Terekam CCTV – Bule Diduga Gasak Kosmetik Senilai Rp 1,5 Juta di Palembang

1 bulan ago  ·  4 min read
By Patricia Jones - pesonatropis.com
3ac0a2ea-25f2-4a20-b2a2-687f7883079d-0

Terekam CCTV, Bule Diduga Gasak Kosmetik Senilai Rp 1,5 Juta di Palembang

Kejadian di Plaju, Palembang, Viraldi Media Sosial

Pesonatropis.com – jpnn.com, PALEMBANG – Seorang warga negara asing (WNA) yang dikenal sebagai bule, bersama dua temannya, terlibat dalam aksi pencurian sejumlah produk kosmetik di sebuah toko yang berlokasi di Jalan D.I Panjaitan, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju, Palembang. Kejadian ini terjadi pada Kamis (11/6/2026), dan secara cepat menarik perhatian publik setelah diunggah ke media sosial. Dalam video tersebut, tiga individu tampak bekerja sama untuk mengelabui kamera pengawas serta petugas toko.

Menurut informasi yang dihimpun, aksi pencurian tersebut diduga dilakukan secara terencana. Seorang pria bertugas mengalihkan perhatian petugas toko, sementara dua perempuan, termasuk salah satu dari mereka yang berambut pirang dan memakai topi, bergerak ke arah rak-rak produk. Mereka tampak memilih, memegang, hingga mencium barang-barang kosmetik seolah-olah sedang melakukan pembelian. Namun, berdasarkan rekaman CCTV, sejumlah barang justru masuk ke dalam tas mereka tanpa melalui proses pembayaran.

Strategi Pencurian yang Terlihat Jelas

Berdasarkan keterangan dari petugas toko, Eka, kejadian tersebut terjadi saat pria tersebut berusaha menunjukkan produk-produk yang ingin dibeli. Ia berbicara dengan Eka dan rekan sejawatnya, sambil mengajak mereka berdiskusi mengenai harga dan kualitas barang. “Pria itu terus bertanya dan menunjukkan foto produk yang katanya sedang dicari, sehingga perhatian kami teralihkan,” ungkap Eka, Senin (29/6/2026).

“Pria itu terus bertanya dan menunjukkan foto produk yang katanya sedang dicari, sehingga perhatian kami teralihkan,” ungkap Eka, Senin (29/6/2026).

Dalam kesempatan yang sama, dua perempuan lainnya bergerak di bagian toko yang berbeda. Mereka diperkirakan memanfaatkan situasi ketika petugas toko sibuk berbincang dengan pria itu. Tindakan mereka tampak mencurigakan karena terlihat mengambil barang secara tergesa-gesa, seolah takut terkejut. Polisi setempat masih memeriksa CCTV untuk memastikan identitas pelaku serta alur aksi mereka.

Barang yang Diduga Dicuri Beragam dan Mahal

Eka menambahkan bahwa produk yang dicuri bukan hanya kosmetik dengan harga tinggi seperti bedak dan lipstik, tetapi juga beberapa item kecil seperti deodoran. Kebanyakan barang tersebut diduga berasal dari rak-rak yang berada di bagian depan toko. “Kami tidak menyadari hingga satu jam setelahnya, saat memeriksa laci di belakang counter,” jelas Eka. Hal ini membuat kejutan bagi petugas toko yang awalnya percaya bahwa pembeli tersebut sudah membeli barang-barang tersebut.

Menurut sumber di lapangan, aksi ini terjadi di tengah ramai pengunjung. Toko tersebut berada di area yang cukup terbuka, sehingga memudahkan pelaku untuk berpura-pura membeli barang. Dua perempuan tersebut juga dikenal sering mengunjungi toko tersebut, sehingga petugas merasa lebih mudah mempercayai mereka. Namun, kejadian ini menggambarkan betapa rentannya toko kecil dari tindakan pencurian yang terencana.

Analisis Polisi terhadap Aksi Pencurian

Pihak kepolisian setempat mengecek lokasi kejadian dan menemukan bukti-bukti dari kamera pengawas. Mereka menyatakan bahwa tiga pelaku tersebut memiliki peran yang berbeda. Pria bertugas membangun kesan sebagai pembeli, sementara dua perempuan, yang diduga juga WNA, mengambil barang secara diam-diam. “Tidak ada yang merasa curiga karena mereka berpakaian rapi dan berbicara sopan,” kata Kepolisian Plaju, dalam pernyataan resmi yang diterbitkan pada hari berikutnya.

Kejadian ini menjadi sorotan karena menunjukkan cara baru dalam mencuri. Dengan menggunakan strategi mengalihkan perhatian, pelaku mampu mengambil barang tanpa ketahuan. Polisi menyatakan bahwa mereka sedang menelusuri identitas dua perempuan tersebut, termasuk apakah mereka warga asing atau tidak. Tidak ada tanda-tanda kecurangan yang mencolok, sehingga membuat aksi ini terlihat lebih mengesankan.

Konteks Pencurian di Area Plaju

Area Plaju, Palembang, dikenal sebagai pusat perdagangan yang aktif. Banyak toko kecil dan toko besar yang berdiri di sekitar Jalan D.I Panjaitan, termasuk toko yang menjadi lokasi kejadian. Pencurian yang terjadi pada Kamis (11/6/2026) menunjukkan bahwa meskipun toko tersebut ramai, tetap saja ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku. Eka menyebut bahwa selama sepekan terakhir, tidak ada aksi serupa yang terjadi.

Seorang saksi mata di sekitar toko mengatakan bahwa kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.00. “Pria itu terus menunjukkan barang ke petugas, sementara dua wanita mengambil sejumlah produk secara diam-diam,” kata saksi tersebut. Ia menambahkan bahwa setelah aksi selesai, pelaku langsung keluar dari toko tanpa menunjukkan tanda-tanda kejadian kecurangan. Mereka tampak tenang dan tidak terburu-buru, sehingga memperkuat dugaan bahwa ini adalah rencana yang matang.

Respons dari Toko dan Pihak Terkait

Eka dan timnya sedang memperbaiki sistem keamanan toko mereka setelah kejadian ini. Mereka berencana menambahkan kamera tambahan serta memasang sistem pengontrolan yang lebih ketat. “Kami ingin menghindari kejadian serupa di masa depan,” kata Eka. Di sisi lain, polisi menyatakan bahwa mereka akan menelusuri alur perjalanan pelaku serta memastikan apakah ada keterlibatan dari pihak luar seperti pelaku lain yang terkait.

Kejadian ini juga memicu perdebatan di media sosial. Banyak warganet menilai bahwa aksi ini menggambarkan kejahatan yang kini lebih canggih. “Bule mencuri kosmetik, padahal mereka sudah bisa berbahasa Indonesia dengan baik,” tulis seorang warganet di Twitter. Namun, tidak semua orang menyetujui tindakan tersebut. “Mereka berpura-pura membeli, tapi malah mengambil barang

MORE FROM THIS CATEGORY