New Policy: Forum Ranting NU Jakarta Pusat Desak Musran dan Konferensi MWC Digelar Sebelum Konfercab
Forum Ranting NU Jakarta Pusat Ingatkan Perlu Diadakannya Musran dan Konferensi MWC Sebelum Konfercab
New Policy - JAKARTA - Dalam upaya memastikan konsistensi dan keabsahan proses pemilihan, Forum Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta Pusat masa bakti 2020-2025 secara tegas mengeluarkan pernyataan resmi. Pernyataan tersebut disampaikan di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Pusat pada Kamis (25/6/2026), yang menyoroti pentingnya menjalankan seluruh tahapan Konferensi Cabang (Konfercab) sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, serta Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama. Forum Ranting menekankan perlunya keadilan dan transparansi dalam pengambilan keputusan, agar organisasi tetap berjalan dengan prinsip demokrasi yang kuat.
Forum Ranting Nilai Konfercab Momentum Strategis untuk Masa Depan NU
Konfercab, menurut Forum Ranting, adalah kesempatan kritis yang menentukan arah kepemimpinan dan visi organisasi untuk periode mendatang. Dalam pernyataan mereka, seluruh proses pemilihan harus berlangsung dengan teratur, jelas, dan memperoleh dukungan maksimal dari anggota. Pernyataan ini bertujuan menghindari kekacauan dalam perebutan kekuasaan serta menjaga marwah NU sebagai institusi yang dihormati.
Pernyataan Tegas Tolak Perpanjangan MWC
Forum Ranting menolak penggunaan mekanisme perpanjangan masa bakti Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang telah selesai. Pihaknya menilai, langkah ini memberikan hak suara kepada kepengurusan yang secara administratif tidak lagi berlaku, sehingga mengurangi keabsahan pemilihan. Ustad Widiyanto, yang membacakan pernyataan tersebut, mengatakan, "Organisasi yang besar tidak dapat dibangun di atas kebijakan yang lemah landasan hukumnya." Pernyataan ini menunjukkan kekhawatiran terhadap keputusan yang mungkin menimbulkan cacat legitimasi.
"Organisasi yang besar tidak dapat dibangun di atas kebijakan yang lemah landasan hukumnya,"
kalimat kunci dalam pernyataan yang disampaikan oleh Ustad Widiyanto. Ia menekankan bahwa perpanjangan masa bakti MWC harus dihindari agar proses Konfercab tidak terganggu oleh kepengurusan yang sudah berakhir. Menurut Forum Ranting, penggunaan diskresi sebagai alasan untuk memperpanjang kepengurusan MWC juga dinilai tidak tepat. Mereka menegaskan bahwa AD/ART dan Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama tidak memberikan kewenangan kepada pengurus definitif, terutama kepada caretaker, untuk melakukan perpanjangan tersebut.
Persiapan dan Kesiapan untuk Pelaksanaan Konfercab
Pernyataan resmi Forum Ranting mengingatkan bahwa semua tahapan Konfercab harus diperhatikan secara seksama. Pemilihan ketua cabang dan pengurus lainnya perlu dilakukan dengan keterbukaan, agar semua anggota memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Pihaknya juga menyoroti pentingnya mengadakan Musran (Musyawarah Ranting) dan Konferensi MWC sebelum Konfercab, sebagai langkah awal dalam memastikan keberlanjutan dan keterlibatan anggota dalam pengambilan keputusan.
Dalam konteks ini, Forum Ranting menilai bahwa Musran dan Konferensi MWC adalah bagian tak terpisahkan dari mekanisme demokrasi dalam NU. Dengan menggelar kedua acara tersebut sebelum Konfercab, organisasi dapat menghindari konflik yang mungkin terjadi akibat keputusan yang diambil tanpa konsensus yang cukup. "Kita perlu menjamin bahwa semua proses pemilihan dilakukan secara adil dan terbuka," lanjut Ustad Widiyanto, menambahkan bahwa partisipasi aktif anggota adalah kunci keberhasilan Konfercab.
