PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Harga Minyak Dunia Turun, Legislator PDIP Minta BBM Segera Disesuaikan

Published Juni 19, 2026 · Updated Juni 19, 2026 · By Jennifer Miller

Harga Minyak Dunia Turun, Legislator PDIP Minta BBM Segera Disesuaikan

JAKARTA, 18 Juni – Kritik atas Kebijakan Harga BBM Terus Meningkat

Latest Program - Legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Mufti Anam, menekankan pentingnya pemerintah segera meninjau ulang harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul penurunan harga minyak global sebesar empat persen dalam perdagangan Senin (15/6). Mufti, yang tergabung dalam Komisi VII DPR, mengungkapkan bahwa rakyat berhak memperoleh manfaat langsung dari kondisi pasar energi yang mulai stabil.

"Ketika konflik geopolitik di Timur Tengah mereda, Selat Hormuz kembali aman, dan harga minyak dunia menurun, masyarakat pun menuntut perubahan yang sama. Manfaat dari perbaikan kondisi ini harus segera dirasakan," ujarnya dalam wawancara dengan media di Jakarta.

Pernyataan Mufti muncul dalam konteks diskusi mengenai kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, yang terpengaruh oleh penurunan harga minyak internasional. Ia menyoroti bahwa kondisi ekonomi global yang sekarang lebih tenang memberikan peluang untuk mengubah kebijakan harga bahan bakar.

Sebelumnya, Mufti mengingatkan bahwa masyarakat selama ini terus berharap memahami keputusan pemerintah ketika BBM mengalami kenaikan akibat kenaikan harga minyak dunia. Namun, saat harga minyak turun, ia menilai pemerintah cenderung menghadirkan alasan untuk menunda penyesuaian harga. "Tidak adil jika kebijakan energi hanya berlaku satu arah. Saat harga minyak naik, penyesuaian BBM cepat dilakukan, tetapi saat harga turun, ada banyak hambatan," kata Mufti.

Legislator PDIP ini juga mempertanyakan konsistensi pemerintah dalam menentukan harga BBM. Menurutnya, kebijakan tersebut harus mencerminkan kondisi pasar secara objektif, baik saat harga naik maupun turun. "Masyarakat harus dihargai secara adil, bukan hanya menjadi pihak yang menerima dampak ketika situasi ekonomi berubah," tambahnya.

Kebijakan BBM yang Konsisten Diperlukan

Mufti menekankan bahwa harga BBM memiliki dampak luas pada kehidupan masyarakat. Ia menyoroti bahwa penyesuaian harga bahan bakar ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memengaruhi biaya transportasi, logistik, hargapangan, serta kegiatan usaha kecil menengah (UMKM). "Kenaikan BBM bisa menguras daya beli masyarakat, sementara penurunan harga bisa mendorong aktivitas ekonomi," jelasnya.

Legislator yang juga menjadi anggota Komisi VII DPR ini berharap pemerintah dan Pertamina dapat mengevaluasi harga BBM secara transparan. Menurutnya, jika memang ada ruang untuk menurunkan harga, maka kebijakan tersebut harus segera diimplementasikan. "Masyarakat tidak boleh terus menjadi pihak yang menerima beban ketika ekonomi global berubah, tetapi tidak mendapatkan keuntungan saat kondisi membaik," tegas Mufti.

Sebagai warga negara, Mufti meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kebutuhan rakyat dalam setiap kebijakan harga bahan bakar. Ia berpendapat bahwa BBM adalah komoditas yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari, sehingga perubahan harga harus direncanakan dengan matang dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat.

Respons terhadap Perubahan Pasar Global

Ketika harga minyak dunia turun, Mufti mengingatkan bahwa pemerintah perlu bergerak cepat untuk menyesuaikan harga BBM. Hal ini disebutnya sebagai langkah penting agar rakyat bisa merasakan manfaat dari perbaikan kondisi pasar energi. "Jika tidak ada kebijakan yang konsisten, maka masyarakat akan merasa tidak adil," ujarnya.

Menurut Mufti, penyesuaian harga BBM seharusnya dilakukan dengan memperhatikan dampaknya terhadap berbagai sektor. Ia mengingatkan bahwa harga bahan bakar tidak hanya menyangkut pengisian kendaraan, tetapi juga menjadi faktor penentu biaya hidup masyarakat secara keseluruhan. "Jadi, penurunan harga minyak dunia harus menjadi peluang untuk mengurangi beban ekonomi rakyat," imbuhnya.

Dalam wawancara tersebut, Mufti juga menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap kebijakan harga BBM dapat dijelaskan dengan transparan, agar tidak ada kesalahpahaman atau kesan tidak adil. "Jika kebijakan ini tidak dibuat dengan transparan, maka masyarakat akan merasa tertekan," kata legislator yang tergabung dalam Fraksi PDI Perjuangan.

Dampak BBM pada Sektor Ekonomi

Menurut Mufti, BBM berperan penting dalam menentukan kelangsungan hidup sektor-sektor utama seperti transportasi, logistik, dan produksi. Ia mencontohkan bahwa penurunan harga BBM bisa mengurangi biaya operasional perusahaan transportasi, sehingga membantu menurunkan tarif angkutan umum atau jasa pengangkutan barang. "Hal ini akan berdampak positif pada daya beli masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan harga BBM tidak boleh hanya dilihat dari sudut pandang keuntungan pemerintah, tetapi juga keadilan bagi rakyat. Mufti menilai, saat harga minyak naik, pemerintah cepat mengambil langkah untuk menyesuaikan BBM, tetapi saat harga turun, ada kecenderungan untuk menunda. "Ini bisa menciptakan ketimpangan dalam kebijakan ekonomi," ujarnya.

Dalam konteks ini, Mufti mengingatkan bahwa pemerintah harus memperhatikan dinamika pasar global. Ia menekankan bahwa penyesuaian harga BBM harus diiringi dengan analisis yang mendalam, termasuk dampak terhadap inflasi, pertumbuhan usaha, dan kesejahteraan rakyat. "Jika pemerintah ingin memperkuat perekonomian, maka kebijakan harga BBM harus menjadi salah satu prioritas," tutup Mufti.

Video Pilihan Redaksi: Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News