New Policy: ITDC perkuat manfaat digital wujudkan promosi pariwisata berkelanjutan

ITDC Perkuat Manfaat Digital Wujudkan Promosi Pariwisata Berkelanjutan

New Policy – Mataram, Senin – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus berupaya mengembangkan promosi pariwisata yang berkelanjutan dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital. Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, dalam pernyataannya di Mataram, menekankan bahwa strategi pemasaran destinasi wisata modern tidak hanya berfokus pada promosi secara umum, tetapi juga pada penguatan pengalaman yang bermakna serta peningkatan nilai tambah suatu kawasan secara berkelanjutan. “Sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata terpadu, ITDC berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi melalui pembentukan ekosistem pariwisata yang terhubung dengan aktivasi strategis di setiap wilayah,” ujarnya.

Strategi Diversifikasi Kawasan Wisata

Menurut Ahmad Fajar, sejumlah acara nasional maupun internasional yang digelar di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat daya tarik destinasi, meningkatkan penggunaan kawasan, serta menarik investasi. “Selain itu, acara tersebut juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi masyarakat dan daerah secara keseluruhan,” tambahnya. Dalam upayanya menciptakan dampak yang berkelanjutan, ITDC mengembangkan berbagai kegiatan yang sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.

“The Mandalika menjadi contoh sukses pengembangan kawasan berbasis sport tourism yang terpadu melalui penyelenggaraan MotoGP, GT World Challenge Asia, Mandalika Festival of Speed, serta berbagai festival budaya dan hiburan yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi,” kata Ahmad Fajar.

Kawasan The Mandalika, khususnya, telah menjadi pusat perhatian global karena kombinasi antara kegiatan olahraga dan budaya yang diintegrasikan. Selain sebagai venue MotoGP, kawasan ini juga menjadi tempat penyelenggaraan acara GT World Challenge Asia dan Mandalika Festival of Speed, yang mendukung pengembangan industri pariwisata dan ekonomi lokal. “Kehadiran acara internasional ini memperkuat posisi Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi unggulan di tingkat global,” tambahnya.

READ  Latest Program: KEK Kura Kura Bali kenalkan kawasan lewat pameran budaya dan UMKM

Perkembangan The Nusa Dua sebagai Destinasi Premium

Di sisi lain, The Nusa Dua terus ditingkatkan sebagai destinasi premium yang berfokus pada sektor hospitality serta MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Perusahaan mengadakan berbagai forum internasional dan konferensi global untuk menarik pengunjung dari berbagai belahan dunia. Selain itu, ITDC juga menekankan pengembangan kawasan hijau serta fasilitas pariwisata berstandar tinggi, seperti hotel dan resort internasional, serta convention center yang kompetitif. “Investasi dalam infrastruktur dan lingkungan hijau memastikan kenyamanan wisatawan serta mendukung keberlanjutan ekosistem pariwisata,” jelas Fajar.

Kawasan ini dianggap sebagai pusat pariwisata yang menawarkan pengalaman premium, mulai dari fasilitas penginapan hingga perhotelan yang dikelola dengan standar internasional. Keberadaan acara olahraga dan wellness juga memberikan daya tarik tambahan, menjadikan The Nusa Dua sebagai pilihan utama bagi wisatawan yang mengejar keseimbangan antara rekreasi dan kesehatan. “Dengan melengkapi berbagai layanan dan event, kawasan ini dapat menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis,” tambahnya.

Ekotourism di The Golo Mori

Kawasan The Golo Mori, di sisi lain, diperkuat sebagai destinasi ecotourism dan marine-based tourism yang mengutamakan keberlanjutan serta keindahan alam Labuan Bajo. Fajar menuturkan bahwa pengembangan kawasan ini bertujuan untuk menarik wisatawan yang menghargai lingkungan serta keunikan ekosistem lokal. “Dengan memperkenalkan konsep ecotourism, kita bisa mengurangi dampak negatif dari aktivitas wisata sekaligus mempertahankan nilai alam yang ada,” katanya.

Labuan Bajo, sebagai bagian dari The Golo Mori, menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata bisa berjalan harmonis dengan lingkungan. Aktivitas seperti snorkeling, diving, serta eksplorasi alam liar di sekitar kawasan tersebut mendukung pengembangan ekotourism yang berkelanjutan. “Kita juga mengedepankan pengelolaan kawasan secara terpadu, termasuk pengaturan wisatawan dan mitigasi dampak lingkungan,” imbuh Fajar.

READ  Key Strategy: PLN dorong sinergi lintas sektor untuk perkuat ketahanan iklim

Pembangunan Berkelanjutan sebagai Prioritas

Fajar menekankan bahwa keberhasilan ITDC tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari kontribusi yang diberikan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. “Kami memastikan bahwa semua aktivitas pariwisata berjalan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” katanya. Dalam konteks ini, pembangunan berkelanjutan menjadi prioritas utama, baik melalui pengelolaan infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia.

Pembangunan kawasan pariwisata berkelanjutan juga memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan lokal dan internasional. Fajar menuturkan bahwa ITDC terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar melalui pelatihan, pengembangan ekonomi lokal, dan pemberdayaan komunitas. “Kemitraan dengan pihak-pihak yang berkompeten memastikan bahwa keberlanjutan pariwisata bisa dicapai secara maksimal,” jelasnya.

Dalam jangka panjang, strategi digital yang diterapkan ITDC diharapkan dapat menciptakan transformasi mendasar dalam industri pariwisata. Dengan memanfaatkan teknologi, perusahaan mempercepat akses informasi, meningkatkan interaksi pengunjung, serta memperluas jangkauan promosi secara global. “Digitalisasi membuka peluang baru untuk mengoptimalkan potensi kawasan wisata dan menjadikannya lebih kompetitif di tingkat internasional,” ujar Fajar. Dengan kombinasi inovasi dan keberlanjutan, ITDC menargetkan peningkatan pengunjung sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah yang sehat dan berkelanjutan.