Upaya Menghindari Kecacatan dalam Pemilihan Kepemimpinan
Forum Ranting juga mengkritik penggunaan istilah "diskresi" sebagai alasan untuk memperpanjang masa bakti MWC yang telah berakhir. Mereka menekankan bahwa tidak ada ketentuan dalam AD/ART maupun Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama yang memperbolehkan hal tersebut. Pernyataan ini menggambarkan keinginan untuk menjaga ketatnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan organisasi.
Menurut Ustad Widiyanto, penyimpangan dalam penggunaan waktu dan mekanisme pemilihan bisa berdampak buruk pada legitimasi keputusan yang diambil. Dengan memperpanjang masa bakti MWC, terdapat risiko bahwa anggota yang tidak setuju akan merasa diabaikan. "Kita harus memastikan bahwa setiap anggota Nahdliyin memiliki peran yang sama dalam menentukan masa depan organisasi," tambahnya, meminta agar seluruh proses Konfercab berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Keteguhan dalam Mengamalkan Prinsip Demokrasi
Forum Ranting NU Jakarta Pusat berupaya menegaskan bahwa demokrasi adalah fondasi utama dalam pengelolaan organisasi. Mereka mengingatkan bahwa proses pemilihan kepemimpinan harus dilakukan dengan transparansi dan kejujuran, agar hasilnya bisa diterima oleh semua pihak. Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa adanya kepengurusan MWC yang diperpanjang bisa menimbulkan penelitian lebih lanjut tentang legitimasi keputusan dalam Konfercab.
Sebagai contoh, keputusan yang diambil oleh MWC dengan masa bakti yang sudah berakhir bisa dilihat sebagai kebijakan yang tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Ini berpotensi menyebabkan kebingungan dalam struktur kepemimpinan NU, serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap keberlanjutan organisasi. Pernyataan yang diucapkan oleh Ustad Widiyanto menjadi pengingat bahwa keputusan dalam Konfercab harus didasari keabsahan dan konsensus yang jelas.
Konsistensi dalam Pemenuhan Hak Anggota
Dalam pernyataannya, Forum Ranting juga menegaskan bahwa seluruh anggota Nahdliyin memiliki hak untuk mengambil bagian dalam pemilihan. Dengan memperpanjang masa bakti MWC, ada kemungkinan anggota yang tidak terlibat dalam proses Musran dan Konferensi MWC akan diabaikan. "Kita perlu memastikan bahwa semua anggota memiliki kesempatan yang sama untuk mengusung kandidat dan menentukan pilihan mereka," pungkas Ustad Widiyanto.
Menurut Forum Ranting, proses pemilihan yang tidak adil bisa mengakibatkan penyimpangan dalam kebijakan organisasi. Oleh karena itu, mereka menekankan perlunya keterbukaan dalam pengambilan keputusan, agar semua pihak dapat melibatkan diri. Dengan memastikan Musran dan Konferensi MWC diadakan sebelum Konfercab, NU diharapkan dapat memperkuat konsistensi dalam tata kelola dan membangun kepemimpinan yang mewakili aspirasi anggotanya.
Pernyataan ini juga menjadi pesan penting bagi pengurus cabang dan anggota NU. Mereka diminta untuk berpartisipasi aktif dalam proses pemilihan, agar keberhasilan Konfercab tidak dirusak oleh penyimpangan yang terjadi di tahap awal. Dengan mengikuti semua aturan yang berlaku, NU dapat menjaga reputasi sebagai organisasi yang kuat, demokratis, dan berakar pada kepercayaan anggotanya.
Sebagai langkah pencegahan, Forum Ranting mengingatkan bahwa semua keputusan dalam Konfercab harus didasari rasa keadilan dan transparansi. Kehadiran Musran dan Konferensi MWC sebelum Konfercab dianggap sebagai upaya untuk memastikan bahwa proses tersebut tidak diambil secara sembarangan. Dengan demikian, NU diharapkan dapat membangun kepemimpinan yang lebih baik, serta menjaga kohesi internal selama masa bakti yang akan datang.