PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Historic Moment: Mobil Pindad Maung Disebut Mengalami Kebocoran dan Gredek-Gredek

Published Juni 11, 2026 · Updated Juni 11, 2026 · By Jennifer Miller

Mobil Pindad Maung Dibongkar Prabowo Subianto Soal Kekurangan di Medan Pegunungan

Historic Moment - Dalam sesi dialog yang digelar selama Musyawarah Nasional HIPMI XVIII Tahun 2026, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan pengalaman menggunakan mobil dinas produksi PT Pindad, yaitu mobil Maung, yang terjadi saat melakukan kunjungan kerja di tengah hujan deras. Informasi ini disampaikan langsung oleh mantan komandan pasukan TNI itu dalam wawancara daring dari Jakarta, Rabu (10/6). Meski tidak menyebutkan detail spesifik, Prabowo mengungkapkan bahwa masalah teknis yang dialami mobil tersebut berdampak signifikan pada kenyamanan dan fungsionalitasnya.

Masalah Teknis yang Disampaikan

Pada acara yang dihadiri berbagai tokoh perusahaan dan organisasi, Prabowo menyampaikan bahwa mobil dinas Maung memiliki kekurangan yang harus diperbaiki. "Suatu saat saya lagi tidur di mobil, tahu-tahu karena hujan keras di luar, saya tidur, tahu-tahu tek tek tek tek (bocor)," ujarnya. Suara yang menggambarkan suara air keluar dari bodi mobil tersebut menjadi bagian dari cerita yang disampaikan. Menurut Prabowo, kejadian ini terjadi saat mobil sedang berjalan di jalan raya, dan kebocoran yang terjadi mengganggu kegiatan kerjanya.

"Aku kirim kembalilah, ini, kan, buatan Pindad. Aku bilang, 'Eh Pindad tolonglah bocornya dikurangi," tegas Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Komentar Prabowo ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya memberikan masukan sebagai pengguna, tetapi juga secara aktif berperan dalam evaluasi kualitas produk yang diproduksi oleh PT Pindad. Selain itu, ia juga menyoroti masalah lain yang sering terjadi saat mobil digunakan di medan yang tidak rata, khususnya di daerah pegunungan. "Saat digunakan di medan pegunungan, mobil itu mengalami guncangan yang cukup mengganggu," tambahnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang ketangguhan desain dan kualitas konstruksi mobil tersebut.

Respon dari PT Pindad

Pengalaman Prabowo menjadi bahan evaluasi bagi PT Pindad, yang merupakan salah satu perusahaan milik pemerintah dan bergerak di bidang produksi kendaraan bermotor. Dalam sesi wawancara, ia menjelaskan bahwa masukan yang diberikan berupa keinginan untuk mengurangi kebocoran dan meningkatkan performa mobil di medan yang berubah-ubah. Sebagai sosok yang pernah memimpin operasi militer, Prabowo menganggap pengalaman langsung adalah cara terbaik untuk memahami masalah teknis yang mungkin terlewat dalam uji coba sebelumnya.

PT Pindad, yang dikenal sebagai produsen mobil khusus untuk kebutuhan operasional TNI dan polisi, memiliki reputasi sebagai salah satu pabrikan dalam negeri yang mampu memenuhi standar kualitas. Namun, kejadian pada mobil Maung memicu pertimbangan lebih lanjut mengenai kemampuan mobil tersebut dalam menyesuaikan diri dengan kondisi jalan yang beragam. Prabowo mengungkapkan bahwa ia juga memberikan saran untuk mengoptimalkan struktur rangka agar lebih stabil saat melewati medan yang berbukit.

Penyebab dan Solusi Masalah

Menurut Prabowo, kebocoran pada mobil Maung terjadi karena material bodi yang kurang tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem. "Kita tahu, di daerah pegunungan cuaca bisa berubah tiba-tiba, dan mobil harus siap menghadapi segala situasi," katanya. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa getaran yang terjadi saat mobil melintasi jalan berlubang atau tanjakan tajam adalah akibat dari sistem suspensi yang perlu diperbaiki. Meski mobil tersebut dirancang untuk kebutuhan khusus, masalah ini menunjukkan bahwa ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut.

