PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Damkarmat: Tren Kebakaran di Kota Yogyakarta Terus Menurun

Published Juni 15, 2026 · Updated Juni 15, 2026 · By William Garcia

Damkarmat: Tren Kebakaran di Kota Yogyakarta Terus Menurun

Damkarmat - Kota Yogyakarta, Jawa Tengah — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta melaporkan bahwa jumlah insiden kebakaran di wilayah tersebut telah menunjukkan tren penurunan signifikan selama beberapa tahun terakhir. Angka ini menjadi bukti konkret dari upaya bersama yang dilakukan pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi risiko bencana kebakaran. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Taukhid, saat memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran di Kelurahan Bumijo, Senin (15/6/2026).

Tren Penurunan Kebakaran di Jogja

Menurut data yang dihimpun, rata-rata kejadian kebakaran per bulan terus bergerak ke arah yang lebih baik. Angka ini menunjukkan progres yang positif dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana. Taukhid menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi intensif antara lembaga pemerintah, para pemangku kepentingan, serta masyarakat setempat. "Kolaborasi antara Damkarmat dan warga kota telah berdampak nyata. Hasilnya, kejadian kebakaran terus berkurang, bahkan secara bertahap mencapai titik terendah dalam beberapa tahun terakhir," kata Taukhid.

"Ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan, mitigasi, dan konsolidasi yang dilakukan bersama masyarakat memberikan hasil yang baik. Harapannya, angka kejadian kebakaran di Kota Yogyakarta terus menurun," ujar Taukhid.

Taukhid menyebutkan bahwa perbaikan ini berkat berbagai inisiatif seperti pelatihan keselamatan kebakaran di lingkungan sekolah, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat umum. Selain itu, masyarakat juga lebih proaktif dalam mengadopsi kebiasaan hidup sehat seperti tidak meninggalkan api menyala di tempat tidur atau memastikan kabel listrik terawat. "Selama ini, masyarakat tidak hanya pasif. Mereka sekarang lebih memahami pentingnya kesiapan darurat dan mengambil tindakan tepat waktu," jelasnya.

Sebagai contoh, kejadian kebakaran yang terjadi pada Selasa (19/5/2026) di Kelurahan Bumijo menjadi bukti bahwa meski tren secara umum menurun, kebakaran masih bisa terjadi jika faktor-faktor pemicu tidak diatasi. Rumah milik warga bernama Tukiran menjadi korban kebakaran yang diduga dipicu oleh gangguan instalasi listrik. Percikan api dari kejadian tersebut memicu api cepat merambat, sehingga menyulitkan penanganan awal.

Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Taukhid mengimbau warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat edukasi pencegahan dini. "Warga harus sadar bahwa kebakaran bisa terjadi kapan saja. Maka, penting untuk selalu memantau lingkungan sekitar dan memiliki rencana evakuasi yang jelas," terangnya. Ia juga menekankan peran penting para pemuda dan kelompok penggerak dalam menyebarkan informasi tentang cara menghindari penyebab kebakaran umum seperti korsleting listrik, penggunaan peralatan elektronik yang tidak tepat, dan penumpukan sampah yang memicu titik api.

Dalam kegiatan yang sama, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Wakil Wali Kota Wawan Harmawan menyerahkan bantuan senilai Rp20 juta kepada korban kebakaran. Bantuan ini bersumber dari Pos Belanja Bantuan Tidak Terduga (BTT) yang digunakan untuk membantu warga yang mengalami kerugian akibat insiden kebakaran. "Pemerintah ingin menunjukkan dukungan terhadap warga yang terdampak bencana. Bantuan ini sekaligus sebagai penghargaan atas kesadaran masyarakat dalam mencegah kejadian serupa," tutur Wawan.

Kebakaran di Kelurahan Bumijo juga memicu diskusi mengenai pentingnya memperketat pengawasan terhadap infrastruktur listrik di lingkungan rumah tangga. Taukhid menyarankan agar masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kabel, mengganti alat elektronik yang sudah rusak, serta menghindari penggunaan peralatan berbasis api di malam hari. "Kita tidak boleh lengah. Meski tren kebakaran menurun, masih ada ancaman nyata yang bisa diatasi dengan kesadaran dan kewaspadaan warga," imbuhnya.

Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya meningkatkan sistem pencegahan kebakaran melalui perbaikan infrastruktur pemadam, pelatihan keterampilan tambahan bagi warga, dan kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat. Damkarmat juga memberikan saran kepada kelurahan untuk membangun pusat kesadaran bencana di setiap RW. "Dengan pusat ini, warga bisa memahami langkah-langkah penanggulangan bencana lebih cepat dan tepat," jelas Taukhid.

Penguatan Sistem dan Penyelamatan

Dalam beberapa tahun terakhir, Damkarmat telah meningkatkan jumlah mobil pemadam dan peralatan modern untuk mempercepat respons saat terjadi kebakaran. Selain itu, layanan pelatihan keselamatan bencana menjadi bagian penting dalam program pengembangan kapasitas masyarakat. "Kita berharap masyarakat tidak hanya menjadi korban, tetapi juga menjadi bagian dari solusi," pungkas Taukhid.

Seiring berjalannya waktu, jumlah insiden kebakaran di Kota Yogyakarta terus menurun. Angka ini menggambarkan perubahan positif dalam kesadaran masyarakat dan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan lingkungan. Namun, pihak Damkarmat tetap menekankan bahwa penurunan ini adalah awal dari perbaikan yang berkelanjutan. "Jika kita terus bekerja bersama, kebakaran bisa diminimalkan hingga tingkat yang lebih rendah lagi," harapnya.

Selain itu, Damkarmat juga melakukan evaluasi terhadap kebijakan mitigasi kebakaran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa kebijakan yang telah diterapkan, seperti penggunaan sistem deteksi dini dan pemeriksaan rutin bangunan, berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka insiden. "Kami berupaya memberikan dukungan teknis dan sumber daya yang memadai agar pencegahan kebakaran bisa berjalan efektif," ungkap Taukhid.

Dengan upaya yang terus dilakukan, Kota Yogyakarta berharap bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan minim risiko bencana. Peristiwa kebakaran di Kelurahan Bumijo menjadi pengingat bahwa kesadaran masyarakat tetap diperlukan. "Kita harus terus belajar dari setiap insiden, termasuk yang terjadi di Bumijo, untuk memperbaiki sistem penanggulangan bencana," tambahnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News untuk informasi lebih lengkap.