PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: Forum Ekonomi Hijau Dorong Arah Baru Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

Published Juni 3, 2026 · Updated Juni 3, 2026 · By Patricia Jones

Forum Ekonomi Hijau Dorong Arah Baru Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

Konteks Transisi Ekonomi Hijau di Indonesia

Key Strategy - Dalam situasi global yang semakin berubah karena krisis iklim, kerusakan lingkungan, dan ketidakstabilan ekonomi, konsep ekonomi hijau mulai menjadi prioritas utama. Gagasan ini tidak lagi sekadar pembahasan akademis, melainkan kebutuhan nyata bagi Indonesia dalam menciptakan sistem pembangunan yang lebih berkelanjutan, inklusif, serta mampu bertahan di tengah tantangan yang semakin kompleks. Pemerintah dan berbagai pihak terkait mulai menyadari bahwa transisi ekonomi hijau tidak hanya penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi juga sebagai langkah strategis menuju ekonomi yang lebih tangguh dan pesat.

Transisi ke model pembangunan baru ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat sipil. Di tengah tekanan global terhadap praktik ekonomi yang ramah lingkungan, Indonesia harus segera bergerak untuk mengubah pola kebijakan dan kegiatan industri. Dengan jumlah populasi yang terus meningkat, kebutuhan akan energi dan sumber daya alam semakin besar, sehingga pemanfaatan sumber daya harus lebih efisien dan terukur.

Pengembangan Forum Ekonomi Hijau

Menyadari pentingnya perubahan paradigma, Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) mengambil inisiatif untuk mendorong dialog dan sinergi antar stakeholder. Forum Ekonomi Hijau (FEH) dibentuk sebagai platform kolaboratif yang bertujuan memperkuat upaya membangun ekonomi hijau di Indonesia. Forum ini dijadwalkan diluncurkan pada 17 Juni 2026 di Jakarta, yang akan menjadi ajang untuk mempertemukan tokoh nasional, akademisi, pejabat pemerintah, pemangku kebijakan industri, serta komunitas masyarakat sipil.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong munculnya solusi inovatif yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan wawasan dari berbagai sektor, FEH berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Sejumlah pihak menegaskan bahwa ekonomi hijau adalah jawaban atas tantangan ekonomi global dan lingkungan yang sekarang ini semakin kritis. “Waktu untuk menunda transformasi ekonomi sudah sangat terbatas,” kata Burhanuddin Abdullah, ketua dewan pembina IKA Unpad, Selasa (2/6). Menurutnya, biaya mempertahankan sistem pembangunan lama kini lebih besar daripada biaya yang diperlukan untuk beralih ke model ekonomi hijau.

“Biaya mempertahankan model pembangunan lama hari ini sebenarnya sudah jauh lebih mahal dibandingkan biaya untuk bertransisi menuju ekonomi hijau,” ujar Burhanuddin, Selasa (2/6).

Beliau menambahkan bahwa ekonomi hijau juga berperan penting dalam menentukan posisi Indonesia di kancah global. Kini, negara-negara lain semakin menuntut praktik ekonomi yang ramah lingkungan, efisien energi, serta tanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Indonesia, yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, diberi kesempatan besar untuk menjadi pemenang dalam persaingan ekonomi internasional jika mampu mengadopsi pola baru ini.

Ekonomi Hijau sebagai Pendorong Daya Saing Global

Konsep ekonomi hijau secara global dipahami sebagai pendekatan pembangunan yang tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak mengorbankan lingkungan atau kesejahteraan generasi mendatang. Pendekatan ini sejalan dengan gagasan inclusive green growth, yaitu pertumbuhan yang mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam, mengurangi polusi, dan membangun ketahanan terhadap perubahan iklim serta risiko bencana alam.

Menurut Burhanuddin, penerapan ekonomi hijau tidak hanya menguntungkan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Dengan model ini, kita bisa menjamin pertumbuhan ekonomi yang stabil sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya,” jelasnya. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk memastikan transisi ekonomi hijau berjalan efektif dan merata. Tanpa sinergi antar pihak, perubahan ini berpotensi terjadi secara parsial, yang bisa menghambat kemajuan nasional.

Dalam perspektif ekonomi, transisi hijau tidak hanya berkaitan dengan teknologi atau kebijakan lingkungan, tetapi juga dengan kebijakan sosial dan ekonomi yang lebih inklusif. IKA Unpad menggagas FEH untuk menciptakan ruang diskusi yang terbuka, di mana berbagai ide dan solusi bisa terbentuk secara kolektif. Forum ini dirancang sebagai wadah untuk menyebarluaskan konsep ekonomi hijau kepada publik luas, termasuk masyarakat sipil yang sering dianggap terpinggirkan dalam proses pembangunan.

Kehadiran masyarakat sipil dalam forum ini memiliki makna penting. Mereka berperan sebagai pelaku yang bisa memberikan masukan langsung terkait kebutuhan dan kepentingan masyarakat daerah. Dengan melibatkan berbagai kalangan, FEH diharapkan bisa menjadi kekuatan kolektif yang mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk mengambil kebijakan yang lebih berkelanjutan. Sejumlah pihak juga menyoroti bahwa transisi ke ekonomi hijau bisa menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat sektor pertanian, energi terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan.

Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi hijau, terutama melalui penggunaan sumber daya alam yang terbarukan. Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil harus bersatu untuk mewujudkan transformasi ini. Forum Ekonomi Hijau menjadi wadah untuk mempercepat proses kolaborasi, terutama dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin cepat. Pemimpin dan pekerja di berbagai sektor diharapkan bisa memanfaatkan forum ini sebagai referensi dalam merancang strategi pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Sebagai salah satu inisiatif penting, FEH juga akan menjadi pusat kajian dan pertukaran ide mengenai pembangunan berkelanjutan. Masyarakat luas bisa mengikuti perkembangan forum ini untuk memahami bagaimana ekonomi hijau bisa menjadi bagian dari visi nasional. Kebijakan yang mendorong ekonomi hijau akan membantu Indonesia meraih posisi sebagai negara yang tangguh di tengah tekanan global. Dengan menggabungkan inovasi, kesadaran lingkungan, dan partisipasi masyarakat, transisi ke model baru ini bisa menjadi jalan terbaik untuk menghadapi tantangan masa depan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.