PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Selebgram GA Ditangkap Terkait Kasus Peredaran Ketamin Cair

Published Juni 10, 2026 · Updated Juni 10, 2026 · By David Johnson

Selebgram GA Ditangkap karena Peredaran Ketamin Cair

Selebgram GA Ditangkap Terkait Kasus Peredaran - jpnn.com, CIMAHI - Seorang selebgram berusia 30 tahun asal Bandung, GA, resmi ditangkap polisi oleh Polres Cimahi atas dugaan terlibat dalam perdagangan ketamin cair yang disajikan dalam bentuk kartrid. Kartrid ini disebut sebagai 'potgar', istilah populer yang menggambarkan vape pod yang diubah fungsi menjadi alat konsumsi narkotika. Penangkapan GA menjadi kasus pertama di Jawa Barat yang melibatkan penggunaan metode ini.

Penangkapan Bertahap dan Peran GA

Petugas Satres Narkoba Polres Cimahi menyatakan, penangkapan GA tidak terjadi secara langsung, melainkan berawal dari perangkap terhadap seseorang bernama AM (30), yang ditangkap lebih dulu pada 3 Juni. Setelah memperoleh bukti, tim investigasi mengembangkan kasus hingga menangkap GA pada 4 Juni. Menurut Kompol Zulkarnaen, Wakapolres Cimahi, GA diduga berperan sebagai pengedar utama, sementara AM bertindak sebagai kurir atau pengantar barang.

"Kasus ini adalah yang pertama di Jawa Barat yang mengungkap penggunaan kartrid ketamin cair. Sebelumnya, penangkapan selebgram ini adalah kasus ketiga yang menarik perhatian publik," ujar Kompol Zulkarnaen, seperti dilansir Antara, Rabu (10/6).

Ketamin Cair: Obat Legal yang Dipakai secara Ilegal

Ketamin cair, atau yang dikenal sebagai 'liquid ketamine', adalah bentuk zat ketamin yang digunakan secara legal dalam bidang medis dan kedokteran hewan sebagai bahan induksi anestesi. Namun, ketamin ini juga sering disalahgunakan untuk konsumsi narkotika. Di Bandung Raya, para pelaku memanfaatkan vape pod sebagai sarana penyampaian zat berbahaya ini ke pengguna.

Penggunaan 'potgar' dianggap lebih mudah karena bentuknya mirip dengan rokok elektrik biasa. Namun, cairannya diisi dengan bahan aktif yang memicu efek narkotika, termasuk ketamin. Dalam kasus ini, petugas menemukan beberapa kartrid yang berisi zat tersebut di lokasi penangkapan. Metode ini memperlihatkan upaya pelaku untuk menutupi aktivitas mereka dengan menerapkan teknologi modern.

Pola Peredaran dan Dampak Sosial

Menurut Kompol Zulkarnaen, pola peredaran ketamin cair menggunakan kartrid merupakan tren baru di wilayah Bandung Raya. Masyarakat awam seringkali tidak sadar bahwa bahan yang terlihat seperti permen atau minuman ringan ini justru menyimpan bahaya besar. Kasus GA dan AM menunjukkan bagaimana teknologi digital dan media sosial bisa dijadikan alat untuk menyebarluaskan narkoba.

Dalam penyelidikan, petugas menemukan keterkaitan antara GA dan AM dalam rantai distribusi. AM disebut sebagai joki yang mempercepat proses pengiriman kartrid ke pengguna di berbagai wilayah. GA, di sisi lain, diperkirakan mengatur dan menyediakan bahan tersebut. Peran ini menegaskan bahwa selebgram bukan hanya memengaruhi fans secara virtual, tetapi juga secara nyata berkontribusi pada kejahatan narkoba.

Langkah Kepolisian dan Penegakan Hukum

Pelaku penangkapan ini dilakukan melalui operasi terencana yang memanfaatkan informasi dari sumber internal. Kompol Zulkarnaen menjelaskan bahwa selama penyelidikan, tim menyusuri jejak jaringan distribusi dan mengungkap bagaimana kartrid ketamin cair diproduksi dan dijual secara ilegal. "Kami memperoleh data melalui investigasi mendalam, termasuk pengawasan terhadap aktivitas GA di media sosial," tambahnya.

Penyidik juga mengatakan bahwa penggunaan kartrid menjadi lebih efektif karena mudah dibawa dan diperjualbelikan. Selain ketamin, cairan dalam kartrid ini bisa mengandung bahan lain seperti psikotropika atau zat-zat yang memperkuat efek narkoba. Dengan adanya kasus ini, polisi mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap produk-produk yang terlihat menarik tetapi bisa berbahaya.

Pengembangan Kasus dan Kebutuhan Edukasi

Kasus GA dan AM juga menjadi peringatan bagi para selebgram yang bisa menjangkau ribuan penggemar. Kepolisian berharap kejadian serupa bisa mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dijual melalui platform digital. "Kami sedang mengejar lebih banyak pelaku yang terlibat dalam jaringan ini," kata Kompol Zulkarnaen.

Menurutnya, keberhasilan penangkapan ini berkat kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk masyarakat yang memberikan laporan. "Kasus ini menunjukkan bahwa narkoba bisa masuk ke berbagai lapisan masyarakat, bahkan yang terlihat sehat dan aktif di media sosial," jelasnya. Kini, polisi sedang menyelidiki apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam jaringan distribusi kartrid ketamin ini.

Konten terkait juga bisa dibaca di Google News.