News

Special Plan: Peringati Hari Lingkungan Hidup, DPRD Kota Bogor Ajak Masyarakat Aktif Hijaukan Kota

DPRD Kota Bogor Peringati Hari Lingkungan Hidup dengan Gerakan Hijaukan Kota Bersama Masyarakat Special Plan - Kota Bogor, Jumat (19/6) – Pada perayaan Hari

Desk News
Published Juni 25, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

DPRD Kota Bogor Peringati Hari Lingkungan Hidup dengan Gerakan Hijaukan Kota Bersama Masyarakat

Special Plan – Kota Bogor, Jumat (19/6) – Pada perayaan Hari Lingkungan Hidup tahun 2026, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, turut serta dalam kegiatan penanaman pohon yang diadakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal. Aktivitas tersebut diikuti oleh Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup.

Adityawarman mengungkapkan, partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan adalah hal yang sangat penting. Ia menekankan bahwa aksi nyata seperti penanaman pohon dapat menjadi salah satu cara untuk menciptakan perubahan positif. Menurutnya, kegiatan penghijauan merupakan langkah konkrit dalam mewujudkan visi Kota Bogor sebagai kota yang kreatif dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan visi Kota Bogor sebagai kota kreatif dan berkelanjutan,” kata Adityawarman. Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun kepedulian kolektif terhadap isu lingkungan yang terus meningkat di tengah tantangan global.

Sebelumnya, DPRD Kota Bogor telah menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup atas kontribusi nyata dalam mendukung kebijakan pelestarian lingkungan. Penghargaan ini diberikan setelah lembaga legislatif tersebut mengesahkan sejumlah regulasi yang terkait dengan lingkungan, termasuk Peraturan Daerah tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Pertanian Organik. Adityawarman menyebutkan, regulasi ini menjadi fondasi untuk memperkuat pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan, Adityawarman menegaskan bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, komunitas, dan masyarakat luas adalah kunci sukses. “Kita harus bersama-sama mengupayakan langkah-langkah yang mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Aktivitas penanaman pohon pada Hari Lingkungan Hidup tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran lebih luas terhadap isu lingkungan. Adityawarman mengatakan, kegiatan serupa juga bisa dilakukan di berbagai titik strategis di Kota Bogor, seperti di area perumahan, pusat perbelanjaan, atau jalur transportasi umum. Ia menyebutkan bahwa pohon tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial, seperti meningkatkan kualitas udara, mengurangi suhu kota, dan memberikan tempat tinggal bagi satwa liar.

Mengenai regulasi RTH, Adityawarman menjelaskan bahwa peraturan ini mengatur luas area hijau yang wajib ada di setiap kawasan perkotaan. Tujuannya adalah memastikan bahwa ruang terbuka hijau tidak hanya menjadi keindahan, tetapi juga berperan dalam menyerap polusi dan menyediakan habitat alami. Selain itu, regulasi pertanian organik bertujuan mendorong penggunaan bahan-bahan pertanian yang ramah lingkungan, sehingga mengurangi dampak negatif pada tanah dan air.

KPP Bogor Raya, yang menjadi mitra dalam kegiatan ini, turut memberikan kontribusi dalam memperluas partisipasi masyarakat. Komunitas tersebut kerap mengadakan pelatihan dan sosialisasi tentang cara hidup ramah lingkungan. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk turut serta dalam menjaga lingkungan,” ujar salah satu anggota KPP.

Adityawarman juga menyoroti peran penting masyarakat dalam memperkuat kebijakan lingkungan. Ia mencontohkan, tindakan kecil seperti mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah, atau menggunakan transportasi umum dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara terus-menerus. Menurutnya, keberhasilan penghijauan tidak hanya tergantung pada jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga pada kesadaran dan komitmen setiap individu.

Untuk mempercepat proses penghijauan, DPRD Kota Bogor menyatakan akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak. Adityawarman menegaskan, program-program lingkungan harus disertai dengan mekanisme pemantauan yang transparan. “Kita perlu menjamin bahwa setiap upaya yang dilakukan benar-benar memberikan dampak positif,” katanya.

Sebagai bentuk kepedulian, kegiatan penanaman pohon tahun ini juga dilengkapi dengan pelatihan tentang teknik perawatan tanaman dan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Adityawarman berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat lebih terlibat dalam menjaga lingkungan hidup sehari-hari. “Kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran,” ujarnya.

Aktivitas serupa diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. DPRD Kota Bogor menargetkan penanaman minimal 5.000 pohon di berbagai titik strategis, termasuk di kawasan industri dan jalur pariwisata. Dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kota ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim.

Dalam keseluruhan perayaan Hari Lingkungan Hidup, Adityawarman mengingatkan bahwa tindakan bersama adalah jalan terbaik untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau. “Mari kita bekerja sama, karena lingkungan adalah aset yang harus dijaga bersama,” tambahnya.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan visi Kota Bogor sebagai kota kreatif dan berkelanjutan,” ujar Adityawarman.

Konten ini bisa dilihat lebih lanjut di Google News. Dengan langkah-langkah seperti ini, Kota Bogor semakin dekat menuju visinya sebagai kota yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Leave a Comment