Latest Program: Aksi Rakyat Surabaya Menggugat di Surabaya, Massa Bawa 8 Tuntutan untuk Pemerintah
Aksi Rakyat Surabaya Menggugat di Surabaya, Massa Bawa 8 Tuntutan untuk Pemerintah
Protes Massal di Taman Apsari dan Gedung Negara Grahadi
Latest Program - SURABAYA - Ratusan warga Surabaya menggelar aksi unjuk kekuatan yang bertajuk "Rakyat Surabaya Menggugat" di Taman Apsari serta di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6) sore. Aksi ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, mahasiswa, buruh, dan kelompok masyarakat sipil. Massa menyampaikan seruan kepada pemerintah untuk merevisi kebijakan yang mereka anggap tidak tepat sasaran, terutama terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), program pemerintah, dan isu sosial ekonomi lainnya.
Aksi tersebut berlangsung secara damai, dengan peserta mengibarkan bendera dan membawa poster bertuliskan tuntutan-tuntutan yang beragam. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah keluhan terhadap kenaikan harga BBM, yang dianggap memberatkan kehidupan masyarakat ekonomi rendah. Massa mengatakan bahwa kenaikan BBM memicu inflasi dan mengurangi daya beli masyarakat, sehingga memerlukan kebijakan yang lebih adil dalam menentukan harga bahan bakar.
“Kenaikan BBM ini sangat berdampak pada kebutuhan pokok rakyat. Kami ingin pemerintah bisa lebih bijak dalam mengatur subsidi dan harga bahan bakar,” ujar salah satu peserta aksi, yang mengenakan atribut organisasi sosial.
Dalam aksi tersebut, massa juga mengungkapkan tuntutan terkait pembuatan 19 juta lapangan kerja. Mereka menekankan bahwa peningkatan ekonomi tidak terasa secara nyata di masyarakat, meskipun pemerintah menyatakan telah mencapai target tersebut. "Kami meminta kebijakan pemerintah untuk menghasilkan pekerjaan yang sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum," tambah peserta lainnya.
Beberapa tuntutan lain yang dibawa massa mencakup keinginan untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka berpendapat bahwa program ini tidak efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di tengah anggaran yang terbatas. "MBG harus direvisi karena tidak mencakup kebutuhan semua lapisan masyarakat," jelas seorang pengunjuk rasa.
Isu Lain yang Disampaikan Massa
Di samping tuntutan utama, peserta aksi juga menyebutkan beberapa isu pendukung. Salah satunya adalah peningkatan kualitas pendidikan, yang mereka anggap kurang memadai dalam mempersiapkan generasi muda untuk kompetisi global. "Kami menuntut pemerintah meningkatkan akses pendidikan dan infrastruktur sekolah di daerah terpencil," terang seorang ibu rumah tangga yang turut serta.
Massa juga meminta pemerintah untuk memperbaiki sistem kesehatan publik. Mereka menyoroti kekurangan fasilitas kesehatan di Surabaya dan sekitarnya, yang menyebabkan masyarakat sulit mendapatkan layanan medis yang memadai. "Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, terutama di tengah penyebaran wabah yang masih terus berlanjut," tambah seorang aktivis kesehatan.
“Pemerintah harus mengambil langkah nyata untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan dan memastikan semua warga bisa mendapatkan perlindungan yang layak,” sambung peserta aksi yang tidak ingin disebutkan namanya.
Salah satu tuntutan yang paling menarik perhatian adalah keinginan untuk meninjau kembali kebijakan transportasi umum. Massa mengkritik kenaikan tarif angkutan umum dan kekurangan jumlah armada, yang menyebabkan kemacetan dan keterlambatan transportasi. “Kami mengusulkan peningkatan anggaran transportasi dan penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada BBM,” ujar seorang pengemudi taksi online.
Protes terhadap Kebijakan Pemerintahan
Aksi ini dianggap sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintahan yang di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabumingraka. Massa menyatakan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut belum memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan sehari-hari rakyat Surabaya. “Kami merasa pemerintah terlalu fokus pada isu-isu politik dan tidak membuka ruang dialog dengan masyarakat,” kata seorang pemuda yang menjadi pengisi acara orasi.
Kehadiran peserta aksi yang beragam menunjukkan luasnya dukungan terhadap tuntutan-tuntutan ini. Sejumlah kelompok seperti Forum Masyarakat Surabaya dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) turut menyampaikan keberatan mereka. Mereka menekankan bahwa aksi ini adalah bentuk partisipasi aktif warga dalam mengawasi kinerja pemerintah. “Kami ingin pemerintah bisa lebih transparan dalam menjalankan kebijakannya,” ujar seorang pengurus Kadin.
Harapan dan Tindak Lanjut
Peserta aksi menunjukkan harapan bahwa tuntutan mereka akan direspons dengan cepat oleh pemerintah. Mereka meminta adanya pertemuan langsung antara pemerintah daerah dan warga Surabaya untuk mendiskusikan solusi yang konkrit. “Kami tidak ingin terus mengeluh, tapi ingin ada tindakan nyata dari pemerintah,” kata seorang warga yang ikut serta.
Sebagai respons terhadap aksi ini, pihak pemerintah setempat mengatakan akan meninjau ulang kebijakan yang disampaikan oleh massa. "Kami terbuka terhadap masukan dari masyarakat dan akan memperbaiki kebijakan sesuai dengan kebutuhan daerah," kata seorang perwakilan pemerintah setempat. Namun, massa tetap menekankan bahwa tuntutan mereka harus dijawab secara tuntas, termasuk peningkatan subsidi BBM dan penjaminan pekerjaan bagi masyarakat.
Dalam suasana yang cukup ramai, aksi ini berjalan lancar tanpa gangguan. Peserta aksi menyampaikan pesan mereka melalui orasi, penampilan musik, dan pemaruman tuntutan dalam bentuk poster. Mereka juga meminta pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan dalam waktu dekat. “Kami ingin tindakan cepat agar rakyat tidak kehilangan harapan,” ujar salah satu peserta yang menjadi pemandu acara.
Sebagai penutup, aksi Rakyat Surabaya Menggugat dianggap sebagai langkah penting dalam menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Massa menegaskan bahwa tuntutan mereka didasarkan pada kebutuhan nyata dan perlu dipenuhi agar kehidupan rakyat bisa lebih sejahtera. “Ini bukan hanya protes, tapi juga usulan yang jelas dan terarah,” pungkas peserta aksi lainnya.
Kehadiran ribuan warga ini mencerminkan perhatian mereka terhadap isu-isu yang mengenai kesejahteraan dan kesehatan ekonomi. Dengan tuntutan yang beragam, aksi ini diharapkan bisa menjadi panggung untuk menggali solusi yang lebih baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Surabaya. “Kami yakin tuntutan ini akan menjadi awal perubahan,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, pihak pemerintah akan menyiapkan pertemuan khusus dengan massa untuk mendiskusikan isu-isu yang disampaikan. Namun, peserta aksi meminta agar pertemuan tersebut bisa diadakan dalam waktu singkat agar kebutuhan mereka tidak terabaikan. “Kami ingin ada kejelasan, bukan sekadar janji kosong,” pungkas salah satu orator yang menutup acara.