PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Situ Bahar Tercemar – DLHK Depok Lakukan Verifikasi Lapangan

Published Juni 20, 2026 · Updated Juni 20, 2026 · By Robert Johnson

Situ Bahar Tercemar, DLHK Depok Lakukan Verifikasi Lapangan

Situ Bahar Tercemar - Kota Depok, Jabar—Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok memberikan respons atas laporan tentang dugaan pencemaran di Situ Bahar, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Melalui proses verifikasi lapangan, pihak DLHK mengungkapkan bahwa tidak ditemukan sumber utama dari masalah pencemaran tersebut. Verifikasi ini dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan di sekitar Situ Bahar, yang menjadi perhatian publik setelah beberapa waktu terakhir ditemukan tanda-tanda perubahan kualitas air.

Pencemaran Situ Bahar: Tantangan yang Muncul

Pencemaran Situ Bahar sebagian besar diduga berasal dari aktivitas sehari-hari di sekitar Kali Jantung. Situ ini berfungsi sebagai saluran aliran air dari sungai tersebut, sehingga mudah terpengaruh oleh polutan dari lingkungan sekitar. Reni Siti Nuraeni, Kepala DLHK Kota Depok, menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti pembuangan limbah atau kotoran dari daerah tangki bisa menyebabkan perubahan kualitas air. "Situ Bahar menjadi muara dari banyak aktivitas di sepanjang Kali Jantung dan sekitarnya, sehingga ada banyak kemungkinan penyebab terjadinya pencemaran ini," ujar Reni, Sabtu (20/6/2026), dalam pernyataan yang dikutip.

Berdasarkan hasil pengecekan langsung, Reni menyebutkan bahwa walaupun tidak ditemukan sumber pencemaran jelas, masih ada indikasi masalah yang bisa memperburuk kondisi air. Hal ini terjadi karena masih banyak sampah yang mengendap di badan situ, terutama sampah yang sudah membusuk dan tidak bisa mengalir. "Situasi ini semakin kompleks karena tumpukan sampah tersebut tidak hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga memengaruhi kualitas air secara langsung," tambahnya.

Kondisi Jaring Inlet: Faktor Penyumbang Masalah

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kondisi jaring inlet di Kali Jantung. Jaring ini seharusnya berfungsi sebagai penapis untuk memisahkan sampah dari air yang mengalir. Namun, hasil verifikasi menunjukkan bahwa jaring tersebut telah terlepas, sehingga menyebabkan sampah bergerak ke dalam situ. Reni menjelaskan bahwa jaring ini dilepas oleh warga sekitar dan pihak Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC) karena tumpukan sampah yang menghalangi aliran air.

Dari sisi tata kelola, Reni menyoroti perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara DLHK dan BWSCC untuk mencegah kejadian serupa. "Kita harus memastikan jaring inlet tetap berfungsi optimal agar sampah tidak masuk ke dalam situ," kata dia. Selain itu, keberadaan jaring yang rusak juga mengakibatkan sampah mengendap di bawah permukaan air, memperparah proses pembusukan yang terjadi.

Masyarakat Berperan dalam Memperbaiki Situ Bahar

Keterlibatan masyarakat sangat berperan dalam mengatasi masalah ini. Warga sekitar Situ Bahar dilibatkan dalam upaya mengecek dan membersihkan daerah tangki yang menjadi sumber sampah. Menurut Reni, tindakan ini dilakukan karena jaring inlet sudah tidak mampu menangkap semua sampah yang masuk. "Keterlibatan warga membantu mengidentifikasi titik-titik kritis yang perlu diperbaiki," katanya.

Pembersihan daerah tangki dilakukan secara rutin, namun masih ada sampah yang tersisa karena volume limbah yang masuk lebih besar dari kapasitas jaring. Selain itu, warga juga diberi arahan untuk mengurangi pembuangan sampah sembarangan di sekitar situ. "Kami berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar Situ Bahar," imbuh Reni.

