PesonaTropis
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: Kalender Bali Jumat (26/6): Baik Membuat Pintu Gerbang & Sangkar Ayam

Published Juni 26, 2026 · Updated Juni 26, 2026 · By Anthony Lopez

Kalender Bali Jumat (26/6): Baik Membuat Pintu Gerbang & Sangkar Ayam

Main Agenda - Kalender Bali merupakan sistem penanggalan yang digunakan oleh masyarakat Nusantara untuk menentukan hari baik, hari buruk, dan perayaan keagamaan. Sistem ini telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari Bali, termasuk dalam mengatur kegiatan usaha, pertanian, pernikahan, atau kelahiran. Dalam kalender Bali, Jumat 26 Juni 2023 jatuh pada hari Sukra Wage Kuningan, yang memiliki makna khusus dalam konteks ritual dan kepercayaan lokal.

Dasar Kalender Bali dan Sistem Penanggalan

Kalender Bali berbasis pada sistem penanggalan Saka India, yang dipakai sejak masa Kerajaan Majapahit. Namun, sistem ini telah mengalami penyesuaian sesuai dengan tradisi dan kehidupan masyarakat Bali. Di antara perubahan tersebut adalah penggunaan konsep pengalantaka, yang menjadi acuan utama dalam menentukan hari baik dan buruk. Pengalantaka terdiri dari 21 hari yang dianggap beruntung, di mana masyarakat memilih hari tertentu untuk melakukan kegiatan penting.

Dalam kalender Bali, penetapan hari baik dan buruk juga dipengaruhi oleh kombinasi hari dan bulan. Selain itu, proses weweran, yang melibatkan perhitungan wuku, digunakan untuk memastikan kesesuaian hari dengan keberuntungan. Wuku adalah sistem perhitungan waktu yang terdiri dari 10 nama hari, dan setiap nama hari memiliki arti khusus dalam konteks kehidupan spiritual masyarakat Bali. Dengan menggabungkan wuku dan pengalantaka, masyarakat dapat memilih hari yang paling ideal untuk menyelesaikan tugas tertentu.

Kegiatan yang Dianjurkan pada Hari Sukra Wage Kuningan

Jumat 26 Juni 2023, yang dikenal sebagai Sukra Wage Kuningan, menjadi hari yang cocok untuk beberapa aktivitas. Dalam panduan kalender Bali, hari ini dianjurkan untuk membuat pintu gerbang, bangun sangkar ayam, serta berbagai kegiatan awal seperti menanam tanaman atau memulai usaha baru. Aktivitas tersebut dianggap membawa keberuntungan karena hari ini dianggap sebagai hari pembukaan atau peruntungan.

Banyak warga Bali percaya bahwa hari baik seperti Sukra Wage Kuningan dapat meningkatkan peluang kesuksesan dalam kehidupan. Contohnya, membuat pintu gerbang di hari ini dianggap sebagai bentuk permintaan keberhasilan dalam berbagai aspek. Sementara itu, membuat sangkar ayam pada hari tersebut didasarkan pada kepercayaan bahwa tindakan ini memperkuat hubungan antara manusia dan alam. Selain itu, hari ini juga bisa dipakai untuk mengatur pernikahan atau kelahiran, karena dianggap memberikan keberkahan kepada yang terlibat.

Peran Pengalantaka dalam Penentuan Keberuntungan

Pengalantaka adalah metode yang digunakan dalam kalender Bali untuk menentukan hari-hari yang paling beruntung. Di dalam sistem ini, hari baik dibagi menjadi beberapa kategori, seperti aala ayuning dewasa ayu (hari pertama dalam pengalantaka) dan dewasa ala (hari terakhir). Pemilihan hari dalam pengalantaka berdasarkan posisi bulan dan bintang tertentu, yang dianggap memengaruhi energi alam semesta.

Para ahli dan masyarakat setempat biasanya merujuk pada kalender resmi atau panduan yang diterbitkan oleh lembaga lokal. Pada Jumat 26 Juni 2023, kalenderbali.org mencatat bahwa hari ini termasuk dalam aala ayuning dewasa ayu, yang merupakan hari yang sangat baik untuk kegiatan pengembangan diri, seperti memulai proyek baru atau membangun infrastruktur. Hari ini juga sering dipakai untuk ritual tertentu yang berhubungan dengan perbaikan kehidupan sehari-hari.

Proses Weweran dan Wuku dalam Kalender Bali

Proses weweran adalah cara untuk menentukan hari baik dan buruk dengan menggabungkan perhitungan wuku dan kalender. Wuku membagi waktu menjadi 10 hari, masing-masing dengan makna tertentu, sementara pengalantaka menentukan urutan hari dalam bulan tertentu. Dengan demikian, masyarakat Bali bisa memperkirakan keberuntungan berdasarkan kombinasi kedua sistem ini.

Banyak kegiatan yang dihindari pada hari tertentu, seperti melaksanakan pernikahan atau merayakan kelahiran di hari yang dianggap tidak beruntung. Sementara itu, hari Sukra Wage Kuningan menjadi pilihan utama karena dianggap membawa energi positif yang bisa menguntungkan. Dalam praktiknya, proses weweran sering dilakukan oleh tokoh adat atau ahli kalender untuk memberikan panduan kepada masyarakat.

Berikut adalah hari baik (ala ayuning dewasa ayu) yang diumumkan pada Jumat 26 Juni 2023 menurut kalenderbali.org: Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News.

Kalender Bali dan Budaya Lokal

Kalender Bali bukan hanya alat untuk mengukur waktu, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya Bali. Sistem ini mencerminkan hubungan antara masyarakat dengan alam, leluhur, dan kekuatan spiritual. Masyarakat Bali masih menjunjung tinggi kalender ini meski dalam dunia modern, sistem penanggalan internasional juga digunakan.

Dengan adanya kalender Bali, kegiatan sehari-hari tetap dipengaruhi oleh kepercayaan lokal. Misalnya, di hari Sukra Wage Kuningan, banyak orang memilih untuk melakukan aktivitas yang dianggap menguntungkan, seperti membangun rumah atau menanam tanaman. Selain itu, hari ini juga bisa dipakai untuk merayakan acara tertentu yang dianggap membawa keberkahan. Kebiasaan ini mencerminkan betapa pentingnya kalender dalam kehidupan sosial dan budaya Bali.

Kalender Bali menjadi wadah untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang berakar pada tradisi. Meski sistem penanggalan modern semakin berkembang, kalender Bali tetap dihormati sebagai alat untuk memperkuat keterhubungan dengan lingkungan sekitar dan leluhur. Pada Jumat 26 Juni 2023, hari Sukra Wage Kuningan menjadi salah satu contoh bagaimana kepercayaan ini tetap relevan dalam masyarakat Bali saat ini.