PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

What Happened During: Asman Abnur Sambut Menteri P2MI Mukhtarudin di BTP, Energi Baru untuk Pekerja Migran Hospitality

Published Juni 10, 2026 · Updated Juni 10, 2026 · By William Garcia

What Happened During: Menteri P2MI Mukhtarudin Resmikan Migrant Center di BTP

Kunjungan Kerja Menteri P2MI di BTP dan Penandatanganan MoU

What Happened During — Jakarta, JPNN.com — Pada Senin, 8 Juni 2026, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melakukan kunjungan kerja ke Kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja migran. Acara ini menjadi momen penting dalam peresmian Migrant Center, sekaligus menandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah dan institusi pendidikan. Lokasi peresmian dipilih di Auditorium BTP, yang bertujuan untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia sektor hospitality. Langkah ini mendapat apresiasi dari Menteri Mukhtarudin, yang menilai BTP siap menjadi mitra strategis dalam pemberdayaan pekerja migran.

Penguatan Sistem Pendidikan untuk Pasar Global

What Happened During juga terlihat dalam upaya BTP memperkuat sistem pendidikan vokasi agar sesuai dengan standar industri internasional. Kehadiran Menteri Mukhtarudin menandai komitmen pemerintah untuk mendukung lembaga seperti BTP dalam menciptakan tenaga kerja migran yang kompeten. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pihak pemerintah dan operator pendidikan. "Kerja sama ini adalah bagian dari strategi untuk memastikan pekerja migran memiliki kompetensi yang memenuhi kebutuhan industri hospitality," ujar Mukhtarudin. Ia menambahkan bahwa BTP telah menunjukkan respons cepat dalam merespons kebutuhan penguatan ekosistem hulu.

Dalam konteks ini, BTP menawarkan program pelatihan yang lebih terstruktur, termasuk penyelarasan kurikulum dengan standar global. Asman Abnur, Ketua Badan Pembina Yayasan VITKA, menyatakan bahwa pendirian Migrant Center menjadi langkah penting untuk memastikan calon pekerja migran siap menghadapi pasar kerja. "Kita ingin membangun keahlian yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan lokal, tetapi juga bertahan di tingkat internasional," katanya. Dukungan dari pihak lain seperti Konsul Jenderal RI di Johor Bahru dan Yayasan VITKA memperkuat harapan bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan.

Langkah Strategis untuk Pekerja Migran Hospitality

What Happened During menjadi cerminan upaya pemerintah dan BTP dalam menjawab tantangan perekrutan tenaga kerja migran. Dengan adanya Migrant Center, para siswa dapat mengakses informasi tentang regulasi kerja, pelatihan praktis, serta bimbingan karier ke luar negeri. Menteri Mukhtarudin menyoroti bahwa BTP telah mewujudkan inisiatif ini secara cepat, sehingga menjadi contoh yang dapat diikuti. "Ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi yang tidak hanya di tingkat kebijakan, tetapi juga di tingkat implementasi," tambahnya. Kehadiran Direktur BTP, Siska Amelia Maldin, serta para pemangku kepentingan lainnya memperkuat visi pengembangan sektor hospitality.

Pengembangan Migrant Center di BTP bertujuan untuk meningkatkan keterampilan calon pekerja migran di bidang hospitality, seperti manajemen hotel, restoran, dan layanan wisata. Asman Abnur menyatakan bahwa lembaga pendidikan ini berperan sebagai pilar utama dalam menciptakan tenaga kerja ahli. "Dengan pelatihan yang terarah, kami percaya pekerja migran akan lebih siap menghadapi persaingan global," katanya. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat jaringan antara lembaga pendidikan dan industri, sehingga memastikan adanya keselarasan antara kebutuhan pasar dan output pendidikan.

Kesiapan BTP dalam Menyambut Perubahan

What Happened During menunjukkan kesiapan BTP untuk menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia. Menteri Mukhtarudin mengapresiasi peran BTP sebagai mitra kritis dalam penguatan ekosistem hulu. "Kita akan membangun sistem yang mendukung pekerja migran menjadi tenaga kerja berkaliber," ujarnya setelah meninjau fasilitas kampus. Acara ini juga membuka peluang kerja sama lebih luas, karena pemerintah berencana menyebarluaskan model ini ke lembaga pendidikan lain. Siska Amelia Maldin, Direktur BTP, menegaskan bahwa pihaknya siap berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelatihan dan perekrutan pekerja migran.

Menurut Dr. Eng Ansarullah Lawi, Wakil Rektor I ITEBA, keberhasilan BTP dalam mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri hospitality menjadi fondasi kuat untuk keberlanjutan program. "What Happened During di BTP menunjukkan komitmen yang tinggi untuk membangun ekosistem kerja yang mengutamakan keterampilan dan kompetensi," katanya. Kolaborasi ini juga mengajak lembaga pendidikan untuk memperhatikan perkembangan pasar global, terutama dalam sektor pariwisata yang dinamis. Hasan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, menyambut baik langkah strategis BTP dalam memperkuat peningkatan kualitas pekerja migran.