JUARA bukan hanya sekadar program pelatihan, tetapi juga strategi untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang pertanian dan usaha kecil,” jelasnya.

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu membentuk ekosistem usaha yang tangguh, di mana warga menjadi pengusaha mandiri dengan pendapatan yang stabil. Rezha menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi semangat baru bagi tim Pupuk Kaltim untuk terus memperluas cakupan program ke wilayah lain di Kalimantan Timur dan Indonesia. “Kami ingin menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain bagaimana kerja sama dengan komunitas lokal bisa menghasilkan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan,” katanya.

Komitmen Pupuk Kaltim dalam Social Empowerment juga mencerminkan visi perusahaan untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan sosial dan lingkungan. Dengan pendekatan yang holistik, perusahaan tidak hanya fokus pada produksi pupuk, tetapi juga pada pengembangan kehidupan masyarakat sekitar. Program CENDAWAN JUARA menjadi salah satu bukti nyata bahwa pengaruh perusahaan bisa mencapai level yang lebih luas, yaitu pembangunan ekonomi berkelanjutan yang diukur berdasarkan kualitas hidup masyarakat.

Rezha menekankan bahwa keberhasilan program ini juga didukung oleh peran aktif pemerintah daerah dan lembaga nirlaba. “Kerjasama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi faktor penentu keberlanjutan program,” kata Rezha. Ia menambahkan bahwa langkah-langkah seperti peningkatan akses ke pasar, penyediaan infrastruktur, dan pemberdayaan sumber daya manusia harus terus dikembangkan untuk memastikan hasil yang optimal.

Kemitraan dengan masyarakat lokal menjadi aset penting bagi Pupuk Kaltim dalam mencapai tujuan sosial dan lingkungan. Program CENDAWAN JUARA memberikan pelatihan secara intensif, mulai dari teknik budidaya jamur hingga manajemen usaha. Dengan demikian, warga tidak hanya memperoleh keterampilan praktis, tetapi juga pengetahuan tentang pengelolaan usaha yang profesional. “Kami berharap program ini bisa menjadi fondasi bagi wirausaha lokal yang berkualitas,” ujar Rezha.

Dalam konteks global, penghargaan dari AREA 2026 menunjukkan bahwa Pupuk Kaltim telah mencapai standar internasional dalam pengelolaan usaha berbasis sosial. Hal ini menjadi bukti bahwa inisiatif kecil dari perusahaan bisa menghasilkan dampak besar, terutama dalam mendorong perekonomian masyarakat yang lebih inklusif. Selain itu, penghargaan ini juga memberikan dorongan bagi Pupuk Kaltim untuk terus berinovasi dalam model bisnis yang ramah lingkungan dan berdaya saing.

Menurut data yang diungkapkan Rezha, program CENDAWAN JUARA telah memberikan manfaat langsung kepada sekitar 500 peserta di Kota Bontang. Mereka mampu memproduksi jamur secara skala kecil hingga menengah, yang kemudian dijual ke pasar lokal dan nasional. Dengan pendekatan ekonomi sirkular, limbah dari proses budidaya jamur diolah menjadi bahan baku untuk usaha lain, seperti pengolahan makanan atau pembersihan lingkungan. “Ini adalah langkah nyata untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih hijau,” ujarnya.

Penghargaan di AREA 2026 juga memperkuat reputasi Pupuk Kaltim sebagai perusahaan yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang berkontribusi pada kehidupan masyarakat. Rezha mengatakan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat setempat. “Kami berharap program ini bisa diadopsi oleh perusahaan lain sebagai model inovasi sosial yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.

MORE FROM THIS CATEGORY