Key Issue: PPIH Medan: Calon haji pengang teguh aturan Kerajaan Arab Saudi

PPIH Medan: Calon Haji Pengang Teguh Aturan Kerajaan Arab Saudi

Key Issue – Medan – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan kembali mengingatkan para jamaah calon haji yang berasal dari Sumatera Utara untuk mematuhi peraturan Kerajaan Arab Saudi selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Pengingat ini diberikan dalam rangka memastikan keberhasilan ibadah haji serta menjaga citra Indonesia di wilayah tersebut. Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, mengatakan kejadian serupa pernah terjadi di daerah lain, yang berdampak serius terhadap jamaah.

“Kemarin, ada kasus nyata dari jamaah asal daerah lain. Beliau merekam video seorang wanita Arab dengan durasi 15 detik, tetapi akibatnya sangat fatal,” jelas Zulkifli setelah melepas 360 calon haji Kloter 15 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Sabtu (22/10).

Menurut Zulkifli, jamaah yang melakukan pelanggaran tersebut langsung ditangkap oleh otoritas setempat di Arab Saudi. Selanjutnya, mereka dikenakan denda hingga ratusan Riyal Arab Saudi, dan akhirnya dipulangkan ke Tanah Air sebelum sempat menyelesaikan ibadah haji. “Denda mencapai 500 Riyal Arab Saudi. Jamaah itu akhirnya dideportasi ke tanah air. Beliau belum sempat menyelesaikan ibadah haji,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap hukum Kerajaan Arab Saudi, terutama dalam menghadapi perbedaan adat istiadat dan peraturan yang ketat. “Poin utama yang ditekankan adalah larangan mengambil gambar atau merekam video secara sembarangan di tempat umum. Kita harus menjaga nama baik Indonesia di Tanah Suci,” ujarnya.

Kloter 15 Embarkasi Medan Berangkat ke Tanah Suci

Sebelumnya, Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, mengungkapkan bahwa 562 calon haji dari daerahnya telah diberangkatkan ke Tanah Suci dalam musim haji tahun ini. “Jamaah Kloter 15 Embarkasi Medan ini menjadi kloter terakhir yang berangkat. Sebelumnya, 208 calon haji telah terlebih dahulu diberangkatkan dalam beberapa kloter,” kata Suwondo.

READ  Agenda Kunjungan: Saudi luncurkan izin masuk elektronik Makkah di musim haji tahun ini

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus meminta penambahan kuota haji karena daftar tunggu mencapai 16.855 orang. Rata-rata, warga harus menunggu selama 26 tahun untuk bisa berangkat. “Kita berharap kuota haji bisa diperbesar, sehingga masyarakat bisa lebih mudah menjalani ibadah haji,” tambah Suwondo.

“Seluruh masyarakat Deli Serdang, kita minta bersabar. Mudah-mudahan kesempatan berhaji terbuka lebar, dan kuota akan bertambah,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap jamaah calon haji asal Deli Serdang yang telah berangkat bisa menjalankan rukun dan wajib haji tanpa hambatan di Tanah Suci. “Kita sebagai pemerintah kabupaten mendoakan agar seluruh jamaah bisa menjalankan ibadah haji dengan sempurna. Sehat pergi, sehat pulang,” tutur Suwondo.

Kebijakan Kerajaan Arab Saudi dalam mengatur proses ibadah haji memang menjadi perhatian serius bagi seluruh jamaah. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Arab Saudi terus memperketat aturan, termasuk pengawasan terhadap kegiatan jamaah yang dianggap mengganggu kenyamanan umum atau mengabaikan protokol tertentu. Hal ini terjadi karena jumlah jamaah yang berdatangan setiap tahun mencapai ratusan ribu, sehingga memerlukan manajemen yang ketat.

Zulkifli menambahkan bahwa kepatuhan terhadap peraturan lokal sangat penting untuk menghindari sanksi serius. “Di Tanah Suci, setiap tindakan harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika tidak, jamaah bisa mengalami konsekuensi yang tidak diinginkan,” imbuhnya. Contoh kasus tersebut memperlihatkan betapa sensitifnya pemerintah Arab Saudi terhadap pelanggaran, bahkan kecil seperti merekam video di tempat umum.

Selain peraturan di bidang keamanan dan kesopanan, jamaah juga harus memperhatikan protokol kesehatan, serta penggunaan fasilitas yang diberikan oleh pihak otoritas. PPIH Medan berupaya memberikan sosialisasi yang intens agar para jamaah memahami seluruh aturan sebelum berangkat. “Kita menjelaskan secara rinci agar mereka tidak terkejut di Tanah Suci,” kata Zulkifli.

READ  PPIH Embarkasi Makassar terbangkan JCH asal Sultra ke Makkah

Menurut data yang disebutkan, pengangkutan jamaah haji dari Embarkasi Medan telah mencapai 360 orang untuk Kloter 15. Jumlah ini merupakan bagian dari total 562 jamaah yang berasal dari Deli Serdang. Dengan pengiriman kloter ini, seluruh jamaah yang berasal dari daerah tersebut sudah terlepas dari proses pendaftaran dan siap melakukan ibadah haji.

Pengalaman dari jamaah yang telah berangkat sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk memastikan persiapan yang lebih matang. “Kita berharap kloter-kloter berikutnya bisa berjalan lancar, karena ada pelajaran dari pengalaman sebelumnya,” kata Zulkifli. Ia juga menekankan peran PPIH dalam menjaga keharmonisan antara jamaah dan otoritas Saudi.

Selain itu, Zulkifli menyebutkan bahwa kepatuhan terhadap aturan Kerajaan Arab Saudi tidak hanya untuk menghindari sanksi, tetapi juga untuk memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi. “Kita ingin menunjukkan bahwa jamaah Indonesia disiplin dan mampu mengikuti aturan dengan baik,” ujarnya.

Dalam keseluruhan proses, PPIH Medan berupaya meminimalkan risiko terhadap jamaah. “Selain sosialisasi, kita juga melakukan pemantauan terhadap keberangkatan dan kegiatan mereka di Tanah Suci,” kata Zulkifli. Hal ini dilakukan agar tidak ada kejadian serupa yang menimpa jamaah asal Sumatera Utara.

Kasus pelanggaran di Arab Saudi juga menjadi peringatan bagi jamaah yang akan berangkat. “Kita perlu mengingatkan mereka bahwa setiap kesalahan bisa berakibat serius, baik secara finansial maupun emosional,” ujar Suwondo. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak, termasuk jamaah, harus siap menghadapi berbagai tantangan yang mungkin terjadi.

Menurut Suwondo, keberhasilan ibadah haji tidak hanya bergantung pada keberangkatan jamaah, tetapi juga pada kesadaran mereka untuk menghormati peraturan. “Kita berharap jamaah Deli Serdang bisa menjadi contoh yang baik dalam menjalankan ibadah haji dengan disiplin,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

READ  Wisatawan tewas setelah digulung ombak di Pantai Madasari Pangandaran

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, PPIH Medan dan pemerintah setempat berharap ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan aman. “Kita akan terus berusaha untuk memberikan dukungan maksimal kepada jamaah,” tambah Zulkifli. Dukungan ini mencakup bimbingan sebelum berangkat, serta pengawasan selama di Tanah Suci.

Kasus denda dan deportasi jamaah yang terjadi di Arab Saudi menjadi pembelajaran penting. “Dengan pengalaman ini, jamaah bisa lebih waspada dalam menjalani kegiatan ibadah haji,” ujar Suwondo. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya menambah kuota haji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.