PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Issue: Kasus Suami Bunuh Istri di Makassar Diduga Bermotif Asmara

Published Juni 16, 2026 · Updated Juni 16, 2026 · By John Hernandez

Kasus Suami Bunuh Istri di Makassar Diduga Bermotif Asmara

Key Issue - Kasus pembunuhan tragis yang terjadi di Jalan Manuruki VI, Makassar, Sulawesi Selatan, kini menjadi sorotan publik setelah polisi mengungkapkan dugaan motifnya. Menurut informasi yang diterima, kejadian tersebut dianggap dipicu oleh konflik asmara dan tekanan ekonomi yang berujung pada pertengkaran mematikan antara pelaku dan korban. Pelaku berinisial SHM (21 tahun) diduga menghabisi nyawa istrinya, AN (24 tahun), dalam suasana yang memicu emosi tinggi.

Dalam pernyataan resmi, Kepala Unit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abdul Latif menjelaskan bahwa kasus ini didasari rasa sakit hati. "Motif pembunuhan ini adalah sakit hati," ujarnya, Selasa dini hari (16/6/2026). Menurut keterangan pelaku, hubungan antara pasangan tersebut mulai retak karena adanya perselingkuhan. "Istrinya sering memberikan kata-kata kasar, bahkan pernah menemukan bekas ciuman di lehernya," tambah Abdul, menjelaskan latar belakang konflik.

"Berdasarkan pengakuan pelaku, ia merasa terluka karena kelakuan istrinya yang diduga mencurigakan. Sebelum kejadian, pelaku terus-menerus mempermasalahkan perilaku korban yang dianggap tidak loyal," papar Abdul, memberikan detail lebih lanjut tentang peristiwa tersebut.

Pertengkaran antara suami dan istri ini diduga terjadi karena SHM terbongkar selingkuh dengan perempuan lain. Akibatnya, AN menjadi korban dari kekecewaan yang memuncak. "Kemungkinan besar, korban merasa curiga atas kelakuan suaminya selama ini. Hal ini memicu perdebatan hingga akhirnya berujung pada tindakan ekstrem," terang Abdul, menjelaskan alur kejadian.

Menurut sumber di lokasi kejadian, peristiwa pembunuhan terjadi saat pasangan tersebut berada di dalam kamar. Suasana gelap dan keadaan emosi memicu SHM untuk melakukan aksi kekerasan. "Dalam situasi itu, pelaku tidak menerima ucapan kasar dari istrinya. Akhirnya, ia mengambil langkah tegas dengan menggorok leher korban menggunakan sebilah badik," jelas Abdul, menggambarkan momen kritis.

"Korban disebut terus-menerus merasa cemas atas kelakuan suaminya. Selama ini, AN diduga memiliki kecurigaan bahwa SHM berselingkuh. Kondisi ini akhirnya memicu perdebatan hebat yang berujung pada tindakan mematikan," kata Abdul, mengungkapkan penyebab konflik.

Insiden tersebut terjadi pada hari Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 20.30 WITA. Lokasi kejadian terletak di Jalan Manuruki VI, Lorong 1, Kecamatan Tamalate, Makassar. Korban ditemukan tewas setelah diberi luka serius oleh pelaku. Sementara itu, SHM kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Polisi mengatakan bahwa proses investigasi masih berlangsung untuk memastikan detail lebih lanjut. "Kami masih memburu bukti-bukti tambahan guna memperkuat dugaan motif pembunuhan ini," tutur Abdul, menyampaikan pernyataan terkini. Sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian juga diperiksa untuk memperjelas kronologi peristiwa.

Dalam beberapa hari terakhir, warga sekitar mengungkapkan kekecewaan terhadap kejadian tersebut. Mereka menyebut bahwa hubungan antara pasangan itu telah memburuk karena adanya perbedaan pendapat tentang pengelolaan keuangan keluarga. "Masalah ekonomi menjadi salah satu pemicu utama konflik ini," tambah Abdul, menyoroti aspek lain yang memperparah situasi.

Menurut laporan, SHM mengungkapkan bahwa keinginan untuk menghabiskan waktu bersama perempuan lain membuatnya terus-menerus merasa tertekan. "Ia merasa tidak dihargai oleh istrinya, terutama dalam hal kepercayaan dan perhatian," jelas Abdul, merinci alasan tindakan pembunuhan. Hal ini menunjukkan bahwa motif kasus tidak hanya berasal dari perselingkuhan, tetapi juga dari tekanan emosional yang terus-menerus.

Kasus ini menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat terkait hubungan suami-istri yang terguncang oleh konflik asmara. Beberapa warga menganggap bahwa pernikahan tersebut berjalan baik sebelum insiden terjadi, sementara lainnya menilai bahwa adanya selingkuh telah memicu ketegangan yang tidak terduga. "Kami berharap masyarakat memberikan dukungan untuk proses penyelidikan ini," pinta Abdul, mengajak partisipasi publik.

Sebagai informasi tambahan, polisi menegaskan bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit atau kecelakaan yang bisa menyebabkan kematian mendadak. "Korban dalam kondisi sehat, sehingga kematian terjadi akibat luka serius yang disebabkan oleh penggunaan badik," tegas Abdul, memberikan penjelasan medis untuk memastikan fakta. Sementara itu, SHM ditemukan tidak mengalami luka serius dan berada dalam kondisi stabil setelah kejadian.

Kasus ini juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya komunikasi dalam hubungan pasangan. "Kami menyarankan pasangan untuk saling memahami dan tidak langsung mengambil langkah ekstrem," kata Abdul, memberikan pesan moral. Selain itu, polisi sedang mengejar rencana penanganan lebih lanjut terhadap pelaku dan korban untuk memastikan kejelasan.