Penjelasan Kerja Sama Davina Karamoy dengan Hanania Group: Ternyata Ini Alasannya
Special Plan – Kuasa hukum Davina Karamoy, Yulius Irawansyah, mengungkapkan bahwa aktris dan bintang film tersebut telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan yang menyeret Hanania Group. Pemeriksaan dilakukan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/6). Selama proses tersebut, Davina Karamoy ditanyai sekitar 30 pertanyaan oleh penyidik terkait peran serta pengalaman kerja samanya dengan Hanania Group. Menurut Yulius, kliennya memperjelas latar belakang kolaborasi yang terjadi antara dirinya dan keluarga dengan penyedia jasa perjalanan umrah tersebut.
Kerja Sama Umrah dengan Hanania Group
Davina Karamoy, yang dikenal sebagai bintang film “Ipar adalah Maut,” memiliki hubungan kerja sama dengan Hanania Group sejak beberapa waktu lalu. Menurut Yulius Irawansyah, dalam perjalanan umrah yang pertama, Davina dan keluarganya telah memilih penyedia layanan ini untuk mengikuti ibadah umrah pada tahun 2024. Namun, saat itu belum ada slot keberangkatan yang sesuai. “Kami dihubungi oleh pihak Hanania, yaitu saudara Adib, yang menawarkan kerja sama pada tahun 2025. Namun, klien saya beserta keluarganya memiliki rencana untuk umrah, sehingga akhirnya kami memilih tanggal di 2024,” terang Yulius di lokasi pemeriksaan, Jakarta Selatan.
“Jadi kami tanya slotnya, slotnya tidak ada waktu itu,” tambah Yulius Irawansyah, menjelaskan bahwa klien-nya sempat meminta informasi mengenai jadwal keberangkatan yang tersedia. Meski awalnya tidak ada slot, beberapa waktu kemudian Davina Karamoy kembali diberi tahu oleh Hanania Group dan ditawarkan kesempatan untuk berangkat pada bulan September 2024. Pada kesempatan tersebut, Hanania Group menawarkan kerja sama melalui salah satu program televisi swasta.
Menurut Yulius, kerja sama antara Davina Karamoy dan Hanania Group dimulai dari adanya penawaran khusus yang ditujukan kepada kliennya. Tawaran tersebut menarik minat karena mengandung beberapa keuntungan, termasuk fasilitas yang disediakan selama perjalanan umrah. “Kerja sama tersebut berawal dari keinginan pihak Hanania Group untuk memperluas jaringan mereka dengan artis-artis ternama,” jelasnya. Selain itu, Yulius juga menyebutkan bahwa Davina Karamoy dan keluarganya telah berangkat umrah dua kali, yakni pada tahun 2024 dan 2025. Ia menambahkan bahwa pengalaman ini menjadi dasar bagi penyidik untuk meminta keterangan lebih lanjut.
Kasus Dugaan Penipuan dan Proses Pemeriksaan
Kasus dugaan penipuan yang menyeret Hanania Group melibatkan pengelolaan perjalanan umrah yang dinilai tidak transparan. Menurut Yulius Irawansyah, penyidik ingin memahami apakah Davina Karamoy terlibat langsung dalam praktik tersebut atau hanya menjadi bagian dari proses kerja sama. “Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengungkap fakta-fakta terkait bagaimana kerja sama ini berjalan, apakah ada keuntungan ekstra yang diberikan kepada klien kami, atau apakah ada perjanjian tersembunyi,” ujarnya.
Proses pemeriksaan yang berlangsung di Polda Metro Jaya melibatkan pertanyaan tentang kontrak kerja sama, pengelolaan keuangan, serta alur keberangkatan umrah. Yulius menyatakan bahwa Davina Karamoy dan keluarganya bersedia menjelaskan segala aspek yang berkaitan dengan keputusan mereka untuk bekerja sama dengan Hanania Group. “Klien saya merasa bahwa kerja sama ini tidak hanya menguntungkan, tetapi juga memudahkan mereka dalam mengatur perjalanan umrah ke tanah suci,” kata Yulius.
Dalam menjelaskan alasan kerja sama tersebut, Yulius Irawansyah juga memperkenalkan peran program televisi swasta sebagai media promosi. Ia mengatakan bahwa Hanania Group memanfaatkan popularitas Davina Karamoy untuk meningkatkan daya tarik paket umrah mereka. “Pada September 2024, Hanania Group menawarkan slot keberangkatan umrah melalui kerja sama dengan salah satu stasiun televisi swasta, sehingga klien kami merasa ada kesempatan yang menarik untuk mendukung proses tersebut,” lanjut Yulius.
Kelanjutan Penyelidikan dan Dampak untuk Davina Karamoy
Kuasa hukum Davina Karamoy menegaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan penyidik berlangsung lancar, dan kliennya telah memberikan jawaban secara terbuka. Yulius juga mengatakan bahwa penjelasan tersebut tidak hanya membantu penyidik memahami situasi, tetapi juga memperjelas peran Davina Karamoy dalam kerja sama dengan Hanania Group. “Kami berharap pemeriksaan ini bisa membantu menyelidiki lebih lanjut apakah ada indikasi penipuan yang dilakukan oleh Hanania Group atau hanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak,” tuturnya.
Penyelidikan terus berjalan, dengan Davina Karamoy sebagai salah satu saksi kunci. Yulius Irawansyah mengatakan bahwa keluarga Davina berkomitmen untuk memberikan semua informasi yang diperlukan. “Klien saya merasa bahwa Hanania Group telah memberikan layanan yang baik, tetapi mereka juga ingin memastikan bahwa proses ini tidak menipu konsumen,” pungkasnya. Dengan adanya kerja sama tersebut, penyidik akan menggali lebih dalam mengenai kondisi perekonomian, kontrak, dan pelayanan yang diberikan oleh Hanania Group kepada Davina Karamoy.
Davina Karamoy dan Hanania Group telah menjalani dua kali perjalanan umrah bersama, dengan masing-masing memiliki alasan tersendiri. Pertama, pada tahun 2024, klien dari Hanania Group mencari kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, pada tahun 2025, mereka kembali menawarkan program yang lebih menarik,
