Gus Salam Sambangi Bengkulu untuk Memperkuat Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU
Visit Agenda – BENGKULU – KH Abdussalam Shohib, yang akrab disapa Gus Salam, melakukan kunjungan ke Kota Bengkulu pada Sabtu (6/6) sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di daerah tersebut. Ia tiba di Bengkulu bersama sejumlah tokoh dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso dan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, yang turut mendampinginya. Keberadaan Gus Salam di Bengkulu bukan hanya sekadar pertemuan rutin, melainkan langkah strategis untuk mendukung perkembangan organisasi NU di wilayah yang memiliki potensi strategis.
Antusiasme Pengurus NU di Bengkulu
Kunjungan Gus Salam diawali dengan pertemuan dengan Katib PWNU Bengkulu, KH. Aly Shodiq. Setelah itu, ia melanjutkan dialog dengan Rais dan Ketua PWNU setempat, KH. Hasbullah Achmad serta KH. Khairudin Wahid. Dalam pertemuan tersebut, Gus Salam menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat para pengurus NU yang terus berkomitmen membangun keberadaan organisasi di tengah tantangan geografis dan budaya. “Kehadiran pengurus NU dari daerah terpencil seperti PCNU Mukomuko menunjukkan perjuangan yang luar biasa, yang tidak hanya membutuhkan usaha tetapi juga pengorbanan emosional dan fisik,” ujarnya.
“Alhamdulillah, setelah berada di Makassar kemarin, melakukan salat Jumat dan menikmati Coto Makasar, kini saya ingin merasakan nikmatnya lauk pendap dan kue lepek binti yang menjadi ciri khas Bengkulu,” kata Gus Salam.
Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenang kehangatan pertemuan antar saudara-saudara NU yang terus memperkuat ikatan persaudaraan. Gus Salam menekankan bahwa kompaknya pengurus NU di provinsi ini bisa menjadi contoh untuk cabang-cabang NU lainnya, termasuk PBNU. “Kekuatan soliditas mereka adalah bukti bahwa NU mampu beradaptasi dengan kondisi lokal sambil tetap menjaga prinsip keagamaan dan kebhinekaan,” imbuhnya.
Peran PBNU dalam Mengembangkan NU di Bengkulu
Gus Salam menyebut bahwa posisi geografis Bengkulu, yang terletak di sepanjang Bukit Barisan dan menghadap Samudera Hindia, memiliki peluang besar untuk dijadikan pusat pelayanan kepada masyarakat. “Keberadaan strategis daerah ini memungkinkan NU menjangkau wilayah yang luas, baik secara darat maupun laut,” jelasnya. Ia menambahkan, keterlibatan PBNU dalam memfasilitasi dan mendukung inisiatif pengurus di tingkat provinsi sangat penting untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Semangat dan komitmen pengurus NU dalam melayani nahdliyyin serta masyarakat sangat tinggi. Di samping itu, Bengkulu memang memiliki kekayaan lokal yang bisa diintegrasikan ke dalam program NU,” kata Gus Salam.
Kunjungan ini juga menyoroti pentingnya kerja sama antar cabang NU. Gus Salam menegaskan bahwa pengorbanan lahir dan batin para pengurus, terutama di area yang kurang mudah dijangkau, menjadi fondasi keberhasilan pembangunan organisasi. “Banyak dari mereka rela meninggalkan kenyamanan pribadi untuk berkontribusi pada keberlanjutan NU. Hal ini harus diapresiasi dan didukung penuh oleh PBNU,” tuturnya.
Perkembangan NU di Wilayah Strategis
Bengkulu, dengan karakteristik wilayahnya yang beragam, menjadi contoh nyata bagaimana NU bisa menyesuaikan diri dengan kondisi sosial dan budaya. Gus Salam mengatakan bahwa inisiatif-inisiatif yang diambil pengurus di sini, seperti penggunaan kearifan lokal dalam penyuluhan agama, memberikan inspirasi bagi cabang-cabang NU lain. “Dengan memaksimalkan potensi geografis dan budaya, NU bisa menjadi pilar yang kuat di tengah dinamika masyarakat modern,” ujarnya.
Kehadiran Gus Salam di Bengkulu tidak hanya menguatkan hubungan horizontal antar cabang, tetapi juga memperkuat peran PBNU sebagai pengarah. Ia menyoroti bahwa dukungan dari pusat organisasi sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan program-program yang berdampak luas. “PBNU perlu menjadi mitra yang aktif dalam menyesuaikan visi nasional dengan kebutuhan lokal,” jelasnya.
Potensi dan Tantangan di Tengah Perkembangan
Kunjungan ini juga menjadi ajang untuk menggali lebih dalam tentang tantangan yang dihadapi pengurus NU di Bengkulu. Gus Salam mengakui bahwa daerah pesisir seperti Bengkulu memiliki keunikan yang bisa dimanfaatkan, tetapi juga menghadapi tantangan dalam membangun jaringan komunikasi. “Banyak pengurus NU rela berjalan kaki ratusan kilometer hanya untuk menyampaikan kebijakan atau acara penting,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tergantung pada kolaborasi antara pusat dan daerah.
“Bengkulu memang memiliki potensi yang luar biasa, tetapi keberhasilan pengembangan NU di sini membutuhkan komitmen serius dari PBNU dalam memberikan bimbingan teknis dan sumber daya yang tepat,” imbuh Gus Salam.
Dalam konteks ini, Gus Salam meminta PBNU untuk lebih aktif dalam menyelaraskan program dengan kebutuhan masyarakat. “Bukan hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga melibatkan pengurus daerah dalam pengambilan keputusan strategis,” jelasnya. Ia menekankan bahwa keberadaan NU di Bengkulu tidak hanya untuk mengisi kekosongan pelayanan agama, tetapi juga sebagai wadah dialog antara tradisi dan inovasi.
Kunjungan Gus Salam diharapkan bisa menjadi awal dari kerja sama yang lebih intensif antara PBNU dan pengurus provinsi. Ia menyebut bahwa dengan menerapkan pendekatan lokal, NU bisa mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas. “Kita perlu memastikan bahwa setiap inisiatif di daerah tidak hanya berjalan sendiri, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan di tingkat nasional,” ujarnya.
Konten Terkait di Google News
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.
