New Policy: Ketum LOGIS 08 Dukung Perbaikan dan Keberlanjutan Program MBG
Ketum LOGIS 08 Dukung Perbaikan dan Keberlanjutan Program MBG
New Policy - JAKARTA - Anshar Ilo, Ketua Umum LOGIS 08, mengungkapkan dukungan terhadap terus berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu inisiatif utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program ini bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia dan sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dalam wawancara di Jakarta, Senin (15/6), Anshar menegaskan bahwa MBG harus tetap dijalankan karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama pada kelompok rentan.
Pelaksanaan MBG sebagai Investasi Jangka Panjang
Sebagai salah satu program prioritas, MBG dianggap sebagai langkah strategis untuk mendorong kesehatan dan kesejahteraan generasi muda. Anshar Ilo menuturkan, program ini bukan hanya sekadar bantuan sementara, melainkan investasi jangka panjang yang bisa menciptakan anak-anak Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Ia menjelaskan, program ini berpotensi mengurangi angka stunting dan gizi buruk, yang merupakan tantangan besar dalam pembangunan manusia.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Karena itu, LOGIS 08 mendukung agar program ini tetap berjalan. Yang perlu dilakukan adalah memperkuat pengawasan dan memperbaiki tata kelolanya agar semakin efektif dan tepat sasaran,” ujar Anshar Ilo di Jakarta, Senin (15/6).
Menurut Anshar, meskipun evaluasi dan temuan yang muncul selama pelaksanaan MBG menjadi bahan refleksi, hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan program. Ia berpendapat, evaluasi justru menjadi peluang untuk memperbaiki sistem pengelolaan dan meningkatkan efektivitas distribusi bantuan. Anshar juga menekankan bahwa keberlanjutan MBG sangat berkaitan dengan keterlibatan semua pihak, mulai dari lembaga pemerintah hingga masyarakat.
Komitmen pada Transparansi dan Profesionalisme
Sebagai mantan Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Anshar Ilo menyoroti pentingnya prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam mengelola program yang menggunakan anggaran negara. Ia menjelaskan bahwa setiap program besar seperti MBG memerlukan pengawasan ketat untuk memastikan tidak ada kecurangan atau kesalahan dalam distribusi bantuan. “Setiap program besar yang melibatkan anggaran negara tentu membutuhkan pengawasan yang ketat serta evaluasi berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam menjalankan program tersebut,” katanya.
Anshar juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemerintah yang terus melakukan evaluasi di berbagai daerah. Menurutnya, langkah ini menunjukkan komitmen serius dalam memastikan manfaat program bisa dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. Ia menambahkan, jika ada kekurangan atau pelanggaran dalam pelaksanaan MBG, maka yang harus diperbaiki adalah sistem dan oknum yang bermasalah. “Jangan sampai tujuan besar program ini terganggu. Kepentingan anak-anak Indonesia harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
“Jika ditemukan kekurangan atau pelanggaran dalam pelaksanaannya, maka yang harus diperbaiki adalah sistem dan oknum yang bermasalah. Jangan sampai tujuan besar program ini terganggu. Kepentingan anak-anak Indonesia harus menjadi prioritas utama,” ujar Anshar Ilo.
Dalam menopang keberlanjutan MBG, LOGIS 08 berharap program ini terus dikembangkan dengan peningkatan pengawasan dari berbagai elemen, seperti masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait. Anshar menuturkan, keterlibatan aktif masyarakat akan membantu memastikan program ini berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pengawasan dari luar sangat penting untuk menghindari adanya kesenjangan dalam pemberdayaan anak-anak.
Program MBG dirancang untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, terutama daerah dengan akses terbatas ke makanan bergizi. Pemerintah telah melakukan beberapa penyesuaian dalam implementasinya, termasuk pengoptimalan distribusi bantuan dan penggunaan teknologi untuk memantau proses. Anshar menyambut baik langkah-langkah ini dan berharap ada langkah lebih lanjut untuk memastikan program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga berdampak nyata.
Sebagai komponen pendukung pemerintah, LOGIS 08 berperan aktif dalam memberikan masukan dan mengawal keberhasilan program MBG. Anshar menuturkan bahwa lembaga ini berkomitmen untuk menjaga integritas program dan mendorong transparansi dalam penggunaan dana. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat adalah kunci untuk memastikan MBG dapat mencapai tujuannya.
Kebijakan MBG menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan menargetkan anak-anak, program ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan gizi dan memperkuat fondasi perekonomian nasional. Anshar Ilo yakin, jika dikelola dengan baik, MBG bisa menjadi model sukses dalam pemberdayaan manusia.
Program MBG juga menunjukkan peran LOGIS 08 dalam mendukung agenda pemerintahan. Lembaga ini berharap ada peningkatan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program tidak hanya berjalan, tetapi juga terus ditingkatkan. Dalam wawancara, Anshar mengakui bahwa keberhasilan MBG bergantung pada keseriusan semua pihak dalam menjalankannya.
Dengan dukungan dari LOGIS 08, Anshar yakin program MBG bisa menjadi jalan untuk menciptakan generasi yang lebih unggul. Ia menilai, jika pemerintah terus berupaya memperbaiki tata kelola dan melibatkan masyarakat, program ini akan menjadi aset berharga bagi Indonesia. “Setiap peningkatan dalam sistem pengawasan akan membuat MBG lebih efektif dan bermakna bagi masyarakat,” pungkasnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.