Ricuh di Tipikor Semarang – Pendukung Eks Bupati Pati Sudewo Naik Mobil Lapis Baja Brimob

1 bulan ago  ·  4 min read
By Susan Hernandez - pesonatropis.com
3e6c9bf4-2feb-4d40-b619-e094c83d84b6-0

Ricuh di Tipikor Semarang, Pendukung Eks Bupati Pati Sudewo Baku Tembak dengan Petugas

Pesonatropis.com – Selasa (29/6), kekacauan terjadi di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa Tengah, saat aksi massa berlangsung. Sejumlah ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam aksi Pati Bangkit menghadang mobil lapis baja milik Brimob, menyebarkan semangat dukungan kepada eks Bupati Pati Sudewo. Aksi ini dimulai sejak pagi hari, dengan massa mengisi ruang parkir dan sebagian besar berdiri di depan gedung pengadilan, menunjukkan solidaritas terhadap tokoh yang mereka yakini bersih dari tuduhan korupsi.

Aksi yang Memanas

Aksi Pati Bangkit diadakan sebagai bentuk penolakan terhadap tuntutan hukum yang dijatuhkan kepada Sudewo. Massa menyampaikan tuntutan agar eks bupati tersebut dibebaskan dari kasus dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa serta gratifikasi yang diterimanya di Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub). Demonstrasi ini menggema di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang, dengan suara peserta aksi terdengar cukup keras.

“Bebaskan Pak Sudewo, bebaskan Pak Sudewo, bebaskan Pak Sudewo,” teriak seorang orator menggunakan pengeras suara, dengan suara diikuti oleh para peserta aksi yang bersorak.

Aksi ini tidak hanya menuntut kebebasan Sudewo, tetapi juga menunjukkan kekecewaan terhadap proses hukum yang dianggap tidak adil. Sejumlah massa membawa spanduk bertuliskan “Sudewo Tidak Bersalah” dan “Korupsi adalah Rakyat,” sementara lainnya menggelar mobilisasi dengan membawa kembang api dan bendera partai. Tuntutan mereka terdengar menggema sepanjang hari, seiring dengan peningkatan jumlah peserta aksi yang terus berdatangan.

Kasus yang Menjadi Sorotan

Sudewo, mantan bupati Pati, sedang menghadapi tuntutan hukum atas kasus korupsi yang melibatkan pemerasan terhadap calon perangkat desa dan gratifikasi di DJKA Kemenhub. Kasus ini menjadi perhatian publik sejak lama, karena dianggap terkait dengan kebijakan pemerintahan daerah yang dianggap mendinginkan ekonomi lokal. Selain itu, tuntutan hukum ini juga dilihat sebagai bentuk tekanan politik terhadap tokoh yang pernah membawa keberhasilan dalam pembangunan kawasan perkebunan.

Pelaksanaan aksi ini berlangsung di tengah suasana yang mencekam, karena mobil lapis baja Brimob menjadi pusat perhatian. Massa menghadang kendaraan tersebut sejak pagi, menunggu saat Sudewo akan keluar dari ruang sidang. Pukul 09.50 WIB, Sudewo akhirnya muncul, didampingi oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menyapa para pengunjuk rasa dengan senyuman, sambil membawa kartu identitas dan surat pernyataan kesiapan menghadapi persidangan.

Adrenalina dalam Perjalanan Keluar

Beberapa saat setelah keluar dari ruang sidang, Sudewo dihimpit ke dalam mobil tahanan jenis Elf oleh polisi. Aksi ini menyebabkan ketegangan, karena massa mengira tindakan itu sebagai upaya menahan tokoh yang mereka dukung. Namun, mobil Elf tidak bisa bergerak keluar kompleks pengadilan karena dihadang oleh ratusan orang yang menutup akses jalan. Para pengunjuk rasa bersorak dan berteriak, sambil menunggu petugas KPK mengambil tindakan.

Pukul 10.29 WIB, Sudewo dipindahkan ke mobil lapis baja Brimob, dengan diiringi pengawalan ketat oleh petugas bersenjata lengkap. Kendaraan tersebut mulai bergerak, tetapi dihentikan kembali oleh massa yang masih bertahan di depan pengadilan. Beberapa peserta aksi bahkan naik ke atas mobil, duduk di bagian atap sambil mengacungkan tangan ke udara. Mereka berteriak seolah meminta pengadilan untuk memberikan keputusan yang adil.

“Semua berdoa supaya saya bebas,” ujar Sudewo, sambil membuka pintu atap mobil dan menyapa para pendukungnya dengan suara yang terdengar lantang.

Massa yang turut serta dalam aksi ini juga membagikan makanan ringan dan air minum kepada para petugas, sebagai bentuk apresiasi. Meski terlihat sedikit terganggu, Sudewo tetap bersemangat menunjukkan dukungan kepada para pendukung. Aksi ini memicu perdebatan antara pihak kepolisian dan massa, yang terus berlangsung hingga siang hari. Sebagian pendukung menilai tuntutan hukum terhadap Sudewo terlalu berlebihan, sementara lainnya mempertahankan penegakan hukum sebagai bentuk keadilan.

Suasana dan Dampak Aksi

Kegiatan aksi ini menimbulkan ketegangan yang cukup tinggi, dengan beberapa insiden minor terjadi saat mobil Brimob berusaha bergerak. Suara sorak dan teriakan pendukung menghiasi udara sepanjang waktu, sementara petugas KPK terus berusaha meredam emosi massa. Beberapa petugas sempat berdiri di bagian belakang mobil, memberi perintah untuk melanjutkan perjalanan.

Aksi ini juga menarik perhatian masyarakat sekitar, yang memantau dengan raut wajah antusias. Jumlah peserta aksi meningkat hingga mencapai ribuan orang, dengan berbagai lapisan masyarakat turut serta. Selain itu, aksi ini memicu diskusi di media sosial, di mana netizen membagikan video dan foto yang menggambarkan kegigihan para pendukung. Sebagian mengatakan bahwa aksi ini menunjukkan semangat anti-korupsi yang kuat, sementara sebagian lagi menilai bahwa dukungan tersebut lebih pada rasa keadilan politik.

Pengadilan Tipikor Semarang menjadi saksi bisu kekacauan ini, dengan para petugas berusaha mengamankan situasi. Meski begitu, aksi massa terus berlanjut, memperlihatkan kekuatan solidaritas yang dibawa oleh para pendukung Sudewo. Kegiatan ini tidak hanya memperlihatkan keinginan kebebasan, tetapi juga menyampaikan pesan politik yang terus berlangsung hingga saat ini.

Kasus Sudewo menjadi cerminan dari dinamika korupsi di Indonesia, di mana seseorang yang pernah mengubah kehidupan masyarakat bisa jadi menjadi korban tuntutan hukum. Aksi Pati Bangkit menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi perhatian utama, terutama bagi warga Pati yang ingin melihat proses hukum dijalani secara adil. Dengan pengeras suara dan spanduk, mereka ber

MORE FROM THIS CATEGORY