Visit Agenda: DJKN Jatim Kenalkan Lelang Digital kepada Mahasiswa UMG dalam HUT 118 Lelang Indonesia
DJKN Jatim Luncurkan Edukasi Lelang Digital untuk Mahasiswa UMG di Perayaan HUT 118 Lelang Indonesia
Visit Agenda - Sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-118 Lelang Indonesia, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Timur mengadakan kegiatan edukasi berjudul “DJKN Goes To Campus” di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Rabu (17/6). Acara ini menarik perhatian lebih dari 300 mahasiswa yang hadir di Hall Sang Pencerah, UMG, untuk memperkaya pemahaman mereka tentang peran lelang dalam perekonomian dan layanan publik. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Rektor UMG, Prof. Dr. Khoirul Anwar, M.Pd., serta Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur, Arik Hariyono.
Transformasi Lelang: dari Tradisional ke Digital
Arik Hariyono menjelaskan bahwa lelang telah menjadi salah satu instrumen utama dalam pengelolaan kekayaan negara sejak 118 tahun terakhir. "Selama ini, lelang menjadi alat penting untuk mendorong transparansi dan efisiensi dalam pelayanan publik serta pengembangan ekonomi Indonesia," kata Arik dalam sambutannya. Ia menambahkan, dengan adanya teknologi, layanan lelang kini bertransformasi menjadi lebih modern, terbuka, dan dapat dipercaya. "Inovasi ini memungkinkan partisipasi lebih luas dari masyarakat, termasuk generasi muda, dalam proses pemanfaatan aset negara secara optimal," ujarnya.
Dalam rangkaian acara tersebut, para peserta diberikan penjelasan mendetail mengenai proses transformasi lelang. Arik mengatakan bahwa lelang digital mempercepat prosedur penjualan barang, meminimalkan risiko korupsi, serta meningkatkan aksesibilitas bagi calon peserta. "Digitalisasi lelang bukan hanya memudahkan pengelolaan, tetapi juga memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya dalam pemasaran barang dan jasa secara daring," tambahnya.
Penjelasan Lengkap dari Pejabat Lelang
Dalam sesi edukasi, mahasiswa diberikan materi oleh Pejabat Lelang Kelas II Surabaya, Nyoman Ari Febrina Puspita dan Dian Permadhani. Keduanya membahas konsep dasar lelang, termasuk prinsip-prinsip transparansi, kompetisi, dan keadilan yang mendasari sistem ini. Mereka juga menyoroti manfaat lelang sukarela, yang dinilai mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi lokal. "Lelang sukarela bisa menjadi sarana untuk menyalurkan barang yang tidak terpakai secara gratis, sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk memperoleh barang dengan harga terjangkau," jelas Dian Permadhani.
Lebih lanjut, Nyoman Ari Febrina Puspita menjelaskan bahwa lelang digital melalui platform lelang.go.id telah mengubah cara orang berpartisipasi dalam transaksi. "Platform ini menyediakan antarmuka yang ramah pengguna, memungkinkan calon peserta mengakses informasi secara real-time dan melakukan penawaran dengan lebih cepat," ucapnya. Ia juga menekankan bahwa proses digitalisasi ini mengurangi hambatan fisik, sehingga orang dari berbagai wilayah bisa terlibat tanpa harus hadir langsung di lokasi lelang.
Interaksi dan Penyuluhan yang Aktif
Acara tersebut tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga disertai sesi tanya jawab yang dinamis. Mahasiswa aktif menunjukkan antusiasme tinggi dengan mempertanyakan berbagai aspek, seperti cara mengakses platform digital, syarat menjadi peserta, hingga keuntungan menggunakan lelang dibandingkan metode penjualan lainnya. "Saya berharap lelang digital bisa menjadi alternatif baru bagi para pelaku usaha kecil dan menengah, khususnya dalam memperluas jaringan pemasaran," kata salah satu mahasiswa yang tidak menyebutkan nama.
Arik Hariyono menegaskan bahwa edukasi ini adalah bagian dari upaya DJKN Jatim untuk membangun kesadaran masyarakat tentang peran lelang dalam perekonomian. "Kami berharap generasi muda, seperti mahasiswa, menjadi pengguna dan pengelola lelang digital yang mampu memberikan kontribusi signifikan di masa depan," tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa DJKN Jatim terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, termasuk melalui pelatihan dan pameran teknologi yang relevan dengan tuntutan era digital.
Peluang Berbisnis di Era Digital
Dalam wawancara, Arik menyampaikan bahwa lelang digital memiliki potensi besar untuk memperkaya aktivitas bisnis dan ekonomi. "Salah satu contohnya adalah kemitraan dengan perusahaan-perusahaan yang ingin menjual produk secara online, tetapi tetap mempertahankan prinsip kompetisi dan kejujuran," jelasnya. Ia menyoroti bahwa sistem ini juga bisa diterapkan dalam berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, hingga layanan jasa.
Nyoman Ari Febrina Puspita menjelaskan bahwa platform lelang.go.id dirancang agar dapat diakses secara mudah oleh siapa pun, baik melalui aplikasi mobile maupun situs web. "Dengan teknologi blockchain dan enkripsi data, keamanan informasi peserta dan hasil lelang terjamin secara maksimal," ujarnya. Dian Permadhani menambahkan bahwa DJKN Jatim juga menyediakan layanan pelatihan penggunaan platform tersebut, sehingga peserta bisa memahami seluk-beluknya.
Dalam rangkaian kegiatan, para mahasiswa juga diberikan contoh nyata tentang bagaimana lelang digital beroperasi. Dengan simulasi praktis, mereka dapat mengalami proses registrasi, penawaran, dan pembayaran secara langsung. "Saya sangat tertarik karena bisa belajar cara memanfaatkan teknologi untuk mengelola kekayaan negara secara efektif," kata salah satu peserta yang menyebutkan nama.
Arik Hariyono berharap kegiatan serupa bisa dilakukan secara rutin, agar masyarakat, terutama generasi muda, lebih akrab dengan sistem lelang modern. "Edukasi ini menjadi jembatan antara institusi pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kesadaran bersama tentang pemanfaatan digital dalam pelayanan publik," pungkasnya. Dengan demikian, DJKN Jatim berkomitmen untuk terus mendorong transformasi layanan lelang, sebagai bagian dari perayaan HUT ke-118 yang semakin relevan dengan tuntutan zaman sekarang.
Sesi edukasi di UMG juga diakhiri dengan pemaparan data terkini mengenai pertumbuhan lelang digital di Indonesia. Menurut laporan DJKN, jumlah peserta lelang daring telah meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir, dengan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara. "Tahun ini, kami mencatat sekitar 100.000 transaksi daring yang berhasil dilakukan, menunjukkan minat masyarakat terhadap sistem ini," kata Arik. Ia menambahkan bahwa DJKN Jatim akan terus berinovasi untuk menyesuaikan layanan lelang dengan kebutuhan masyarakat yang semakin berubah.
Acara ini menunjukkan komitmen DJKN Jatim untuk memperluas akses informasi dan membangun mitra strategis dengan kalangan akademik. "Kolaborasi dengan universitas seperti UMG sangat berarti karena mahasiswa adalah generasi penerus yang akan mengelola sistem ini di masa depan," ujar Arik. Dengan pembekalan dari para ahli, diharapkan mahasiswa bisa menjadi pelaku utama dalam mengembangkan lelang digital, sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia.
“Melal