PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Saksi Ungkap Pasutri Lansia Terjebak Hampir Sejam di Proyek Gorong-gorong Surabaya

Published Juni 14, 2026 · Updated Juni 14, 2026 · By Robert Johnson

Saksi Ungkap Pasutri Lansia Terjebak Hampir Sejam di Proyek Gorong-gorong Surabaya

Saksi Ungkap Pasutri Lansia Terjebak Hampir - Surabaya, Jumat (12/6) – Seorang pasangan lansia terjebak di dalam lubang proyek gorong-gorong di Jalan Margorejo Indah, Wonocolo, Surabaya, sejak malam hari. Peristiwa tersebut menarik perhatian warga sekitar dan pengendara yang berada di lokasi. Menurut saksi mata, Nanang Budi Santoso (44), kejadian terjadi saat sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah timur ke barat, menuju Jalan Ahmad Yani.

Kondisi Lubang Proyek dan Proses Evakuasi

Nanang mengungkapkan bahwa lubang proyek di lokasi tersebut cukup dalam dan gelap, sehingga membuat proses evakuasi menjadi lebih rumit. Ia mengatakan, sejumlah warga serta pengendara segera berusaha menolong korban setelah kejadian terjadi. Namun, kondisi yang gelap dan kedalaman lubang menghambat upaya mereka.

"Kondisinya tidak kelihatan karena gelap. Sudah ada yang turun mau menolong, pakai tambang juga, tetapi tidak kuat,"

Nanang menjelaskan, sebelum petugas darurat tiba, korban sempat berada di dalam lubang selama hampir satu jam. Selama itu, korban pria masih terlihat berdiri, sementara korban wanita tidak bergerak karena genangan air yang menghambat pandangan.

"Yang laki-laki masih terlihat. Kalau yang perempuan tidak kelihatan karena ada genangan air,"

Menurut Nanang, kemungkinan korban wanita mengalami benturan keras saat jatuh, sehingga langsung tidak sadarkan diri. Ia menambahkan, meskipun berusaha memandu korban pria, kondisi gelap dan sempit membuat pertolongan sulit dilakukan. "Kedua korban terjebak di dalam gorong-gorong hampir satu jam sebelum bisa dievakuasi," ujarnya.

Detil Kejadian dan Respons Komunitas

Korban lansia tersebut terjebak saat sepeda motor melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Seiring berjalannya waktu, kondisi lubang proyek yang dalam dan gelap menyebabkan korban terperangkap. Nanang menuturkan, sejumlah orang segera turun ke dalam lubang untuk menolong, tetapi upaya mereka terhambat karena tidak ada alat yang cukup kuat.

Sebelum petugas kedaruratan tiba, warga sekitar dan pengendara terus berusaha memberikan bantuan. Beberapa orang bahkan menggunakan tali untuk menarik korban, meskipun tidak berhasil membawa mereka keluar. Nanang menilai, kejadian tersebut mengingatkan pentingnya kesadaran pengendara terhadap kondisi jalan yang sedang dalam pengerjaan.

Menurut saksi, korban laki-laki terlihat masih kuat berdiri, sementara korban wanita tergeletak di sampingnya. "Saya melihat korban wanita mengalami benturan yang keras, mungkin saat jatuh. Sebab, dia tidak bergerak sama sekali," ujar Nanang.

Proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan setelah petugas darurat datang. Nanang mengatakan, setelah pihak berwenang datang, mereka langsung memulai upaya penyelamatan. "Kondisi lubang proyek membuat evakuasi berlangsung lama. Mungkin satu jam, tapi saya tidak yakin pasti," tambahnya.

Analisis dan Kesimpulan

Kejadian ini menunjukkan bagaimana proyek konstruksi yang belum selesai bisa berpotensi mengancam keselamatan pengendara. Nanang menyarankan, warga sekitar perlu lebih waspada terhadap area konstruksi yang berpotensi berbahaya. "Saya harap pihak kontraktor memasang peringatan yang jelas di sekitar proyek agar tidak ada lagi kejadian seperti ini," ujarnya.

Dalam kejadian tersebut, pengendara lansia dinyatakan selamat setelah berhasil dievakuasi. Namun, korban wanita masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Kebutuhan akan pertolongan darurat terlihat penting dalam situasi seperti ini, terutama ketika korban terjebak dalam waktu lama.

Kondisi jalan Margorejo Indah yang sedang dikerjakan disebut sebagai faktor utama kejadian ini. Nanang menjelaskan, selama beberapa bulan terakhir, proyek tersebut telah dilakukan tanpa pengawasan yang memadai. "Saya rasa mereka tidak memperhatikan kondisi jalan yang bisa membahayakan pengendara," ujarnya.

Setelah evakuasi selesai, warga sekitar mengucapkan terima kasih kepada para petugas yang datang. Nanang mengatakan, pertolongan yang cepat sangat penting untuk menyelamatkan korban dari bahaya. "Saya berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik warga maupun pihak kontraktor," tuturnya.

Peristiwa ini juga menarik perhatian media lokal dan masyarakat. Sejumlah warga sekitar menyatakan kekecewaan terhadap proyek yang masih berlangsung meskipun sudah mendekati akhir pekan. "Saya pikir proyek ini seharusnya selesai lebih awal agar tidak ada korban yang terjebak," ujar salah satu warga yang juga melihat kejadian tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, banyak warga mengeluhkan tentang kondisi jalan yang rusak dan lubang proyek yang tidak terduga. Nanang menilai, pihak kontraktor perlu memperhatikan keselamatan pejalan kaki dan pengendara. "Korban lansia mungkin lebih rentan terhadap kecelakaan karena kecepatan motor mereka yang tidak stabil," tambahnya.

Kejadian terjebak di proyek gorong-gorong ini menjadi contoh bagaimana proyek konstruksi perlu disertai dengan pengawasan yang baik. Nanang mengingatkan, seluruh pihak harus lebih waspada, terutama ketika ada area konstruksi yang belum diperiksa secara rapi.

Dalam kejadian tersebut, petugas darurat memerlukan waktu sekitar satu jam untuk menyelesaikan evakuasi. Nanang menyatakan, kejadian ini bisa terjadi karena kurangnya kesadaran pengendara akan bahaya proyek. "Kalau semua warga lebih hati-hati, mungkin tidak ada korban yang terjebak," pungkasnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News.