Bengkel di OKI Ternyata Produksi Senjata Api Rakitan – Ada Revolver hingga Bom Molotov
Bengkel di OKI Ternyata Produksi Senjata Api Rakitan, Ada Revolver hingga Bom Molotov
Bengkel di OKI Ternyata Produksi Senjata - Di Desa Berkat, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sebuah bengkel sederhana ternyata dijadikan tempat aktivitas berbahaya. Polisi menemukan praktik pembuatan senjata api rakitan yang lengkap dengan amunisi dan bahan baku berpotensi digunakan dalam aksi kriminal. Pengungkapan ini dilakukan oleh jajaran Polres OKI dalam rangka Operasi Senpi Musi 2026, yang bertujuan mengungkap peredaran senjata ilegal di wilayah tersebut.
Penggerebekan terhadap bengkel tersebut dilakukan pada Senin (22/6/2026) pagi, dengan petugas mengamankan seorang pria berinisial N (60 tahun) yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Aktivitas pembuatan senjata api di lokasi itu terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan adanya produksi senjata ilegal di sebuah rumah. Tim Opsnal Unit Pidana Umum Satreskrim Polres OKI segera melakukan penyelidikan intensif untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
"Saat penggerebekan berlangsung, petugas menemukan berbagai jenis senjata api rakitan yang diduga dibuat sendiri oleh tersangka. Dari hasil pemeriksaan awal, N mengakui seluruh senjata tersebut diproduksi di kediamannya," terang Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, Rabu (24/6/2026).
Kasus ini menyoroti seriusnya masalah senjata api ilegal di OKI. Barang bukti yang diamankan oleh petugas mencakup dua pucuk senjata api rakitan laras panjang dengan gagang kayu, satu pucuk revolver rakitan, serta enam butir amunisi berbagai kaliber. Selain itu, petugas juga menyita satu selongsor peluru, dua botol panah, dan dua unit gerinda yang diduga digunakan sebagai alat produksi. Penemuan ini menunjukkan skala kegiatan yang cukup intens, bahkan mungkin sudah berlangsung dalam waktu yang lama.
Menurut Eko, penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam produksi senjata api tersebut. Tim juga sedang menelusuri kemungkinan senjata rakitan tersebut pernah diperjualbelikan atau digunakan dalam tindak kejahatan tertentu. "Kami masih mengumpulkan bukti tambahan untuk mengungkap lebih banyak detail terkait kasus ini," tambahnya. Selain itu, polisi juga berencana mengintensifkan patroli di sekitar area tersebut untuk mencegah terjadinya aksi kriminal lainnya yang melibatkan senjata ilegal.
Kasus Serupa Sebelumnya
Dalam beberapa tahun terakhir, OKI sudah beberapa kali menjadi lokasi penyitaan senjata api rakitan. Kasus ini menunjukkan bahwa meski pemerintah dan kepolisian sudah berupaya keras mengendalikan peredaran senjata ilegal, aktivitas seperti ini masih berlangsung secara tersembunyi. Eko menyebutkan, berdasarkan data yang tercatat, jumlah senjata api rakitan yang ditemukan dalam operasi ini lebih dari rata-rata kasus serupa di wilayah lain. "Ini menunjukkan bahwa OKI memiliki potensi menjadi pusat produksi senjata api di daerah tersebut," ujarnya.
Dari laporan masyarakat, keberadaan bengkel ini diduga sudah diketahui oleh warga sekitar. Namun, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan adanya keterlibatan langsung dari komunitas setempat. Eko mengatakan, pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan warga untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut. "Masyarakat memiliki peran penting dalam membantu mengungkap kejahatan yang tersembunyi," lanjutnya.
Dampak Penemuan Senjata Api Rakitan
Penemuan senjata api rakitan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap tingkat keamanan di OKI. Revolver dan bom molotov, khususnya, memiliki potensi besar untuk digunakan dalam aksi teror atau kejahatan berencana. Eko menjelaskan, senjata jenis ini sering kali digunakan oleh pelaku tindak kriminal yang mencari keuntungan dari keadaan darurat atau peristiwa sosial. "Selain itu, senjata api rakitan bisa menjadi alat bagi orang-orang yang ingin memperkuat posisi mereka di tengah ketegangan politik atau ekonomi," tambahnya.
Operasi Senpi Musi 2026 ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi jumlah senjata api ilegal yang beredar di seluruh Indonesia. Dengan menemukan bengkel produksi di OKI, polisi mendapatkan keuntungan dalam mengungkap jaringan yang mengedarkan senjata ke berbagai wilayah. "Kami berharap penemuan ini dapat menjadi awal untuk menekan penggunaan senjata rakitan dalam tindak kriminal," tutur Eko. Selain senjata api, polisi juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya waspada terhadap barang-barang yang bisa digunakan untuk kejahatan, seperti bahan-bahan peledak atau alat-alat yang digunakan dalam pembuatan senjata.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News