Pengelolaan Limbah: Persiapan untuk Meminimalkan Dampak

Dalam upaya memperbaiki kualitas air Situ Bahar, DLHK Depok sedang melakukan langkah-langkah preventif. Langkah ini termasuk pemeriksaan rutin terhadap aliran air dan koordinasi dengan BWSCC untuk mengatur pengelolaan sampah. Reni menuturkan bahwa sistem pengelolaan limbah di daerah tangki masih perlu ditingkatkan agar tidak terjadi penumpukan yang mengganggu aliran air. "Kami akan terus memantau kondisi Situ Bahar dan memastikan setiap pencairan air tidak membawa sampah ke dalam situ," katanya.

Pencemaran Situ Bahar juga menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa lingkungan harus dikelola secara berkelanjutan. Situ ini bukan hanya tempat penampungan air, tetapi juga berperan dalam ekosistem lokal yang terdiri dari berbagai spesies flora dan fauna. "Kondisi ini bisa memengaruhi keanekaragaman hayati di sekitar situ, terutama jika sampah terus menumpuk," jelas Reni. Oleh karena itu, DLHK Depok menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Koordinasi antar Instansi: Kunci untuk Pemulihan

Verifikasi lapangan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara DLHK Kota Depok dengan BWSCC. Koordinasi yang baik antara kedua instansi dianggap penting agar pengelolaan lingkungan dapat berjalan efektif. "Kami berharap BWSCC bisa bekerja sama lebih intensif untuk memastikan sampah tidak menumpuk di daerah tangki dan inlet," tutur Reni. Langkah ini diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap kualitas air Situ Bahar.

Menurut Reni, faktor-faktor seperti peningkatan aktivitas warga di sekitar situ dan ketidakseimbangan aliran air menjadi tantangan utama. "Masih banyak warga yang membuang sampah ke situ, sehingga memperparah masalah yang sudah ada," ujarnya. Dengan adanya verifikasi lapangan, DLHK menargetkan perbaikan kualitas air Situ Bahar dalam waktu dekat.

Verifikasi ini juga memberikan gambaran bahwa Situ Bahar masih menjadi area kritis dalam upaya penanggulangan pencemaran di Kota Depok. Sebagai salah satu sumber air lingkungan, kondisi Situ Bahar menjadi indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan secara keseluruhan. "Kami akan terus berupaya memperbaiki kondisi ini dan memberikan pelaporan teratur kepada masyarakat," kata Reni.

Kondisi Situ Bahar yang tercemar juga menjadi peringatan bagi seluruh warga Depok untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Sebagai sumber air yang bermuara ke berbagai daerah, Situ Bahar perlu dipertahankan dalam kondisi yang baik agar tetap bisa berfungsi optimal. DLHK Kota Depok optimis bahwa dengan dukungan dari pihak BWSCC dan masyarakat, Situ Bahar bisa pulih dalam waktu tidak terlalu lama.

Sebagai langkah tambahan, DLHK juga meminta warga untuk mengikuti program pengelolaan sampah yang sudah dijalankan. Program ini diharapkan bisa mengurangi volume sampah yang masuk ke dalam situ. "Kami menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen dalam tiga bulan ke depan," jelas Reni. Dengan upaya yang terus dilakukan, DLHK berkomitmen untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan di Kota Depok.

Dalam kesimpulannya, Reni menyatakan bahwa Situ Bahar adalah salah satu dari banyak lokasi yang perlu dipantau secara berkala. "Kami yakin bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, masalah ini bisa segera teratasi," katanya. Verifikasi lapangan menjadi dasar untuk menetapkan langkah-langkah lebih lanjut yang akan diambil oleh DLHK Kota Depok.

Situbahar menjadi bukti bahwa lingkungan hidup perlu dikelola dengan sungguh-sungguh. Setiap tindakan kecil dari warga, seperti mengurangi sampah sembarangan atau mengikuti program pengelolaan limbah, bisa berkontribusi terhadap perbaikan kondisi ini. DLHK Kota Depok berharap Situ Bahar bisa kembali bersih dan segar bagi masyarakat sekitar serta lingkungan ekosistem.

Sebagai informasi tambahan, situ ini juga berper