PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Visit Agenda: Kakanwil Milawati Kenalkan Layanan Apostille, Mempermudah Administrasi ke LN

Published Juni 13, 2026 · Updated Juni 13, 2026 · By David Johnson

Kakanwil Milawati Perkenalkan Layanan Apostille untuk Memudahkan Administrasi ke Luar Negeri

Visit Agenda - Kota Mataram, Bali.jpnn.com – Membuka peluang pendidikan dan karier di luar negeri kini semakin terjangkau bagi generasi muda Indonesia. Untuk mendukung hal ini, Kakanwil Kemenkum dan HAM Nusa Tenggara Barat (NTB) mengadakan kegiatan Diseminasi Layanan Apostille dengan tema “Mempermudah Langkah Generasi Muda Menuju Pendidikan dan Karier Internasional”, pada Jumat (12/6) lalu. Acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat dan peserta didik dari 10 Sekolah Menengah Atas (SMA) serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Mataram ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan cara penggunaan layanan Apostille.

Tema Kegiatan dan Peserta

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM NTB, I Gusti Putu Milawati, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang agar para siswa dan guru bisa memahami langkah-langkah untuk mempercepat proses pengesahan dokumen resmi. “Apostille menjadi alat penting bagi pemuda Indonesia yang ingin mengejar peluang global,” ujar Milawati dalam sambutannya. Hadir pula Kadiv Pelayanan Hukum Anna Ernita dan Kadiv PPPH Edward James Sinaga, yang memberikan penjelasan teknis terkait layanan ini.

Acara tersebut juga dihadiri oleh para guru pendamping dan siswa-siswi dari berbagai sekolah di Mataram. Dengan partisipasi siswa aktif, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana Apostille membantu dalam proses administrasi luar negeri, terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan studi atau bekerja di negara-negara anggota Konvensi Apostille.

Manfaat dan Prosedur Layanan Apostille

Menurut Anna Ernita, pengesahan dokumen melalui Apostille memungkinkan siswa atau alumni dapat menggunakan sertifikat resmi mereka secara langsung di negara-negara peserta konvensi. “Proses ini menghilangkan keperluan legalisasi bertahap melalui berbagai lembaga atau perwakilan negara,” jelasnya dalam

“Dengan Apostille, setiap dokumen resmi seperti ijazah, surat keterangan, atau surat pengesahan langsung memiliki nilai sah di luar negeri.”

Layanan Apostille dirancang agar proses pengesahan dokumen menjadi lebih efisien. Sebelumnya, untuk mengakui dokumen dari satu negara ke negara lain, seringkali diperlukan beberapa tahap legalisasi. Misalnya, surat dari Kemenkum HAM harus dilegalisasi oleh kementerian atau lembaga terkait, lalu surat tersebut diakui oleh konsulat atau duta besar. Proses ini bisa memakan waktu lama dan memerlukan biaya tambahan. Dengan Apostille, seluruh prosedur tersebut bisa dilakukan secara cepat dan terpusat di satu institusi.

Milawati menambahkan bahwa layanan ini juga menawarkan fleksibilitas bagi pemuda yang ingin mengejar pendidikan atau karier internasional. “Tidak hanya untuk siswa, tetapi juga bagi profesional yang ingin memperluas jaringan kerja ke luar negeri,” terangnya. Ia menekankan bahwa Apostille sangat membantu dalam mengakui dokumen seperti surat keterangan keahlian, sertifikat kelayakan, atau surat pengesahan dari lembaga pemerintah.

Konvensi Apostille dan Efisiensi Proses

Konvensi Apostille sendiri adalah perjanjian internasional yang menentukan pengesahan dokumen resmi secara global. Dengan adanya konvensi ini, dokumen yang sudah diapostille tidak perlu dilengkapi dengan pengesahan tambahan di negara tujuan. Hal ini berdampak signifikan pada pengurangan waktu dan biaya, terutama bagi mereka yang ingin mengejar peluang pendidikan atau pekerjaan di luar negeri.

Anna Ernita menjelaskan bahwa para peserta kegiatan ini diberikan penjelasan rinci tentang jenis dokumen yang dapat diajukan ke layanan Apostille, seperti sertifikat lulusan, hasil ujian, atau surat rekomendasi. “Setiap dokumen tersebut akan diberi tanda khusus yang memastikan sahnya penggunaannya di negara-negara peserta konvensi,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa layanan ini dirancang agar lebih mudah diakses oleh masyarakat umum, terutama di daerah-daerah yang jauh dari kantor pemerintah pusat.

Dalam diskusi, para peserta didik dan guru juga diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai langkah-langkah penggunaan Apostille. Beberapa pertanyaan fokus pada biaya pengesahan, waktu yang dibutuhkan, serta keamanan dokumen yang sudah diapostille. Milawati menjawab bahwa proses bisa dilakukan secara online dan offline, tergantung kebutuhan pengguna. “Pengguna bisa memilih metode yang paling praktis sesuai dengan situasi,” ujarnya.

Peran Pemerintah dalam Mendukung Pemuda Indonesia

Kehadiran layanan Apostille dianggap sebagai langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas administrasi ke luar negeri. Milawati menyoroti bahwa peran pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan generasi muda sangat penting. “Kami berupaya menyederhanakan proses agar anak muda tidak mengalami hambatan saat mengejar impian mereka,” katanya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyebarkan informasi tentang konvensi Apostille dan keuntungan yang diberikan. Dengan adanya layanan ini, penggunaan dokumen resmi di luar negeri bisa lebih cepat, terutama bagi mereka yang membutuhkan proses pengesahan dalam waktu singkat. Selain itu, Milawati mengatakan bahwa kegiatan seperti ini bisa memotivasi siswa untuk lebih memperhatikan prosedur administratif yang akan mereka hadapi saat mengejar karier global.

Sebagai contoh, seorang siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri dapat menggunakan ijazah yang sudah diapostille untuk diakui langsung oleh universitas di negara tujuan tanpa perlu melalui proses legalisasi tambahan. Hal ini mengurangi risiko ketidaksesuaian dokumen dan mempercepat proses penerimaan di institusi pendidikan internasional. “Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan wawasan yang berguna bagi siswa dan guru,” tambah Milawati.

Di sisi lain, para guru pendamping juga diberikan pelatihan tentang bagaimana membimbing siswa dalam mengajukan layanan Apostille. “Tugas guru sangat penting dalam memastikan siswa memahami prosedur dan manfaatnya,” ujar Anna Ernita. Kehadiran para guru ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi utama bagi siswa yang ingin mengejar peluang karier internasional.

Dengan adanya kegiatan Diseminasi Layanan Apostille ini, pemerintah NTB menunjukkan komitmen untuk mendukung pemuda Indonesia menghadapi dunia internasional. Layanan yang sederhana dan efisien ini dipercaya bisa menjadi pintu gerbang bagi generasi muda yang ingin mengejar pendidikan atau karier di luar negeri. Selain itu, layanan ini juga memudahkan proses pengesahan dokumen bagi warga negara yang ingin bertransaksi di negara-negara peserta konvensi.

Dalam kesimpulannya, Milawati berharap program ini bisa terus diperluas ke daerah-daerah lain di NTB. “Kami akan evaluasi keberhasilan kegiatan ini dan pertimbangkan untuk mengadakan sesi serupa di kabupaten-kabupaten lain,” katanya. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengejar impian mereka secara global.