PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

What Happened During: Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Siapkan Generasi Masa Depan Hadapi Dunia Kerja Baru

Published Juni 21, 2026 · Updated Juni 21, 2026 · By Jennifer Miller

Menaker Yassierli Ingatkan Pentingnya Membentuk SDM Indonesia yang Siap Menghadapi Perubahan Dunia Kerja

What Happened During - BANDUNG - Dalam pidato di acara Global Parenting Summit 2026 yang digelar di Kota Bandung, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa persiapan generasi muda Indonesia harus fokus pada pengembangan keterampilan relevan serta karakter yang kuat. Pemimpin kementerian ini mengatakan bahwa dunia kerja terus mengalami pergeseran yang signifikan, sehingga penyiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci untuk bertahan di tengah dinamika ekonomi dan teknologi yang cepat berubah.

Perkembangan Teknologi dan Transformasi Global

Menurut Yassierli, beberapa faktor utama yang memengaruhi transformasi dunia kerja adalah kemajuan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, pendigitalan, serta munculnya ekonomi hijau dan pola kerja jarak jauh. Selain itu, persaingan global yang semakin ketat juga memperkuat kebutuhan akan adaptasi dan inovasi. "Lanskap dunia kerja terus berubah, jadi kita perlu menyiapkan generasi muda agar memiliki kemampuan berkembang dan menghadapi berbagai perubahan yang akan datang," ujarnya saat membuka sesi diskusi bertema Future Skills untuk Generasi Masa Depan Indonesia.

"Lanskap dunia kerja terus berubah. Karena itu, kita perlu menyiapkan generasi masa depan agar memiliki kemampuan untuk berkembang dan menghadapi berbagai perubahan yang akan datang,"

Dalam rangkaian kesimpulan, Yassierli menekankan bahwa faktor-faktor tersebut tidak hanya memengaruhi jenis pekerjaan, tetapi juga mengubah cara kerja dan keterampilan yang diperlukan. Pemimpin kementerian ini menyoroti bahwa teknologi bukan lagi alat bantu, melainkan elemen utama dalam proses transformasi. Kecerdasan buatan, misalnya, telah mengubah paradigma industri seperti manufaktur, layanan, dan hiburan, sekaligus menciptakan tantangan baru bagi tenaga kerja dalam menguasai alat-alat digital.

Pengaruh Future of Jobs Report 2025

Menurut data dari Laporan Future of Jobs Report 2025 yang dirilis World Economic Forum, sebanyak 22 persen dari total pekerjaan akan mengalami perubahan hingga tahun 2030. Angka ini menunjukkan bahwa sektor tertentu akan mengalami penurunan, sementara sektor lainnya tumbuh karena inovasi teknologi. Dalam jangka waktu yang sama, diperkirakan 170 juta pekerjaan baru akan muncul, sedangkan 92 juta pekerjaan berpotensi diambil alih oleh mesin atau sistem otomatis.

Menghadapi perubahan tersebut, Yassierli menekankan bahwa SDM Indonesia harus ditingkatkan kemampuannya untuk beradaptasi. Ia menuturkan, pergeseran ini tidak hanya tentang keahlian teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan interpersonal yang menjadi kebutuhan utama di era kerja modern. "Kita perlu melatih mereka agar bisa menciptakan nilai baru dan memimpin di tengah tantangan global," imbuhnya.

Persiapan Sejak Dini untuk Masa Depan

Kebutuhan akan kompetensi yang berkembang ini menuntut kolaborasi antara pemerintah, pendidikan, dan dunia usaha. Menaker Yassierli menekankan bahwa pendidikan sejak dini harus mengintegrasikan kurikulum berbasis keterampilan masa depan. Hal ini mencakup pelatihan tentang penggunaan teknologi, pemahaman ekonomi hijau, dan penguasaan metode kerja jarak jauh yang semakin populer.

Berikutnya, Yassierli menyoroti bahwa sistem pendidikan harus lebih fleksibel. Ia mengatakan, program pembelajaran harus mengakomodasi kebutuhan individu, termasuk pengembangan kecerdasan emosional, etika kerja, dan kebiasaan belajar mandiri. "Dunia kerja masa depan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi," jelasnya.

Pemimpin kementerian ini juga menyebutkan bahwa pemerintah sedang berupaya membangun ekosistem yang mendukung SDM berkualitas. Ia menyatakan bahwa upaya ini melibatkan pelatihan berkelanjutan, kebijakan yang memudahkan akses ke teknologi, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung ekonomi digital. "Kita harus bergerak cepat agar tidak tertinggal di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat," tuturnya.

Masa Depan 2045: Target Peningkatan SDM

Yassierli menegaskan bahwa keberhasilan penyiapan SDM Indonesia tergantung pada kebijakan yang konsisten dan pendekatan yang holistik. Ia menekankan bahwa generasi muda harus diimbau untuk mengembangkan sikap proaktif, ketahanan mental, serta rasa tanggung jawab sosial. "Kita perlu melatih mereka agar tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi dan lingkungan," kata Menaker Yassierli.

Dalam konteks jangka panjang, Yassierli menyebutkan bahwa target pemerintah untuk memperkuat SDM hingga 2045 memerlukan perubahan signifikan dalam sistem pendidikan dan pelatihan. Ia menyarankan bahwa setiap lapisan masyarakat harus memiliki akses yang merata terhadap pelatihan, baik melalui sekolah maupun program kursus online. "Keterampilan masa depan adalah kunci utama untuk memastikan Indonesia menjadi pusat daya saing global," imbuhnya.

Mengakhiri pidatonya, Yassierli mengingatkan bahwa pengembangan SDM tidak bisa dilakukan secara mendadak. Ia menekankan bahwa proses ini membutuhkan waktu dan komitmen dari semua pihak. "Kita perlu bekerja sama, bergerak bersama, dan bersikap optimis agar generasi muda Indonesia siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompleks," kata Menaker Yassierli.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.