PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Anindya Bakrie: Asian OWS 2026 Momentum Dongkrak Prestasi & Sport Tourism Bali

Published Juni 14, 2026 · Updated Juni 14, 2026 · By Susan Hernandez

Anindya Bakrie: Momentum Asian OWS 2026 Mendongkrak Prestasi dan Wisata Olahraga Bali

Anindya Bakrie, Ketua Umum Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB Akuatik), menyatakan Asian Open Water Swimming (OWS) Championships 2026 menjadi peluang besar untuk meningkatkan prestasi atlet nasional di kancah internasional. Ia menegaskan bahwa event ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat posisi Bali sebagai destinasi olahraga dan pariwisata yang berkelanjutan. "Dengan berpartisipasi di OWS 2026, Bali bisa menunjukkan kemampuan dalam menggelar acara olahraga massal yang bersih dan profesional," ungkap Anindya, yang juga mengharapkan kejuaraan ini meningkatkan kesadaran masyarakat global terhadap potensi pariwisata olahraga di Nusa Penida.

Target Strategis untuk Pariwisata Air

Kehadiran 78 pelarun dari 18 negara Asia, termasuk tim kuat seperti Tiongkok dan Vietnam, diharapkan mampu menciptakan dampak positif terhadap industri pariwisata Bali. Anindya mengatakan, keberhasilan atlet Indonesia dalam ajang ini akan menjadi batu loncatan untuk pengembangan sport tourism yang lebih masif. "Dukungan dari masyarakat lokal sangat penting agar event ini menjadi sarana promosi Bali sebagai destinasi olahraga kelas dunia," jelasnya. Ia juga menekankan peran Bali dalam menunjukkan kemampuan mengelola acara besar secara berkelanjutan.

“Asian OWS 2026 adalah momentum berharga untuk mengungkap potensi olahraga air Indonesia. Kita harus memaksimalkan setiap momen agar berjalan aman, sekaligus membangkitkan semangat masyarakat Bali untuk terus berinovasi dalam sektor pariwisata,” ujar Anindya Bakrie di Pantai Jimbaran, Badung, Bali, Sabtu (13/6). Ia menambahkan bahwa keberhasilan event ini juga berdampak pada meningkatnya jumlah pengunjung yang tertarik mengikuti kegiatan olahraga air, yang menjadi bagian dari visi Bali sebagai pusat ekonomi kreatif.

Kesiapan Atlet Indonesia di Fase Awal

Dalam hari pertama penyelenggaraan, tim Indonesia menunjukkan performa yang masih dalam proses penyesuaian. Dua pelarun putra, Moch Akbar Putra Taufik dan Sang Arka Ning Jaladri, serta satu pelarun putri, Gusti Ayu Made Nadya Saraswati, harus puas finish di posisi tengah setelah kalah dari dominasi atlet Tiongkok dan Vietnam. Meski hasilnya belum memuaskan, Anindya tetap yakin bahwa partisipasi ini akan memberikan pengalaman berharga bagi atlet muda. "Ini adalah babak awal, dan di setiap sesi selanjutnya, pelarun lokal bisa menunjukkan kemampuan maksimal," katanya.

Menurut Anindya, event ini juga menjadi ajang untuk melatih mental dan teknik para atlet Indonesia. Ia menyarankan agar peserta fokus pada permainan terbaik mereka, sekaligus memanfaatkan dukungan teknis dari pelatih dan tim medis. "Kita harus bersikap optimis, karena Anindya Bakrie dan timnya menargetkan prestasi yang lebih baik di babak berikutnya," imbuhnya. Kepemimpinan Anindya di PB Akuatik dinilai kritis dalam menjaga konsistensi kejuaraan ini sebagai ajang paling bergengsi di Asia.

Dampak Ekonomi dan Perkembangan Infrastruktur

Kehadiran event Asian OWS 2026 diharapkan mampu memberikan dampak domino terhadap perekonomian Bali. Anindya Bakrie menyebutkan, event ini bisa menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara untuk menghadiri kegiatan olahraga air. Dengan menawarkan pengalaman tak terlupakan di alam terbuka, Bali berpotensi menjadi kota yang lebih dikenal dalam industri wisata olahraga. "Pengembangan infrastruktur dan layanan pendukung akan terus dimaksimalkan, agar Bali bisa menyaingi destinasi serupa di Asia," jelasnya.

Selain itu, Anindya mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, penyelenggara event, dan masyarakat lokal. Ia menegaskan bahwa dukungan ini menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan Asian OWS 2026, sekaligus menunjukkan komitmen Bali dalam mendorong olahraga renang secara berkelanjutan. "Dengan momentum ini, kita bisa meningkatkan kualitas pertandingan, serta memperkuat brand Bali sebagai tempat yang memiliki kredibilitas dalam olahraga dan pariwisata," tuturnya. Kepemimpinan Anindya dalam PB Akuatik dinilai sangat berperan dalam mengembangkan kegiatan olahraga air secara nasional.

Anindya Bakrie juga menyoroti keberagaman pelarun yang hadir, yang memperkuat ambisi Bali sebagai pusat pertemuan olahraga air dan pariwisata. Dengan memanfaatkan keindahan pantai serta lingkungan yang menunjang, Bali bisa menjadi destinasi yang lebih menarik bagi wisatawan. "Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk menampilkan keunggulan Bali secara utuh, dari sisi olahraga hingga kehidupan masyarakat," pungkas Anindya, yang terus menekankan pentingnya kejuaraan ini dalam menggerakkan sektor pariwisata dan olahraga di Indonesia.