Key Strategy: Garap Proyek Sekolah Rakyat di Lampung, Brantas Abipraya Gelar Sertifikasi 300 Tenaga Kerja Konstruksi
Garap Proyek Sekolah Rakyat di Lampung, Brantas Abipraya Gelar Sertifikasi 300 Tenaga Kerja Konstruksi
Kemitraan Kementerian PU dan Balai Jasa Konstruksi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja
Key Strategy - Dalam upaya mendorong pengembangan infrastruktur pendidikan nasional, PT Brantas Abipraya melakukan kolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), untuk menggelar program sertifikasi tenaga kerja konstruksi Strategis Jenjang 1–3. Kegiatan ini berlangsung secara langsung di lokasi proyek Sekolah Rakyat Provinsi Lampung pada 21 Mei 2026, yang menargetkan partisipasi sekitar 300 tenaga kerja konstruksi dari berbagai bidang pekerjaan. Sertifikasi ini dirancang untuk memastikan kualitas pembangunan sesuai standar nasional, sekaligus mendukung percepatan progres proyek strategis nasional tersebut sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan pemerintah.
Proyek Sekolah Rakyat di Lampung merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan melalui peningkatan akses dan kualitas fasilitas pembelajaran. Dengan menerapkan sertifikasi tenaga kerja konstruksi, PT Brantas Abipraya berupaya memastikan bahwa seluruh pekerja yang terlibat dalam proyek memiliki kapasitas teknis dan profesional yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pemilihan Jenjang 1–3 dalam sertifikasi ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan praktis dan pengetahuan dasar para pekerja, termasuk mereka yang berperan dalam konstruksi bangunan, pemasangan material, dan manajemen proyek.
Selama kegiatan, sejumlah tenaga kerja konstruksi yang hadir mencakup peran-peran kunci seperti Kepala Tukang Bangunan Gedung, Mandor Konstruksi, Tukang Besi Beton, Tukang Cat, Tukang Kayu, Tukang Pasang Rangka Baja Ringan, hingga Tukang Pasang Ubin dan Keramik. Para peserta tidak hanya mengikuti ujian teori tetapi juga praktek di lapangan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai aspek konstruksi. Dengan demikian, sertifikasi ini menjadi alat untuk memperkuat keselarasan antara keahlian tenaga kerja dengan kebutuhan proyek, terutama dalam mencapai target kualitas, keselamatan, dan ketepatan waktu pembangunan.
“Kami percaya bahwa keberhasilan proyek konstruksi tidak hanya bergantung pada kualitas bahan dan teknologi, tetapi juga pada kompetensi tenaga kerja yang bekerja di lapangan,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya. Ia menekankan bahwa sertifikasi ini menjadi bagian penting dalam upaya menghasilkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan. “Dengan mengimbangi kemampuan SDM yang memadai, kami berharap proyek Sekolah Rakyat bisa memberikan dampak sosial yang maksimal,” tambahnya.
Komitmen Brantas Abipraya dalam Peningkatan SDM Konstruksi
Kemitraan PT Brantas Abipraya dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang konstruksi. Dian Sovana menjelaskan bahwa sertifikasi ini bukan hanya untuk memenuhi persyaratan proyek, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memastikan tenaga kerja selalu siap menghadapi tantangan di lapangan. “Kami melakukan penilaian berkelanjutan terhadap kompetensi para pekerja, sehingga mereka bisa berkembang seiring bertambahnya kompleksitas proyek,” katanya.
Dalam konteks pembangunan Sekolah Rakyat, yang diharapkan menjadi pusat pendidikan bagi masyarakat Lampung, keberadaan tenaga kerja yang terlatih sangat vital. Dian Sovana menambahkan bahwa program ini dirancang untuk memastikan seluruh aspek proyek, mulai dari desain hingga pelaksanaan, sesuai dengan standar nasional. “Kami ingin setiap pekerja memahami betul tanggung jawab mereka dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman,” ujarnya.
Menurut Dian Sovana, keberhasilan proyek strategis nasional seperti Sekolah Rakyat membutuhkan keterlibatan tenaga kerja yang profesional. Sertifikasi ini juga menjadi sarana untuk menilai apakah para pekerja telah mampu menguasai teknik-teknik terbaru dan menerapkannya secara efektif. “Dengan memadukan pengetahuan teoritis dan pengalaman lapangan, kami yakin hasil proyek akan lebih optimal,” katanya. Selain itu, program ini membantu membangun kesadaran para pekerja tentang pentingnya keselamatan kerja dan kualitas konstruksi yang berstandar nasional.
Proyek Sekolah Rakyat di Lampung yang dianggarkan pada Tahun Anggaran 2026 memiliki dampak sosial yang signifikan, terutama bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam proses pembangunan. Dengan adanya sertifikasi tenaga kerja konstruksi, diharapkan semua aspek pekerjaan, seperti pemasangan lantai, atap, dan dinding, akan lebih terkontrol dan sesuai dengan rencana. “Kami juga berharap program ini menjadi contoh terbaik dalam penerapan standar nasional, sehingga bisa diaplikasikan di proyek lainnya,” imbuh Dian Sovana.
Sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), proyek Sekolah Rakyat di Lampung diharapkan menjadi model pembangunan yang efisien dan berdampak nyata. Sertifikasi tenaga kerja konstruksi menjadi bagian dari langkah-langkah pemerintah untuk memastikan bahwa semua proyek strategis dikerjakan oleh SDM yang kompeten dan terstandar. Dengan demikian, pihak PT Brantas Abipraya dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang berharap bisa menciptakan infrastruktur pendidikan yang berkelanjutan, sesuai dengan visi pemerintah dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Dian Sovana, keberadaan tenaga kerja yang terlatih bisa mempercepat proses proyek dan mengurangi risiko kesalahan yang mungkin terjadi. “Dengan sertifikasi, para pekerja lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan di lapangan, dan mereka juga bisa memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kelancaran proyek,” katanya. Kemitraan antara PT Brantas Abipraya dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang dipercaya menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kualitas pembangunan di Indonesia. “Kami berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam berbagai program yang bertujuan meningkatkan SDM konstruksi nasional,” tutup Dian Sovana.