PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: PGRI Sumsel Tegaskan Dukungan ke Pengurus Sah, Tolak Manuver di Luar Mekanisme

Published Juni 10, 2026 · Updated Juni 10, 2026 · By Michael Taylor

PGRI Sumsel Dukung Kepengurusan Sah, Tolak Manuver di Luar Mekanisme

Key Discussion – Palembang, PGRI Sumatera Selatan (PGRI Sumsel) kembali menguatkan dukungan terhadap kepengurusan yang dianggap sah, yakni hasil Kongres PGRI 2024. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat konsolidasi yang melibatkan perwakilan pengurus PGRI dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, di Hotel Wyndham OPI Mall, Palembang, Selasa (9/6/2026). Acara ini diharapkan menjadi langkah penting untuk memperkuat solidaritas pengurus dan menjaga kestabilan organisasi.

Kepengurusan Sah sebagai Dasar Konsistensi

Dalam sesi diskusi, Ketua PGRI Sumsel, Bukman Lian, menegaskan bahwa kepengurusan yang dihasilkan Kongres 2024 harus diakui sebagai resmi. Ia menjelaskan bahwa semua proses telah sesuai dengan mekanisme organisasi dan didukung oleh putusan Mahkamah Agung melalui PK nomor 12 PK/TUN/2026. Pernyataan ini menunjukkan keyakinan pengurus terhadap keabsahan keputusan yang telah diambil.

"Kami berbicara berdasarkan fakta hukum dan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap," tegas Bukman Lian.

Bukman juga mengingatkan bahwa adanya klaim kemenangan yang beredar saat ini bisa menyimpang dari kebenaran karena masih bergantung pada proses hukum yang belum selesai. Ia menekankan bahwa tindakan di luar mekanisme organisasi berpotensi menciptakan kebingungan dan mengganggu Key Discussion yang berlangsung di dalam struktur PGRI.

Peringatan Terhadap Penunjukan Sepihak

Pembina PGRI Sumsel, Ahmad Zulinto, menegaskan bahwa kepengurusan tidak boleh dibentuk melalui cara mandat atau penunjukan yang tidak sesuai dengan AD/ART PGRI. Ia mengatakan, upaya ini bisa mengurangi kredibilitas organisasi dan memecah kesatuan pengurus. "PGRI memiliki aturan jelas. Kepengurusan tidak bisa dibentuk secara sepihak tanpa melalui proses organisasi yang sah," tambah Zulinto.

Menurut Zulinto, keputusan Mahkamah Agung memberikan dasar hukum kuat untuk PGRI bergerak mandiri. Ia menekankan bahwa konsistensi kepengurusan adalah kunci dalam Key Discussion yang sedang berlangsung.

Dalam Key Discussion ini, Zulinto juga menyampaikan bahwa Kongres 2024 menjadi titik awal pengambilan keputusan yang valid. Dengan demikian, setiap perubahan harus melalui proses transparan dan terukur agar tidak menyimpang dari mekanisme yang telah ditetapkan.

Memperkuat Kepatuhan Internal

Rapat konsolidasi diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kepatuhan pengurus terhadap kepengurusan yang sah. Bukman Lian menekankan pentingnya kesatuan dalam menjaga keutuhan organisasi. "Kepengurusan sah adalah dasar bagi semua kebijakan dan keputusan yang akan diambil," ujarnya.

PGRI berkomitmen untuk menjaga konsistensi dan kepastian hukum, sehingga semua Key Discussion terkait perubahan kepengurusan harus didasarkan pada proses yang sah.

Dalam konteks ini, Zulinto menambahkan bahwa proses pemilihan yang demokatis dan sesuai AD/ART PGRI adalah jaminan legitimasi kepemimpinan. Ia meminta seluruh pihak untuk fokus pada implementasi keputusan Kongres 2024, menghindari intervensi di luar mekanisme yang telah ditetapkan.

Pengambilan Keputusan yang Transparan

Para pengurus menegaskan bahwa kepengurusan sah harus menjadi acuan dalam Key Discussion terkait kebijakan organisasi. Bukman Lian menjelaskan bahwa perubahan struktur atau keputusan kecil pun perlu melalui prosedur yang jelas, agar tidak merusak kredibilitas PGRI. "Dengan proses yang transparan, PGRI bisa menjaga konsistensi dalam menghadapi tantangan di bidang pendidikan," imbuhnya.

Menurut Zulinto, konsistensi kepengurusan adalah penjamin utama dalam Key Discussion yang berlangsung. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan peran PGRI sebagai pelindung hak guru dan siswa.

Para pengurus juga menyoroti bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan di luar mekanisme berisiko mengakibatkan keputusan yang tidak adil. Dengan demikian, Key Discussion ini menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas dan menjaga keberlanjutan organisasi.

Langkah Masa Depan PGRI Sumsel

Zulinto menegaskan bahwa kepengurusan sah menjadi fondasi untuk menghadapi tantangan di masa depan. Ia menyebutkan bahwa kestabilan organisasi sangat penting untuk menjaga konsistensi dalam mengembangkan kebijakan pendidikan yang pro-rakyat. "Kami akan terus berkomitmen dalam Key Discussion untuk memastikan PGRI tetap berfungsi optimal," jelasnya.

Bukman Lian juga meminta seluruh pihak untuk fokus pada pelaksanaan keputusan Kongres 2024, tanpa intervensi dari luar. Ia menegaskan bahwa Key Discussion ini adalah bagian dari proses internal PGRI yang memastikan keterlibatan anggota dan menjaga keberlanjutan organisasi.