Persebaya Memasuki Usia ke-99, Misi Besar untuk Inklusivitas Mulai Disiapkan
Persebaya Memasuki Usia ke 99 – Persebaya Surabaya memasuki usia ke-99 tahun pada Kamis (18/6/2026), dengan perayaan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada pesta mewah atau acara bergaya yang menghiasi hari jadi klub ini. Sebaliknya, Persebaya memilih untuk menggelar rangkaian kegiatan yang menegaskan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong sebagai inti dari identitas mereka. Dalam perayaan ini, fokus utama diberikan pada keberagaman suporter dan komunitas yang terlibat, serta upaya untuk memperkuat komitmen terhadap inklusivitas dalam sepak bola.
Perayaan yang Bermakna
Kegiatan yang diadakan pada tanggal 18 Juni 2026 ini diawali dengan penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang berkontribusi dalam perjalanan sejarah Persebaya. Para pahlawan sepak bola yang telah membawa klub ke puncak prestasi dan menciptakan legenda lokal turut diapresiasi. Selain itu, acara juga melibatkan suporter dari berbagai kalangan, termasuk komunitas lokal dan kelompok difabel, dalam kegiatan yang dirancang untuk mempererat ikatan antara klub dan masyarakat.
Dalam upacara perayaan, suporter diberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif melalui berbagai program. Mulai dari workshop olahraga hingga seni, hingga pertunjukan budaya yang menampilkan ekspresi kebanggaan daerah. Kehadiran kelompok difabel menjadi salah satu highlights, karena mereka diberikan ruang untuk menunjukkan bakat dan semangat dalam mengikuti acara. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer kebersamaan yang inklusif, di mana setiap orang, terlepas dari latar belakang, dapat merasakan bagian dari keluarga besar Persebaya.
Visi Masa Depan yang Membangun
Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menyampaikan bahwa perayaan usia ke-99 ini menjadi momentum penting untuk menegaskan visi klub menuju usia ke-100 tahun. “Momen menghadapi usia satu abad menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat tujuan inti Persebaya, yaitu menjadi wadah bagi semua kalangan yang mencintai sepak bola,” tutur Candra. Ia menekankan bahwa semangat “Persebaya untuk Semua” bukan hanya slogannya, tetapi juga prinsip yang dijalankan secara konsisten sejak klub berdiri.
“Persebaya harus bisa menjadi rumah bagi semua kalangan yang mencintai klub ini, baik dari segi usia, latar belakang, maupun kondisi sosial.”
Menurut Candra, sepak bola bagi Persebaya bukan sekadar pertandingan atau pencapaian di lapangan. Ia menggambarkan bahwa olahraga ini menjadi alat untuk membangun komunitas dan menginspirasi kemanusiaan. Dengan menegaskan nilai-nilai tersebut, Persebaya ingin menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga pada peran sosial yang lebih luas. “Kami ingin menjadikan Persebaya sebagai simbol kebersamaan, karena itu adalah esensi yang selalu kami pegang teguh,” lanjutnya.
Komitmen terhadap Keberagaman
Persebaya menegaskan bahwa keberagaman suporter dan pendukungnya adalah kekuatan utama. Dalam perayaan ini, berbagai kegiatan dirancang agar setiap kelompok masyarakat bisa merasakan kehangatan dan keikutsertaan. Contohnya, program yang melibatkan suporter muda dan suporter senior secara bersamaan, serta inisiatif untuk melibatkan komunitas daerah dalam kegiatan lokal. “Kami ingin memastikan bahwa Persebaya tidak hanya dikenal oleh sebagian orang, tetapi menjadi milik seluruh masyarakat Surabaya dan Indonesia,” ujar Candra.
Kegiatan tersebut juga menyoroti peran Persebaya dalam menciptakan lingkungan yang mendukung keberagaman. Dengan melibatkan kelompok difabel, klub ini menunjukkan komitmen untuk menjangkau segala lapisan masyarakat. Selain itu, program ini bertujuan memperluas aksesibilitas dan kesetaraan, baik dalam hal akses ke stadion maupun kegiatan kebersamaan. “Persebaya Surabaya tidak hanya membangun tim, tetapi juga membangun karakter manusia,” tambahnya.
Kebudayaan dan Identitas Lokal
Perayaan usia ke-99 juga menjadi ajang untuk memperkuat identitas lokal Persebaya. Dalam acara tersebut, berbagai seni dan budaya dari Surabaya dipamerkan sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan sejarah. Misalnya, pertunjukan tari tradisional dan musik daerah menunjukkan bagaimana sepak bola bisa menjadi medium untuk melestarikan budaya lokal. “Kami ingin menegaskan bahwa Persebaya tidak hanya olahraga, tetapi juga bagian dari jiwa masyarakat Surabaya,” jelas Candra.
Dalam upaya memperkuat identitas ini, Persebaya juga memperkenalkan inisiatif baru yang akan dijalankan setelah ulang tahun. Salah satunya adalah program pendidikan sepak bola yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin. Dengan pendekatan ini, klub ingin menciptakan generasi baru suporter yang memiliki nilai-nilai kebersamaan dan semangat nasionalisme. “Kami ingin memastikan bahwa Persebaya tidak hanya bersejarah, tetapi juga terus berkembang dengan akar yang kuat,” imbuhnya.
Perspektif Global dan Lokal
Sebagai klub yang berusia lebih dari setengah abad, Persebaya Surabaya juga menyiapkan langkah-langkah untuk memperluas pengaruhnya ke tingkat nasional dan internasional. Dalam perayaan kali ini, mereka mengungkapkan bahwa misi besar tersebut tidak hanya tentang prestasi di lapangan, tetapi juga tentang membangun jaringan dengan klub-klub lain yang memiliki visi serupa. “Kami ingin Persebaya menjadi contoh klub yang berkomitmen pada keadilan dan inklusivitas,” kata Candra.
Dengan memasuki usia ke-99, Persebaya tidak hanya memandang masa depannya secara terpisah dari masa lalu, tetapi juga menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil saat ini adalah dasar untuk menghadapi tantangan di masa mendatang. “Kami percaya bahwa Persebaya Surabaya akan menjadi salah satu klub yang paling berpengaruh dalam dunia sepak bola, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di skala internasional,” lanjutnya.
Dalam perayaan ini, Persebaya Surabaya juga menegaskan bahwa spirit mereka tidak pernah berubah, meski usia mereka terus bertambah. Dengan segala keterbatasan dan tantangan, klub ini tetap berkomitmen pada prinsip kebersamaan, keadilan, dan keberagaman. Dengan begitu, Persebaya tidak hanya menjadi tim sepak bola, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Surabaya serta Indonesia secara keseluruhan.
Untuk menunjang keberhasilan ini, Persebaya juga merencanakan kolaborasi dengan berbagai organisasi sosial dan komunitas lokal. Langkah-langkah ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sepak bola, sekaligus memperkuat brand klub sebagai simbol kebersamaan. “Kami ingin Persebaya Surabaya tidak hanya menjadi tim, tetapi juga menjadi wadah kebanggaan dan harapan untuk seluruh warga Surabaya,” tutur Candra Wahyudi.
Ulang tahun ke-99 menjadi momen penting bagi Persebaya Surabaya, karena dalam waktu dekat mereka akan memasuki usia ke-100. Dengan membangun fondasi yang kuat sejak sekarang, klub ini ingin menjamin bahwa setiap langkah yang diambil akan mengarah pada keberhasilan yang berkelanjutan. “Kami tidak hanya memperingati tahun ke-99, tetapi juga membangun untuk
