Kapolrestabes Palembang Bagikan Makanan dan Minuman Gratis Kepada Mahasiswa Seusai Berdemonstrasi
Kapolrestabes Palembang Berikan Makanan Gratis untuk Mahasiswa Usai Demonstrasi
Kapolrestabes Palembang Bagikan Makanan dan Minuman - JAKARTA - Suatu situasi yang menarik perhatian terjadi di depan gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (24/6/2026). Saat aksi unjuk rasa mahasiswa berlangsung, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, terlihat memberikan bantuan makanan dan minuman secara gratis kepada para peserta. Langkah ini diambil setelah pihak kepolisian menyadari sejumlah mahasiswa telah berada di lokasi sejak pagi hari, bahkan beberapa di antaranya sedang menjalani ibadah puasa.
Perhatian Kemanusiaan dari Pihak Kepolisian
Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa yang terlibat dalam aksi demonstrasi. "Adik-adik mahasiswa sudah berada di sini sejak pagi hari, ada yang sedang berpuasa, jadi kami ingin menghibahkan makanan dan minuman sebagai bentuk kepedulian," ujarnya. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya memastikan kenyamanan peserta aksi yang telah menghabiskan waktu lama di lokasi tanpa makan atau minum.
"Kami membagikan makanan dan minuman kepada masyarakat. Tadi, kami melihat adik-adik mahasiswa sudah berada di lokasi sejak siang hari, bahkan ada yang sedang berpuasa,"
Aksi mahasiswa tersebut menyebabkan sejumlah pedagang kecil dan menengah (UKM) di sekitar lokasi mengalami penurunan penjualan. Sonny mengatakan bahwa kondisi ini menjadi alasan bagi kepolisian untuk mengambil tindakan khusus. "Ada yang membutuhkan dan ada yang bisa dibantu. Karena itu kami membeli dagangan para pelaku UKM yang belum laku, lalu makanan dan minuman tersebut kami bagikan kepada peserta aksi," tambahnya.
Peran Pihak Kepolisian dalam Membantu Masyarakat
Dalam upaya memperkuat hubungan antara polisi dan warga, Kapolrestabes Palembang memastikan bahwa bantuan ini mencakup berbagai jenis makanan dan minuman. Mulai dari batagor, es tebu, hingga minuman ringan lainnya, semua dihimpun dan dibagikan secara merata. Tindakan ini tidak hanya memberikan kebutuhan pokok kepada mahasiswa, tetapi juga membantu para pedagang yang sedang kesulitan menjual produknya.
Sonny Mahar Budi Adityawan menegaskan bahwa kepolisian berupaya memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat di tengah situasi demonstrasi. "Kami berharap bantuan ini bisa memberikan kehangatan bagi para peserta aksi, sambil tetap menjaga ketertiban di lokasi," katanya. Tindakan ini juga menjadi wujud kepedulian terhadap kondisi fisik peserta aksi yang terkena dampak langsung dari aktivitas berdemo di bawah panas matahari.
Sejumlah warga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kapolrestabes Palembang. "Sangat bagus kepolisian membantu, terutama bagi para mahasiswa yang sudah kelelahan sejak pagi," ujar seorang warga setempat. Selain itu, beberapa pedagang UKM menyatakan bahwa pembelian dagangan oleh pihak kepolisian menjadi solusi sementara bagi mereka yang kewalahan menjual produk karena jalan terkunci oleh massa aksi.
"Karena itu kami membeli dagangan para pelaku UMKM yang belum laku, lalu makanan dan minuman tersebut kami bagikan kepada peserta aksi,"
Dalam aksi demonstrasi tersebut, mahasiswa mengutamakan kebutuhan logistik. Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan mengungkapkan bahwa kepolisian melakukan pengumpulan makanan dan minuman dari berbagai sumber, termasuk pasar tradisional dan toko-toko sekitar. "Kami berusaha memenuhi kebutuhan para peserta aksi secara maksimal, meskipun dalam situasi yang terbatas," jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara institusi kepolisian dan komunitas lokal. Selama aksi berlangsung, mahasiswa dan warga sekitar terus berinteraksi dengan polisi, yang menunjukkan sikap terbuka dan proaktif. "Kami ingin menunjukkan bahwa polisi tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga siap memberikan bantuan kepada masyarakat," tambah Sonny.
Selain memberikan bantuan langsung, Kapolrestabes Palembang juga memastikan bahwa distribusi makanan dan minuman berjalan efisien. Setiap paket yang diberikan dilakukan dengan hati-hati agar tidak ada yang terlewat. "Kami mengatur pengambilan makanan dan minuman agar peserta aksi bisa menerima secara adil," katanya. Tindakan ini membantu mengurangi rasa lelah dan lapar yang dirasakan oleh para mahasiswa yang terjebak di lokasi.
Dampak Positif dari Bantuan Kepolisian
Dalam wawancara terpisah, seorang mahasiswa yang turut serta dalam aksi mengakui bahwa bantuan tersebut memberikan dampak yang positif. "Selain mengurangi kelelahan, makanan dan minuman ini juga menjadi simbol dukungan dari pihak kepolisian kepada kami," ujarnya. Ia menyebutkan bahwa bantuan ini memperkuat rasa percaya antara peserta aksi dan pihak keamanan.
Sonny juga menegaskan bahwa kepolisian terus memantau situasi di lokasi. "Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan bahwa aksi berjalan lancar tanpa gangguan serius," katanya. Hal ini memperlihatkan peran kepolisian sebagai pihak yang tidak hanya mengawasi, tetapi juga mendukung kegiatan sosial yang dilakukan oleh warga.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana pihak kepolisian mampu beradaptasi dengan situasi di lapangan. Sonny menuturkan bahwa kepolisian terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk warga sekitar, untuk memastikan kebutuhan peserta aksi terpenuhi. "Kami harap ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih baik antara polisi dan masyarakat," pungkasnya.
Selain makanan dan minuman, pihak kepolisian juga memberikan bantuan tambahan berupa penjelasan tentang prosedur aksi yang sehat. Mereka mengingatkan para peserta aksi untuk tetap menjaga kebersihan dan menghindari penyebaran virus, terutama dalam situasi yang panas dan terbuka. "Kami mengimbau peserta aksi untuk tetap sehat, agar kegiatan bisa berlangsung maksimal," tambah Sonny.
Langkah ini memperlihatkan bahwa pihak kepolisian tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada kepedulian sosial. Dengan memberikan bantuan makanan dan minuman, mereka mencoba menenangkan emosi peserta aksi dan membangun hubungan yang harmonis. Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, terutama di masa-masa aksi besar yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Di sisi lain, para pedagang UKM juga menyampaikan harapan bahwa bantuan ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan penjualan mereka. "Kami sangat berterima kasih, karena bantuan ini tidak hanya membantu peserta aksi, tetapi juga memberi kami peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas," ujar salah seorang pedagang. Sonny menyetujui rencana ini dan berkomitmen untuk terus membantu para pedagang sepanjang aksi berlangsung.
Kegiatan yang berlangsung di depan DPRD Sumsel tersebut menunjukkan bahwa koordinasi antara lembaga kepolisian dan komunitas lokal bisa menghasilkan solusi yang berdampak luas. Dengan menggabungkan upaya memenuhi kebutuhan peserta aksi dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, Kapolrestabes Palembang berhasil menunjukkan peran yang lebih luas dari institusi keamanan. Langkah ini juga memberikan contoh bagaimana kepolisian