Warung Kopi Merakyat Hadir di Jalan Ibrahim Adjie, Berawal dari Kesulitan Pegawai
Pesonatropis.com – KOTA BANDUNG – Sebuah inisiatif baru dari dunia usaha mulai terlihat di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung. Warung Indo (Warkop) JustFoodHub.id, yang dikelola oleh PT Jembatan Utama Solusi Teknologi, resmi beroperasi setelah melihat adanya kebutuhan unik dari para karyawan. Perusahaan yang selama ini fokus pada pengembangan teknologi pendingin ruangan ini memutuskan untuk beralih ke bidang kuliner, dengan alasan yang sederhana namun strategis.
Asal Usul Warung Kopi Baru
Yabes Qaisario Tarigan, Direktur PT Jembatan Utama Solusi Teknologi, menjelaskan bahwa ide membuka warung kopi muncul dari pengamatan atas kesulitan karyawan dalam memenuhi kebutuhan makan. Sebagai perusahaan dengan 27 karyawan, mereka sering kali harus berjalan jauh untuk mencari tempat makan, terutama saat jam makan siang atau malam. “Kami menyadari bahwa para karyawan kerap menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari makanan. Akhirnya, ide muncul untuk membuka usaha makanan sendiri,” ujar Yabes, dikutip Minggu (28/6/2026).
Warung ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi untuk kebutuhan sehari-hari karyawan, tetapi juga menjadi langkah untuk menciptakan peluang kerja bagi warga sekitar. Menurut Yabes, sebagian besar tenaga kerja yang direkrut berasal dari rekomendasi para karyawan. “Orang-orang yang bekerja di sini juga sebagian besar dari rekomendasi pegawai kami. Syukurnya semua mendukung, dari warga sampai lingkungan sekitar,” tambahnya.
Sebelumnya, karyawan perusahaan harus pergi ke beberapa area seperti Babakan Sari atau Antapani untuk memenuhi rasa lapar. Jarak yang cukup jauh membuat mereka terkadang kelelahan atau terlambat kembali ke kantor. Dengan adanya warung kopi, kebutuhan ini diatasi secara langsung. Selain itu, Yabes menekankan bahwa usaha ini juga bertujuan untuk memberikan kontribusi sosial kepada komunitas lokal.
Konsep Warung Indo di Jalan Ibrahim Adjie
Warung Indo JustFoodHub.id tidak hanya menawarkan kopi, tetapi juga berbagai makanan ringan dan makanan utama yang bisa diakses oleh karyawan dan warga sekitar. Lokasi yang dipilih, Jalan Ibrahim Adjie Nomor 81, memang menjadi titik kumpul bagi banyak orang, baik dari karyawan perusahaan maupun penduduk setempat. “Kami ingin menjadi bagian dari lingkungan sekitar, bukan hanya menjual produk tetapi juga memberikan nilai tambah,” kata Yabes.
Dalam proses pembukaan, Yabes mengungkapkan bahwa perusahaan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekitar sebagai faktor utama. Dengan banyaknya kegiatan di sekitar kawasan tersebut, ia berharap warung kopi bisa menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai sambil menikmati hidangan yang lezat. “Keberadaan usaha ini diharapkan bisa memperkaya pilihan destinasi kuliner di kawasan ini,” ujarnya.
Selain mengakomodasi kebutuhan karyawan, warung kopi ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan inovasi dalam bidang kuliner. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan berupaya memperluas jangkauan layanannya, mulai dari menu tradisional hingga modern. Yabes menjelaskan bahwa pengelolaan usaha ini dilakukan secara profesional, dengan memperhatikan aspek kebersihan dan kualitas makanan.
Warung Indo JustFoodHub.id juga dikenalkan sebagai bagian dari perusahaan yang ingin mengembangkan cabang bisnis. “Kami mencoba merambah ke bidang lain untuk memberi ruang bagi pertumbuhan,” katanya. Seiring berjalannya waktu, kehadiran warung kopi ini mulai mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga mengapresiasi upaya perusahaan dalam memberikan akses makan yang lebih mudah.
Dalam perspektif lingkungan, Yabes menyebut bahwa warung ini bisa menjadi pelopor untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif. “Kami ingin membuktikan bahwa perusahaan teknologi bisa berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal,” ujarnya. Selain itu, ia juga berharap warung ini menjadi contoh bagi perusahaan lain yang ingin melakukan perubahan positif melalui inisiatif kewirausahaan.
Dalam rangka mendorong keberlanjutan, PT Jembatan Utama Solusi Teknologi juga memberikan pelatihan kecil kepada karyawan baru. “Kami percaya bahwa peningkatan keterampilan akan membantu mereka mengelola usaha dengan lebih baik,” tambah Yabes. Selama ini, banyak karyawan yang tertarik untuk terlibat aktif dalam pengelolaan warung kopi, sehingga menjadi kegiatan yang menggabungkan pekerjaan dan kegiatan sosial.
Kehadiran warung kopi ini juga memberikan dampak pada lingkungan sekitar. Sebagian warga setempat, yang sebelumnya mengeluhkan minimnya pilihan tempat makan, kini merasa lebih nyaman dan terlayani. “Sambutan positif dari warga membuat kami semakin termotivasi untuk terus berkembang,” ujar Yabes. Dengan begitu, usaha ini tidak hanya mengatasi masalah internal perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar.
Pembukaan Warung Indo di Jalan Ibrahim Adjie diharapkan menjadi langkah awal dari sejumlah proyek baru yang akan diluncurkan. Yabes menyebut bahwa perusahaan sedang mengevaluasi kemungkinan mengembangkan cabang lain di wilayah berbeda. “Kami ingin memperluas layanan ini agar lebih banyak orang bisa menikmati keuntungan dari usaha kami,” ujarnya. Dengan pengalaman di bidang teknologi dan manajemen, perusahaan yakin bisa membangun warung kopi yang menarik dan bermanfaat bagi semua pihak.
Warung Indo JustFoodHub.id juga menjadi bukti bahwa bisnis kecil bisa tumbuh dari kebutuhan sehari-hari. Dalam beberapa minggu pertama, jumlah pengunjung mulai meningkat, terutama pada jam makan siang. “Kami berharap ini bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Bandung,” kata Yabes. Keberhasilan awal menunjukkan bahwa inisiatif ini bisa berlanjut dan berkembang lebih jauh.
Dalam konteks sosial, warung kopi ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara perusahaan dengan komunitas sekitar. “Membuka usaha seperti ini adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan kerja dan masyarakat,” ujarnya. Dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari karyawan, PT Jembatan Utama Solusi Teknologi menunjukkan komitmen untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih luas.
Kehadiran warung kopi ini juga memicu minat warga untuk menggali peluang usaha lain. Beberapa orang menawarkan ide kreatif untuk pengembangan menu atau fasilitas. “Kami selalu terbuka untuk kerja sama dengan warga sekitar,” kata Yabes. Dengan cara ini, usaha ini tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi pusat inovasi bagi warga sekitar.
Sebagai penutup, Yabes berharap warung kopi ini bisa menjadi magnet bagi kegiatan ekonomi lokal. “Kami ingin menunjukkan bahwa perusahaan teknologi bisa memberikan kontribusi di luar bidang utamanya,” ujarnya. Dengan dukungan masyarakat, keberlanjutan usaha ini bisa tercapai, dan pada akhirnya menjadi bagian dari kehidupan komunitas Bandung.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