Prabowo menegaskan bahwa masukan dari pengalaman pribadinya adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas produk. "Setiap pengguna pasti memiliki kritik, dan kita harus memperhatikannya," imbuhnya. Ia juga menyarankan bahwa perusahaan perlu melakukan analisis lebih dalam mengenai keandalan mobil dalam berbagai kondisi lingkungan. Selain itu, ia berharap Pindad dapat meningkatkan keawetan dan kepraktisan mobil tersebut, agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat luas.

Respons dari Masyarakat dan Media

Perkataan Prabowo memicu respons dari berbagai pihak, termasuk media lokal dan warganet. Banyak yang menilai bahwa masukan dari seorang presiden adalah bukti bahwa mobil produksi dalam negeri masih perlu dikembangkan. "Ini menunjukkan bahwa Pindad tidak bisa lengah, karena ada figur penting yang memberikan evaluasi langsung," tulis salah satu warganet di media sosial. Sementara itu, media menilai bahwa ini adalah langkah positif untuk meningkatkan transparansi dan kualitas produk yang dihasilkan.

Komentar Prabowo juga menarik perhatian para pengamat industri otomotif, yang memperkirakan bahwa masalah yang ia sampaikan mungkin terkait dengan desain bodi mobil atau sistem pengelasan. "Kebocoran dan getaran yang sering terjadi bisa disebabkan oleh bahan baku yang tidak konsisten atau teknik pengerjaan yang kurang sempurna," kata seorang analis. Meski demikian, ia juga mengatakan bahwa PT Pindad memiliki potensi besar untuk memperbaikinya, terutama jika diberikan sumber daya dan teknologi yang lebih modern.

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga menyampaikan bahwa ia berharap mobil Maung bisa menjadi bagian dari inovasi nasional. "Mobil ini adalah simbol kemajuan teknologi Indonesia, dan kita harus terus berupaya memperbaikinya," tegasnya. Ia menegaskan bahwa masukan dari pengguna adalah bagian penting dalam proses pengembangan produk. Dengan menyoroti masalah teknis, Prabowo berharap PT Pindad dapat memperkuat komitmen untuk memenuhi standar kualitas yang lebih tinggi.

Sebagai tambahan, Prabowo juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung produksi dalam negeri, meski ada kekurangan yang perlu diperbaiki. "Kita harus bersemangat, karena mobil ini buatan Indonesia, dan kita punya tanggung jawab untuk membuatnya lebih baik," katanya. Komentar ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi PT Pindad untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produksi, sejalan dengan tujuan pemerintah untuk membangun industri otomotif nasional yang mandiri.

Sebagai penutup, Prabowo mengingatkan bahwa setiap produk memiliki proses pengembangan yang dinamis. "Masalah yang terjadi hari ini bisa menjadi langkah awal untuk perbaikan di masa depan," pungkasnya. Dengan menyoroti kekurangan mobil Maung, ia menunjukkan bahwa tanggung jawab sebagai pengguna dan pemilik produk adalah bagian dari proses kritis. Dalam konteks ini, perusahaan harus terus belajar dan beradaptasi dengan tantangan nyata yang dihadapi oleh pengguna di lapangan.

Penyampaian Prabowo tidak hanya menjadi catatan untuk PT Pindad, tetapi juga memberi gambaran tentang kebutuhan pengembangan produk yang lebih realistis. Dengan menggabungkan pengalaman langsung dan masukan dari berbagai sumber, ia menegaskan bahwa kualitas produk harus diukur berdasarkan penggunaannya di kondisi nyata. Hal ini memicu harapan bahwa perusahaan akan segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah yang ada.