Mewakili Presiden, KSP Dudung Sampaikan Pesan untuk Rifki, Peserta Gugur dalam Latsarmil Kopdes

1 bulan ago  ·  4 min read
By Michael Taylor - pesonatropis.com
068ba27b-187f-49eb-9751-0cf29e385a2b-0

Mewakili Presiden, KSP Dudung Sampaikan Pesan untuk Rifki, Peserta Gugur dalam Latsarmil Kopdes

Pesonatropis.com – SUMEDANG, jabar.jpnn.com – Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menghadiri acara takziah di rumah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, calon manager Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel) yang meninggal dunia di Kabupaten Sumedang. Rifki tewas pada Jumat (26/6/2026) dini hari saat mengikuti Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) sebagai bagian dari program pengembangan SDM. Kedatangan Dudung diiringi oleh Bupati dan Pangdam, yang bersama-sama menyampaikan dukacita atas kepergian Rifki, yang dinilai sebagai bagian dari kekuatan pemuda nasional.

Dudung mengungkapkan bahwa kepergian Rifki bukan hanya duka pribadi, tetapi juga pengorbanan besar bagi bangsa. “Kami hari ini ke rumah almarhum didampingi teman-teman, Bupati, dan Pangdam. Tujuan utamanya adalah menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga besar Rifki, serta menghormati jasa-jasa yang telah ia sumbangkan selama mengikuti latihan SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia),” ujar Dudung usai menghadiri acara tersebut di Jalan Serma Muchtar, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Selasa (30/6).

“Saya atas nama negara dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengucapkan rasa belasungkawa yang mendalam. Rifki merupakan putra terbaik bangsa yang berjuang untuk membangun masyarakat melalui program pendidikan. Kehilangan dia adalah pengorbanan yang sejalan dengan semangat perjuangan bangsa,” jelas Dudung.

Dudung menekankan bahwa latihan SPPI dan Latsarmil adalah bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang tangguh dan memiliki kompetensi khusus. “Pendidikan militer di sini tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan, disiplin, dan dedikasi untuk kepentingan bersama,” tambahnya. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan SDM yang mampu mendorong pembangunan nasional.

Rifki, yang merupakan salah satu peserta Latsarmil Kopdeskel, dikenal sebagai sosok bersemangat dan aktif dalam kegiatan koperasi desa. Sebagai calon manager, ia diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui inovasi dan keahlian yang diperoleh selama pelatihan. Namun, nasib tragis mengambil nyawanya sebelum ia bisa menyelesaikan tugasnya. Dudung menyampaikan bahwa kepergian Rifki menjadi pengingat bagi semua peserta pelatihan tentang pentingnya semangat berjuang dan kesabaran dalam menghadapi tantangan.

Dalam pengungkapannya, Dudung juga menyebutkan bahwa keluarga Rifki sudah mengikhlaskan kepergiannya. “Meski mereka sudah menerima kehilangan ini, rasa sedih dan kehilangan tetap terasa dalam setiap anggota keluarga,” kata Dudung. Ia menjelaskan bahwa Rifki adalah putra pertama dari dua bersaudara, sehingga kepergiannya memberikan dampak emosional yang lebih dalam.

Pelatihan SPPI dan Latsarmil di Sumedang merupakan salah satu dari beberapa program nasional yang bertujuan memperkuat peran pemuda dalam pembangunan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah, dengan fokus pada pemberdayaan desa dan pengembangan kompetensi kader. Rifki, sebagai salah satu peserta, dianggap sebagai contoh bagus dari generasi muda yang mampu menyeimbangkan tugas akademik dan kontribusi sosial.

Dudung menambahkan bahwa pihak kepresidenan sangat menghargai partisipasi Rifki dalam program ini. “Kehilangan dia menjadi kesedihan yang luar biasa, tetapi kami percaya kontribusinya akan terus diingat dan diapresiasi oleh masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh peserta pelatihan untuk terus bersemangat dan menjadi pahlawan masa depan bangsa.

“Kehilangan Rifki adalah kehilangan sebuah harapan. Namun, keberadaannya sebagai putra terbaik bangsa akan selalu menjadi inspirasi bagi kita semua,” tutur Dudung.

Sebagai bagian dari program Latsarmil Kopdeskel, Rifki diberikan pelatihan intensif selama beberapa minggu untuk mengasah keterampilan manajerial dan kepemimpinan. Program ini diselenggarakan oleh KSP dalam kerja sama dengan lembaga koperasi desa, dengan harapan muncul tokoh-tokoh muda yang mampu mengelola sumber daya lokal secara efektif. Meski nasibnya tidak berakhir dengan sempurna, pencapaian Rifki selama pelatihan tetap diakui sebagai langkah penting dalam perjalanan pribadinya.

Keluarga Rifki mengungkapkan bahwa kepergian anaknya tidak hanya mengguncang mereka, tetapi juga masyarakat setempat. “Rifki selalu aktif dalam kegiatan desa, termasuk membantu pengembangan ekonomi dan memperkuat kebersamaan warga. Jadi, ia adalah bagian dari kita,” kata salah satu anggota keluarga, yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa keluarga berharap Rifki bisa dianggap sebagai pahlawan kecil yang mendedikasikan hidupnya untuk kebaikan bersama.

KSP Dudung juga menegaskan bahwa kepergian Rifki menjadi momentum untuk memperkuat komitmen program pengembangan SDM. “Dari kejadian ini, kami berharap semua peserta lebih waspada dan menghargai setiap kesempatan yang diberikan,” katanya. Ia menyarankan bahwa kegiatan pelatihan harus tetap dilakukan meskipun ada risiko, karena manfaatnya jauh lebih besar daripada potensi kerugian.

Sebagai pemimpin KSP, Dudung berharap program seperti Latsarmil dan SPPI terus berkembang, dengan pendampingan yang lebih intensif dan perawatan yang memadai. “Kami akan memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan dukungan penuh selama pelatihan, agar mereka siap menghadapi tantangan di masa depan,” jelasnya. Selain itu, pihak KSP juga akan melaksanakan evaluasi terhadap pelatihan tersebut, guna meminimalkan risiko serupa.

Dudung mengakhiri wawancara dengan mengingatkan bahwa kepergian Rifki adalah bagian dari perjalanan bangsa. “Dari setiap kehilangan, kita belajar untuk lebih berjuang. Rifki adalah bukti bahwa keberanian dan semangat berkarya bisa menembus segala hambatan,” pungkasnya. Ia juga berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk memperhatikan kesehatan dan keamanan peserta pelatihan, terutama dalam lingkungan yang dinamis dan menantang.

Program Latsarmil Kopdeskel sendiri telah menghasilkan sejumlah alumni yang berdampak signifikan di masyarakat. Rifki, sebagai salah satu peserta, dikenal sebagai sosok yang aktif dan penuh inisiatif. Dengan meninggalnya Rifki, KSP berharap masyarakat tidak menghentikan dukungan terhadap program ini, karena keberhasilan membangun desa sangat bergantung pada keterlibatan pemuda yang berkompeten.

Sebagai penguasaan di bidang keuangan dan manajemen, Rifki berharap bisa menjadikan Kopdeskel sebagai wadah pemberdayaan ekonomi warga. “Kepergian Rifki adalah kehilangan besar, tetapi ia telah meninggalkan warisan yang akan terus berkembang di masa depan,” kata Bupati Sumedang yang turut hadir dalam acara takziah tersebut. Ia menegaskan bahwa semua peserta program akan terus didorong untuk melanjutkan misi yang ditinggalkan Rifki.

Dudung berharap kejadian ini menjadi pembelajaran

MORE FROM THIS CATEGORY