Meeting Results: Kunjungi Fujisawa, Dubes Kartini dukung peningkatan kerja sama budaya

Kunjungi Fujisawa, Dubes Kartini Dorong Penguatan Kerja Sama Budaya dan Akademik

Meeting Results – Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, melakukan kunjungan ke Kota Fujisawa pada Senin (18 Mei) sebagai upaya mendorong kolaborasi lebih dalam dalam bidang budaya dan akademik. Dalam keterangan yang diterbitkan KBRI Tokyo, Selasa, ia menekankan bahwa kota ini menjadi pusat komunitas internasional yang beragam, termasuk sekitar 600 orang warga negara Indonesia. Hal ini mencerminkan pertumbuhan hubungan antar masyarakat antara Indonesia dan Jepang di tingkat lokal, yang terus memperkuat keberagaman dan saling pengertian.

Para Warga Negara Indonesia (WNI) di Fujisawa bekerja dalam berbagai bidang, seperti perawatan medis, manufaktur mobil Isuzu, serta sektor industri lainnya. Di luar aktivitas profesional, mereka juga berpartisipasi aktif dalam memperkaya kerja sama budaya dengan komunitas setempat. Contohnya, acara Enoshima Bali Sunset yang akan diadakan pada awal Oktober 2026 menunjukkan komitmen untuk menyatukan elemen kebudayaan dari kedua negara. Dubes Kartini menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut, yang diharapkan menjadi wadah pertukaran nilai dan pengalaman antara Indonesia dan Jepang.

“Kami juga mengapresiasi komunikasi yang berkelanjutan antara Kota Fujisawa dan Kabupaten Badung di Bali. KBRI Tokyo siap mendukung penguatan kerja sama dan kemitraan yang lebih luas antara Indonesia dan Jepang, dalam hal ini dengan Kota Fujisawa,” kata Dubes Kartini.

Wali Kota Fujisawa, Tsuneo Suzuki, menuturkan rasa terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan oleh pemerintah Indonesia melalui KBRI Tokyo. Ia mengungkapkan bahwa kerja sama yang sudah terjalin sejak 2024 antara Fujisawa dan Badung Bali berdampak positif, terutama dalam pengembangan sektor pariwisata dan budaya. “Semoga persahabatan ini dapat terus meningkat di masa mendatang,” tambahnya dalam pertemuan bersama Dubes Kartini.

READ  Special Plan: Inggris kerahkan kapal tempur ke Timteng, siap amankan Selat Hormuz

Kunjungan ke Keio University: Pilar Penguatan Pertukaran Pendidikan

Dalam rangkaian kunjungan ke Fujisawa, Dubes Kartini juga mengunjungi Keio University Shonan Fujisawa Campus. Tujuan utamanya adalah menjajaki peluang kerja sama akademik yang lebih strategis di masa depan. “Pendidikan dan pertukaran pemuda merupakan pilar yang sangat penting dalam memperkuat hubungan Indonesia-Jepang. Kami berharap kunjungan ini dapat membuka peluang lebih lanjut untuk pertukaran akademik, budaya, dan mahasiswa,” tutur Dubes Kartini.

Keio University, menurut Dekan Sekolah Pascasarjana Media dan Tata Kelola Prof. Kazunori Takashio, telah menerima sekitar lima WNI setiap tahun untuk program sarjana, serta sekitar sepuluh orang untuk pascasarjana (S2 dan S3). Universitas ini juga memiliki program pendek yang bekerja sama dengan Universitas Indonesia. Takashio berharap kerja sama akademik dengan Indonesia dapat terus ditingkatkan, termasuk dalam penerimaan mahasiswa dari negara ini.

“Saya berharap kerja sama akademik dengan Indonesia dapat terus meningkat. Termasuk dalam penerimaan mahasiswa Indonesia ke depannya,” kata Prof. Kazunori Takashio, yang didampingi Petrus Ari, visiting Associate Professor di Falkultas Manajemen Kebijakan, sekaligus pengajar mata kuliah “Malay-Indonesian Intensive 2” di Keio University.

Dubes Kartini pun meninjau langsung proses belajar di kelas “Malay-Indonesian Intensive 2,” yang khusus mengajarkan bahasa dan budaya Indonesia. Saat sesi berlangsung, ia memberikan penjelasan mengenai keunikan batik, salah satu warisan budaya yang dianggap penting dalam memperkenalkan identitas Indonesia kepada masyarakat Jepang. Beberapa mahasiswa Jepang yang tergabung dalam program beasiswa Darmasiswa juga menampilkan presentasi singkat dalam bahasa Indonesia di hadapan Dubes Kartini.

Salah satu mahasiswa menjelaskan pengalaman unik selama mengikuti program beasiswa dan tinggal di berbagai kota di Indonesia, seperti Malang, Semarang, serta Lampung. Ia membagikan cerita tentang interaksi dengan masyarakat lokal dan pembelajaran budaya yang mendalam. Ada pula mahasiswa lain yang menceritakan progres disertasinya, yang berfokus pada masyarakat adat di Pulau Lae-Lae, Sulawesi Selatan. Topik tersebut menunjukkan minat kuat generasi muda Jepang untuk memahami kehidupan sosial dan sejarah Indonesia.

READ  Special Plan: Inggris kerahkan kapal tempur ke Timteng, siap amankan Selat Hormuz

Kunjungan Dubes Kartini ke Fujisawa tidak hanya menjadi wadah dialog antara kedua negara, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya pertukaran budaya sebagai sarana mempererat ikatan kekeluargaan. Ia menekankan bahwa keberhasilan kerja sama terdahulu, seperti Enoshima Bali Sunset, menjadi fondasi untuk proyek-proyek baru yang lebih komprehensif. “Kita perlu membangun kemitraan yang saling menguntungkan, baik dalam bidang budaya maupun pendidikan,” tutur Kartini.

Di sisi lain, Keio University menunjukkan komitmen terhadap pendidikan internasional dengan menyediakan program khusus yang menarik bagi mahasiswa Indonesia. Kehadiran Petrus Ari sebagai pengajar di kampus tersebut membuktikan bahwa kelebihan akademik Indonesia tetap diakui dan dicari oleh institusi pendidikan tinggi di Jepang. “Kerja sama ini bukan hanya sekadar pertukaran pelajar, tetapi juga saling pembelajaran yang mendalam,” jelas Takashio.

Dubes Kartini menilai kunjungan ke Keio University sebagai langkah awal untuk mendorong kerja sama jangka panjang. Ia berharap program seperti “Malay-Indonesian Intensive 2” dapat berkembang menjadi platform yang lebih luas, yang memfasilitasi pemahaman budaya antar bangsa. Dengan kehadiran mahasiswa Indonesia, universitas Jepang juga memiliki kesempatan untuk menggali kekayaan seni, tradisi, dan pengalaman hidup yang unik dari negeri ini.

Kota Fujisawa, sebagai kota paling populer di Prefektur Kanagawa, memiliki potensi besar untuk menjadi hub budaya yang dipercaya. Dengan tingkat partisipasi WNI yang signifikan, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan seperti Enoshima Bali Sunset, hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang berada di jalur yang konstruktif. “Kota Fujisawa layak menjadi contoh kolaborasi yang sukses antara dua negara, terutama dalam hal pertukaran budaya dan pendidikan,” tutur Dubes Kartini dalam penutupan kunjungannya.